Volvo Incar Kontrol Penuh dan Bebas dari Geely

Volvo Incar Kontrol Penuh dan Bebas dari Geely
0  komentar

AutonetMagz.com – Volvo memiliki produk-produk yang luar biasa menarik untuk pasar mobil premium saat ini. Merek mobil yang identik dengan citra “tank baja” ini punya mobil dengan desain minimalis nan elegan, interior bersih dan rapi, teknologi yang canggih namun mudah dipakai dan sudah siap dengan teknologi hybrid dan listrik. Volvo sempat datang lagi ke Indonesia, tapi APM-nya memang kurang kredibel saja sehingga hanya jadi sensasi satu malam di GIIAS 2017. Hadeuh…

Kini, Volvo berada di bawah bendera Geely, sebuah raksasa otomotif asal China. Untungnya, Geely ogah menggurui Volvo soal produknya dan membiarkan Volvo menjadi dirinya sendiri. Geely menyediakan dana, peralatan dan sumber daya bagi Volvo, selebihnya Geely percaya pada kemampuan Volvo. Hasilnya berbuah manis, Volvo melesat dengan baik saat ini, khususnya di China. China sendiri merupakan pasar terbesar Volvo, sekaligus pusat produksi mereka yang terbesar.

Volvo Ingin Lepas dari Kontrol Induk China

Sebagai langkah menghadapi masa depannya, Volvo ingin bergerak lebih jauh di China. Merek asal Swedia ini ingin membeli 50 persen saham Geely Holdings di Daqing Volvo Car Manufacturing dan Shanghai Volvo Car Research and Development. Transaksi ini akan berlangsung selama 2 tahap, mulai di 2022 dan selesai di 2023. Saat selesai, Volvo bisa mulai lepas dari Geely dalam pergerakannya di China dan beranjak mandiri di pasar tersebut.

Sebagai informasi, biasanya merek mobil dari luar China harus menggandeng merek lokal China kalau mau jualan di sana. Makanya di China ada Dongfeng-Honda, BYD-Toyota dan FAW-Audi.”Dengan kesepakatan ini, Volvo Cars akan jadi merek mobil non-China pertama yang pegang kendali penuh dalam operasinya di China,” ujar Hakan Samuelsson, CEO Volvo Cars. Singkatnya, jika transaksinya sudah sah, Volvo akan mengukir sejarah baru di China.

Volvo Buatan China Tetap Jamin Kualitas

Volvo punya banyak pabrik di dunia, misalnya di Swedia, Belgia, Malaysia, Amerika dan China. Meski barang buatan China dulu punya reputasi yang kurang bagus, sekarang citra itu pelan-pelan pudar. Volvo bahkan merakit beberapa mobil andalannya di China, misalnya Volvo XC40 dan mobil listrik Polestar 2. FYI, Polestar yang dulu merupakan divisi performa tinggi Volvo kini sudah jadi merek mobil sendiri dan fokus ke mobil listrik. Tentu saja Polestar juga ada di bawah Geely.

Volvo sudah berhenti mengembangkan mesin bensin dan akan fokus ke mesin listrik. Untuk itulah semua Volvo sekarang pakai mesin yang sama, yakni 2.000 cc 4 silinder dengan macam-macam variasi. Ada yang turbo, ada yang turbo plus supercharger, ada juga yang turbo plus supercharger dan ditambah sistem plug-in hybrid. Pada tahun 2030, Volvo ingin semua mobil jualannya berteknologi listrik. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: