Sekali Cas, Mobil Listrik Ini Bisa Tempuh Jakarta-Banyuwangi Non Stop!

Sekali Cas, Mobil Listrik Ini Bisa Tempuh Jakarta-Banyuwangi Non Stop!
0  komentar

AutonetMagz.com – Salah satu kekhawatiran orang terhadap mobil listrik adalah jarak tempuh yang masih terbatas dan tidak fleksibel jika dibandingkan mobil biasa. Logikanya simpel, semakin jauh sebuah mobil bisa jalan setelah dicas hingga penuh, akan semakin menyenangkan bagi pembeli. Iya sih, infratruktur pengisian daya juga mendukung kepuasan pembeli, tapi menyenangkan sekali jika ada mobil listrik yang bisa jalan sangat jauh.

Untuk membuat sebuah mobil listrik bisa jalan sejauh mungkin, semua merek mobil sedang putar otak mengembangkan baterai yang paling irit. Praktek terbaru dari Mercedes-Benz Vision EQXX nampaknya jadi konsep yang bisa menjanjikan hal tersebut. Ini adalah konsep mobil listrik terbaru Mercedes-Benz yang diklaim bisa menempuh 1.000 km sebelum baterainya habis. Artinya, mobil ini bisa jalan dari Jakarta ke Banyuwangi tanpa perlu berhenti untuk di-charge. Kok bisa?

Baterai Lebih Kecil dan Ringan, Kapasitas Tetap Besar

Cara paling mudah kalau mau punya jarak tempuh bagus adalah memasang baterai besar. Masalahnya, baterai besar biasanya makan tempat dan bobotnya sangat berat, bisa-bisa tujuan awal malah tidak tercapai karena mobilnya jadi besar dan berat. Mercedes-Benz pun meminta bantuan High Performance Powertrain (HPP) yang juga membantu perancangan mobil F1 Lewis Hamilton serta mobil istimewa Mercedes-AMG One. Mereka diminta untuk merancang baterai baru.

Hasilnya, sistem kelistrikan Mercedes-Benz EQXX punya tegangan 900V, salah satu yang terbesar saat ini. Baterainya sendiri berkapasitas sama dengan sedan listrik besar Mercedes-Benz EQS, yakni 100 kWh. Perbedaannya adalah ukuran, sebab baterai mobil ini 50 persen lebih kecil dan 30 persen lebih ringan daripada baterai Mercedes-Benz EQS meski sama-sama 100 kWh. Bobot baterainya ada di angka 495 kg, lumayan ringan buat baterai 100 kWh yang bisa menempuh 1.000 km lebih.

Motor listriknya sendiri menghasilkan tenaga sekitar 201 hp. Bukan yang paling kencang, namun Mercedes-Benz sudah keukeuh bahwa mobil ini mengedepankan efisiensi. Sistem penggerak listriknya sendiri diklaim memiliki efisiensi 95 persen, artinya 95 persen dari energi listrik yang tersimpan bisa diubah jadi energi gerak. Sebagai perbandingan, mesin biasa seperti mobil kita efisiensinya paling hanya 30 persen, sementara mobil listrik normal sekitar 60-80 persen.

Bentuk Mengikuti Aliran Udara, Layar Besar Dominasi Kabin

Mengambil rupa sebuah sedan 4 pintu, Mercedes-Benz EQXX tampil dengan bagian depan yang licin serta ekor panjang untuk memaksimalkan aliran angin. Bahkan mereka sampai rela membuatkan cover untuk keempat rodanya demi melicinkan angin yang melewati bodi mobil ini. Hasilnya, ia adalah salah satu mobil paling aerodinamis saat ini dengan angka Cd di 0,17 saja. Oh ya, bagian atapnya dipasangi panel surya yang bisa membantu jarak tempuh sebanyak 25 km.

Ban yang dipilih juga merupakan ban dengan hambatan gelinding rendah, supaya jalannya lebih mudah tanpa beban. Bagian belakang Mercedes-Benz EQXX dilengkapi dengan diffuser yang bisa diatur masuk-keluar tergantung kecepatan, semuanya atas nama aerodinamika. Pada bagian dalam, Mercedes-Benz memasangkan sebuah layar sentuh lebar 47,5 inci dengan resolusi 8K. Mirip Hyperscreen di Mercedes-Benz EQS, tapi ini benar-benar 1 layar besar, bukan 3.

Bahan-bahan yang ada di kabinnya juga sudah dipilih berdasarkan konsep ramah lingkungan. Bahan joknya berasal dari kaktus (Nggak ada durinya kok) dan perintilan lainnya dari kulit berbahan dasar jamur. Plastik kabinnya berasal dari sampah daur ulang, sampah kebun dan popok bayi. Apa pendapatmu, cukupkah jarak tempuh 1.000 km dan desain seperti ini untuk meyakinkan kita menjadi pengguna mobil listrik? Sampaikan opinimu di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: