Rolls-Royce : Kemewahan Dulu, Baru Teknologi

Rolls-Royce : Kemewahan Dulu, Baru Teknologi
0  komentar

AutonetMagz.com – Sudah berpuluh-puluh tahun lamanya Rolls-Royce membangun citra mereknya sebagai kendaraan termewah di dunia, dan citra itu bertahan terus sampai sekarang. Mobil-mobil seperti Ghost, Phantom, Wraith, Dawn, Sweptail dan Cullinan tidak perlu diragukan kemewahannya, dan Rolls-Royce mencapai kemewahan itu dari banyak cara, termasuk pengembangan teknologi. Sebenarnya, seberapa penting teknologi otomotif bagi Rolls-Royce?

Bukan apa-apa, mengingat banyak pengenalan teknologi otomotif terbaru dimulai di mobil super mewah, baru lama kelamaan turun ke mobil yang lebih terjangkau. Contoh, perintah suara yang awalnya hanya ada di mobil premium, sekarang mobil China yang harganya hanya separuhnya juga sudah pakai. Perwakilan bagian kerajinan di Rolls-Royce, Alex Innes berbicara kepada Autocar bahwa mereka harus ekstra hati-hati dalam memilih dan memperkenalkan teknologi baru.

Kami tak selalu jadi yang pertama, tapi itu ada alasannya. Bagi kami, teknologi harus bisa memperkuat kesan dan pengalaman dari apa yang bisa kita harapkan dari sebuah Rolls-Royce,” kata Innes.”Digitalisasi sudah memperlihatkan kesempatan yang fenomenal dan bisa menyesuaikan dengan citra konsumen. Kami takkan pernah asal-asalan pakai teknologi baru, tapi kami akan mengembangkan teknologi baru itu untuk menyesuaikan dengan merek kami, bisa dibilang representasi merek.

Sangat penting agar klien kami tidak melakukan hal yang lebih dari seharusnya. Sebuah Rolls-Royce merupakan tempat pelarian dari hiruk-pikuk kehidupan. Adalah tanggung jawab kami untuk mengaplikasikan teknologi baru tanpa kelewat batas,” tambahnya. Pada saat yang sama, Innes menjelaskan kenapa Phantom dan Ghost baru masih mempertahankan tombol biasa. Alasannya sederhana : Tombol biasa lebih enak, mudah, bagus dan nyaman dipakai.

Padahal kalau mau, Rolls-Royce bisa saja mengembangkan layar dengan haptic feedback, namun Rolls-Royce percaya hal itu tidak mendukung kemewahannya saat ini. Sebagai perbandingan, banyak mobil seperti Audi A8 dan Mercedes-Benz S-Class baru yang menggusur tombol-tombol tradisional dan menggantinya dengan layar sentuh yang punya haptic feedback. Padahal pakai tombol lebih enak, kalau mau mengubah hal tertentu tinggal meraba saja, tidak perlu meleng dari jalan.

Hanya karena Rolls-Royce Ghost dan Phantom tidak punya layar banyak di dalam kabinnya, bukan berarti mobil ini tidak canggih. Sebaliknya, Rolls-Royce sudah mengembangkan teknologi suspensi baru yang mengandalkan kamera untuk membaca kontur jalan di depannya untuk kemudian mengatur setelan suspensinya supaya lembutnya serasa berjalan di atas awan. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: