Pemerintah Italia Berusaha Pertahankan Mesin Bakar di Era Mobil Listrik

Pemerintah Italia Berusaha Pertahankan Mesin Bakar di Era Mobil Listrik
0  komentar

AutonetMagz.com – Setiap hari, kita bisa melihat perubahan di dunia permobilan. Ada saja berita tentang elektrifikasi dewasa ini, sejalan dengan naiknya tren mobil listrik. Berita seperti “Ada mobil listrik baru dari merek A,” atau “Mobil B akan dibuat versi listriknya,” berita-berita seperti itu sudah mulai terbaca jejaknya. Tren ini bahkan berhasil merasuki 2 merek mobil yang terkenal dengan mesin pembakaran dalam yang besar, gahar dan kencang, yakni Ferrari dan Lamborghini.

Baik Ferrari dan Lamborghini, keduanya sudah bilang kalau akan bikin mobil listrik di masa depan. Gerakan yang berani, mengingat ciri khas keduanya terletak di mesin bakarnya yang istimewa, jadi apa kabar kalau merek berlogo kuda dan banteng ini bikin mobil tanpa suara? Menyadari hal ini, warta dari Bloomberg mengatakan bahwa pemerintah Italia sedang berdiskusi dengan Uni Eropa untuk membiarkan beberapa merek mobil tetap bikin mesin bakar biasa.

Populasi Kecil, Jadi Seharusnya Tidak Masalah

Jangan salah paham, Italia tetap mendukung kebijakan Uni Eropa untuk mengurangi polusi. Meski diskusi untuk mempertahankan mesin bakar terlihat kontradiktif, ada beberapa alasan yang masuk akal. Pertama-tama, populasi mobil seperti Ferrari dan Lamborghini sangat sedikit dibandingkan mobil biasa, apalagi tidak semua orang pakai mobil-mobil tersebut buat harian. Meski mesin besar biasanya polusinya kotor, hal itu bisa dikurangi dengan sistem hybrid dan bensin sintetik.

Mobil-mobil seperti Ferrari 296 GTB dan Lamborghini Sian adalah bukti kalau merek eksotis asal Italia tetap ingin mempertahankan mesin bakar semampu mereka. Mentri Transisi Ekologi Italia, Roberto Cingolani mengonfirmasi bahwa sikap pemerintah Italia untuk mempertahankan merek mobil bermesin bakar memang benar adanya. Bisa dipahami, karena mesin-mesin Italia adalah pemegang peranan penting dalam tradisi, citra dan kebanggan Italia.

Mobil-mobil itu membutuhkan teknologi khusus, dan mereka membutuhkan baterai untuk transisi,” kata Cingolani. “Satu langkah penting adalah Italia sudah mandiri dalam memproduksi baterai performa tinggi dan itulah sebabnya kami sekarang meluncurkan program Giga-factory untuk membuat fasilitas produksi baterai skala besar di Italia,” tutupnya. Mungkin baterai yang dimaksud untuk teknologi hybrid ya.

Apa Komentar Ferrari dan Lamborghini?

Argumen lain adalah karena populasi tidak banyak, mengubah pabrik mobil eksotis jadi pabrik mobil listrik tidak bakal terlalu ngefek untuk aspek ekonomi. Ada ratusan atau ribuan orang yang beli mobil Toyota dan Honda sehingga masuk akal jika dua merek tadi berinvestasi di teknologi listrik, tapi tidak dengan Lamborghini dan Ferrari. Pembeli mobil seperti ini paling hanya belasan atau puluhan orang, jadi hitung-hitungan ekonominya tidak akan masuk kalau pabriknya dipaksa bikin mobil listrik.

Menurut Cingolani, diskusi ini terus belanjut dan tidak ada masalah meski belum diketahui apakah Uni Eropa sudah sepakat atau belum. Ferrari dan Lamborghini pun menolak mengomentari isu ini, namun mereka sendiri tidak menampik secara blak-blakan. Menurutmu, apakah mesin biasa seperti V6, V8, V10 dan V12 tetap boleh bertahan hidup kala era elektrifikasi sudah mendunia? Sampaikan opinimu di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: