Porsche dan Siemens Kolaborasi Ciptakan Bensin Ramah Lingkungan

Porsche dan Siemens Kolaborasi Ciptakan Bensin Ramah Lingkungan
0  komentar

AutonetMagz.com – Mobil listrik boleh sedang naik daun, tapi masih ada merek mobil yang percaya bahwa mesin pembakaran dalam berbahan bakar bensin atau diesel masih punya masa depan sebelum tetes terakhir minyak fosil di dunia ini habis. Porsche misalnya, meski sudah punya mobil listrik Porsche Taycan dan sudah mengonfirmasi bahwa Porsche Macan berikutnya akan jadi mobil bensin, mereka tetap meriset bahan bakar bensin.

Tujuan ini tentu tidak mudah kalau hanya dikerjakan sendirian, makanya Porsche berkolaborasi dengan pihak lain. Diketahui bahwa Porsche menggandeng Siemens Energy dan sejumlah perusahaan internasional untuk mengembangkan dan melaksanakan proyek percontohan di Chili yang diharapkan menghasilkan bensin sintetis dengan standar pabrik yang terintegrasi dan bernilai komersial pertama di dunia.

Proyek ini dinamai “Haru Oni” dan bertempat di Provinsi Magallanes, Chili karena kondisi angin yang sangat baik di Chili selatan untuk menghasilkan bahan bakar ramah lingkungan dengan bantuan tenaga angin. Sebagai bagian dari strategi hidrogen nasional Jerman, Siemens Energy akan mendapatkan hibah sekitar 8 juta Euro (136 M Rupiah) dari Kementerian Federal untuk Urusan Ekonomi dan Energi untuk mendukung proyek tersebut.

Karena Porsche pasti jadi pengguna bahan bakar hasil rekayasa terbaru ini, mereka berinisiatif untuk turun balap dengan bensin sintetis ini kalau sudah jadi. Nantinya mobil-mobil Porsche juga akan dites dengan bahan bakar yang akan disebut eFuel ini.”Banyak keuntungannya, eFuel bisa dipakai di mobil biasa atau hybrid, dan bisa dipasok melalui jaringan SPBU yang sudah ada,” ucap CEO Porsche, Oliver Blume.

Dengan eFuel, kita dapat memberikan kontribusi lebih lanjut untuk melindungi lingkungan. Sebagai pembuat mesin performa tinggi dan efisien, kami memiliki keahlian teknis yang luas. Kami tahu persis karakteristik bahan bakar yang dibutuhkan mesin kami agar dapat beroperasi dengan dampak minimal terhadap lingkungan. Keterlibatan kami dalam pabrik eFuel terintegrasi dan komersial pertama di dunia mendukung pengembangan bahan bakar alternatif di masa depan,” tutup Oliver Blume. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: