Berikut Ini Opsi Mesin Toyota C-HR, Mana Yang Cocok Untuk Indonesia?

Berikut Ini Opsi Mesin Toyota C-HR, Mana Yang Cocok Untuk Indonesia?
0  komentar
toyota c-hr geneva motor show

AutonetMagz.com – Belum lama muncul crossover nyentrik dari Toyota bernama Toyota C-HR, yang saat muncul versi produksinya seolah kembali bilang ke rival-rivalnya,”I’m back, kiddos!” Bagaimana tidak, selama ini kita mengenal Toyota sebagai mobil yang standar, khususnya dalam hal desain, tapi saat muncul C-HR versi produksi, kelihatan kalau mereka memang niat bikin mobil, hasilnya bisa keren juga kan? Tidak kalah dengan HR-V, CX-3, Ecosport, Juke, Trax dan Duster.

Harapannya, Toyota tidak lagi mengusik desain C-HR dan membuatnya menjadi jelek atau standar, karena ini keren mampus. Kemarin, kami sudah memberitakan kemunculannya tapi waktu itu belum ada informasi tentang mesinnya, tapi sekarang jantung C-HR sudah bisa diekspos secara lebih jelas. Melalui ini, kita bisa menerawang sedikit, mana yang cocok untuk C-HR andai Toyota Astra Motor berniat memasarkannya di sini.

toyota c-hr front

Mesin pertama, yang paling jadi andalan dulu, yakni 1.800 cc 4 silinder hybrid yang sistemnya sama dengan Toyota Prius yang bisa menghasilkan tenaga 122 hp dengan emisi CO2 kurang dari 90 g/km. Toyota pede sekali dengan mesin ini, sampai-sampai bilang “Mesin ini tidak ada lawannya di segmennya.” Ya terserah, tapi ingat, kalau bicara crossover hybrid, KIA Niro dan Honda Vezel Hybrid sudah ada dan siap melawan lho.

Mesin berikutnya adalah mesin bensin 1.200 cc 4 silinder turbo dengan tenaga 114 hp, dicomot dari hatchback Toyota Auris. Dengan adanya kata “turbo”, kami harap torsinya besar, karena di Auris ia bisa menghantarkan torsi 185 Nm, tapi tidak tahu berapa torsinya untuk C-HR. Jika sama-sama 185 Nm, artinya mesin ini mantap, meski kami masih yakin jika mesin 1.400 cc turbo milik Chevrolet Trax masih layak untuk dibilang sebagai yang terbaik. Tapi kita coba dulu nanti ya andai masuk.

toyota c-hr 2017

Pilihan mesin terakhir adalah 2.000 cc 4 silinder tanpa turbo yang dihubungkan dengan transmisi CVT sebagai opsi tunggal, karena untuk yang 1.200 cc turbo, pilihan transmisinya ada 2, yakni manual 6 percepatan atau CVT. Toyota bilang, versi 2.000 cc akan tersedia untuk pasar-pasar tertentu saja. Nah, melalui pemaparan ini, menurutmu, mana yang cocok untuk pasar Indonesia? Yang 1.800 cc hybrid, 1.200 cc turbo atau 2.000 cc naturally aspirated? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: