Suplai Baja Terganggu, Toyota Jepang Stop Produksi Mobil Untuk Sementara

Suplai Baja Terganggu, Toyota Jepang Stop Produksi Mobil Untuk Sementara
0  komentar
ekspor-mobil-toyota-indonesia

AutonetMagz.com – Ada yang baru pesan Toyota 86? Atau mungkin mobil Toyota CBU Jepang lain seperti Alphard, Vellfire, Crown dan lain sebagainya? Andaikan iya, jangan keburu ngedumel kalau pesanan anda agak lama sampainya, karena belum lama ini Toyota bilang akan menghentikan sementara proses produksi mobilnya dari tanggal 8-13 Februari ini, alias minggu depan. Setelah itu, produksi baru bisa dilanjuti lagi.

Alasan jeda produksi selama 5 hari tersebut adalah karena adanya ledakan di pabrik produsen baja Aichi Steel Corporation yang bertugas menyediakan bahan baku untuk Toyota. Juru bicara Toyota menyampaikan kepada Reuters bahwa Toyota masih punya cukup stok bahan baku untuk tetap membuat mobil sampai tanggal 8. Semua jadwal lembur dan shift akhir minggu untuk tanggal 8-13 Februari nanti juga sudah dibatalkan.

lini-toyota-hybrid-jepang

Aichi Steel Corporation juga merilis pernyataan resmi kepada publik bahwa ledakan di pabrik Chita milik mereka yang terletak di tengah-tengah Jepang mengakibatkan adanya gangguan produksi bahan baku baja khusus mereka. Menurut agenda dadakan yang ada akibat kecelakaan ini, operasional pabrik untuk memproduksi baja terhenti dan baru berjalan kembali pada tanggal 8 Maret mendatang.

Kalau ditanya apa dampaknya bagi Toyota, lumayan juga kenanya. Perlu diingat, Toyota Jepang punya rencana untuk memproduksi 4,13 juta mobil tahun ini, dan 46% dari angka itu adalah untuk diekspor. Toyota sendiri tidak bilang, model apa yang kena imbasnya dari penundaan produksi ini, tapi jika dalam sehari pabrik Toyota mampu membuat 14.000 mobil, berarti akan ada 70.000 mobil yang tertunda produksinya selama tanggal 8-13 Februari itu.

lini-toyota-hybrid-eropa

Otomatis, mencapai target 4,13 juta mobil pada tahun 2016 akan perlu sedikit putar otak dan peras keringat lagi bagi karyawan Toyota di sana, bahkan perlu lembur mungkin. Pengaruhnya untuk Indonesia mungkin ada, tapi tidak seberapa, mengingat mobil-mobil Toyota yang paling menyokong penjualan di sini rata-rata rakitan lokal, atau paling tidak CBU Thailand dan bukan CBU Jepang. Apa komentarmu? Sampaikan di bawah sini!

Read Prev:
Read Next: