Panasonic Lepas Seluruh Sahamnya Di Tesla, Ada Apa?

Panasonic Lepas Seluruh Sahamnya Di Tesla, Ada Apa?
0  komentar

Autonetmagz.com – Demi menaikkan kondisi finansial mereka, Panasonic menjual seluruh sahamnya di Tesla sebesar 52,2 triliun rupiah dan hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Panasonic melakukan ini demi mengurangi ketergantungannya pada Tesla. Walaupun hubungan Panasonic dan Tesla kini terlihat mesra, beberapa eksekutif mengatakan bahwa apa yang terlihat saat ini ini adalah omong kosong, karena beberapa ketegangan yang terjadi dalam hubungan mereka. Mari kita simak lebih lanjut.

Harga Saham Naik Didorong Oleh Dampak Aset Crypto

Flashback sebentar ke tahun 2010, Panasonic membeli 1,4 juta saham Tesla sebesar 435 Milyar Rupiah, dimana harga per lembar saham Tesla kala itu bernilai sekitar 21,15 USD atau setara 306 ribu Rupiah rupiah. Pada akhir bulan Maret 2020, harga saham tersebut menjadi 10,5 triliun Rupiah, menguat tujuh kali lipat sejak saat Panasonic membelinya. Dan pada hari kamis, 24 Juni 2021 kemarin, saham Tesla kembali menguat ke angka 679,82 USD per lembar saham, atau sekitar 9,8 juta Rupiah per lembar sahamnya. Salah seorang analis dari Ace Institute, Hideki Yasuda mengatakan bahwa harga saham Tesla yang berada di atas nilai intrinsik ini didorong oleh dampak aset kripto, sehingga mampu menciptakan momentum yang tepat untuk menjual sahamnya.

Pada bulan Februari silam, Elon Musk menyatakan bahwa perusahaannya membeli bitcoin dan menggunakan cryptocurrency dalam pembayarannya, sebelum akhirnya Elon Musk mengurungkan keputusan tersebut. Komentar Elon Musk di Twitter juga turut bersumbangsih dalam mendorong perubahan dalam harga aset tersebut.

Tak Berdampak Bagi Tesla & Panasonic

Juru bicara Panasonic mengatakan bahwa penjualan saham tidak akan berpengaruh terhadap kemitraan dengan Tesla. Namun keputusan ini tetap dilaksanakan karena Tesla sedang mendiversifikasi rantai pasokan baterainya sendiri dengan mencapai kesepakatan dengan LG Energy Solution & CATL China. Selain komitmen Panasonic untuk tetap bermitra dengan Tesla, mereka juga sedang menyiapkan produksi prototipe untuk 4.680 sel baterai lithium untuk Tesla yang Musk harapkan mampu menekan biaya dan kelangsungan pembuatan mobil listrik seharga 362 juta rupiah menjadi kenyataan dalam tempo tiga tahun.

Panasonic mengatakan bahwa pada awal tahun ini perusahaan akan membeli saham perusahaan perangkat lunak dan rantai pasokan asal AS yang berpusat di Scottsdale, Arizona, yakni Blue Yonder. Kesepakatan harganya sebesar 108,2 Triliun rupiah yang menjadikan kesepakatan ini salah satu yang terbesar dalam sedekade terakhir. Namun harga tersebut membuat para analis terkejut, apalagi melihat catatan M&A yang mencatat Blue Yonder sebagai perusahaan yang bereputasi buruk. Sejujurnya, siapapun perusahaan yang bermitra dengan Tesla, secara tidak langsung akan menaikkan pamor perusahaan mitranya, karena apapun yang berkaitan dengan Tesla, besar kemungkinan untuk menjadi sorotan berbagai media dari berbagai sudut pandang di seluruh dunia.

Silahkan berkomentar, kawan.

Read Prev:
Read Next: