Yuk Intip Pabrik Perakitan Wuling Indonesia, Cari Tahu Kenapa Harganya Terjangkau!

Yuk Intip Pabrik Perakitan Wuling Indonesia, Cari Tahu Kenapa Harganya Terjangkau!
0  komentar

AutonetMagz – Pada hari Selasa, 8 Mei 2018, Wuling Motor Indonesia mengundang beberapa media otomotif Nasional, termasuk AutonetMagz, untuk meninjau pabrik perakitan Wuling di Indonesia yang berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Blok BA No 1 dan 2 Sukamahi, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat. Perjalanan kami dimulai dari meeting point di Jakarta dan membutuhkan waktu sampai 3 jam untuk mencapai lokasi yang sebenarnya hanya berjarak sekitar 40 km dari Jakarta, benar-benar melelahkan. Sisi baiknya, kami mendapat banyak info untuk dibagi ke pembaca AutonetMagz, salah satunya kenapa harga mobil Wuling bisa begitu terjangkau.

Pabrik Wuling Motors merupakan bagian dari ekspansi global SAIC-GM-Wuling Automobile Co., Ltd (SGMW) yang berbasis di Tiongkok, di mana pengembangan fasilitas di Indonesia ini merupakan kesempatan untuk membangun basis operasi strategis. Pabrik ini tidak hanya menjadi nadi Wuling untuk pasar Indonesia, namun juga untuk membangun basis ekspor untuk pasar Asia Tenggara, khususnya pasar mobil dengan posisi setir di kanan seperti di Indonesia. Untuk kalian yang penasaran soal apa kepanjangan dari nama SGMW yang menaungi Wuling Motors di Indonesia.

Perlu diketahui bahwa PT SGMW Motor Indonesia sendiri merupakan anak perusahaan SGMW, perusahaan joint venture antara Shanghai Automotive Industry Corporation, sebagai perusahaan otomotif terbesar di China dengan 50,1% saham, lalu General Motor China dengan 44% saham dan Guangxi Automobile Group dengan 5,9% saham. Jadi, SGMW singkatan dari SAIC-GM-Wuling.

Pabrik Wuling Indonesia berdiri di atas lahan seluas 60 hektar, dengan 30 hektar untuk pabrik perakitan, dan 30 hektar lainnya untuk supplier park. Kami sendiri dapat kesempatan untuk mengikuti proses perakitan dari proses stamping (pencetakan) komponen mobil seperti chassis, pintu, kap mesin, dll, dilanjutkan ke proses perakitan komponen, pengecatan mobil, perakitan mobil itu sendiri, sampai pengecekan dan pengetesan produk jadi di area tes.

Kita mulai dari proses pertama yaitu stamping atau pencetakan komponen mobil, dimana area ini digunakan untuk mencetak bagian-bagian mobil dari selembar baja menjadi komponen yang akan disatukan atau dipasang di proses berikutnya. Mesin yang digunakan juga besar sekali, karena untuk mencetak sebuah bagian samping dari kerangka mobil, dibutuhkan sampai 5 kali proses, dengan mesin terbesar dapat mencapai kapasitas press sebesar 2.250 ton.

Proses selanjutnya adalah penggabungan komponen-komponen yang sudah dicetak atau dibentuk dengan melakukan pengelasan, baik manual, maupun robotik. Di bagian ini kami juga menyaksikan beberapa handling untuk komponen banyak dilakukan oleh robot, untuk mengurangi potensi kecelakaan dan mempercepat proses, dikarenakan komponen masih banyak yang tajam dan berbobot berat. Setelah digabungkan, bagian-bagian komponen ini akan membentuk yang kita sebut sebagai white-body atau bentuk kerangka mobil yang belum dicat, dimana akan dilanjutkan ke proses pengecatan bodi mobil dan pelapisan anti karat.

Setelah proses pengecatan selesai, bodi mobil yang sudah kering langsung masuk ke jalur General assembly, dimana komponen-komponen pendukung, seperti dashboard, kursi, kaca, lampu, dll akan dipasangkan. Sistem pemasangan ini sudah menggunakan ban berjalan yang tidak pernah berhenti, sehingga dapat dicapai angka produksi sebesar 15 mobil per jam, atau 1 mobil selesai tiap 4 menit. Pabrik ini sendiri dalam kapasitas maksimal dapat memproduksi sampai 120 ribu unit mobil per tahunnya, dengan menyerap tenaga kerja sampai dengan 3.000 orang.

Sayangnya, sampai saat ini, mesin yang dipasang pada proses general assembly ini masih diimpor langsung dari Tiongkok, yang dikarenakan pihak Wuling sendiri masih merasa bahwa untuk melakukan produksi mesin secara lokal di Indonesia membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Dan produksi mobil sendiri harus mencapai paling tidak 120 ribu unit per tahunnya, untuk menjustifikasi biaya yang diperlukan untuk membuat sebuah pabrik mesin.

Namun dengan kondisi saat ini, pihak PT. SGMW mengklaim bahwa kandungan lokal dari produk Wuling Motors di Indonesia sudah mencapai 56% yang meliputi komponen seperti, kaca, ban, bemper, dashboard, kabel-kabel dan lainya. Sebagian komponen lokal tersebut sudah dimanufaktur oleh pabrik-pabrik partner SGMW yang berlokasi di supplier park hanya selemparan batu dari pabrik perakitan mereka.

Jadi kalau kalian melihat satu komplek bangunan berwarna putih di seberang pabrik SGMW di Cikarang dan masih di dalam komplek pabrik yang sama dengan mereka, itulah 15 supplier lokal yang sudah mengikat kerja sama dengan SGMW untuk mensuplai komponen-komponen seperti steering system, kursi, interior, filter udara, lampu-lampu, dll. Dikarenakan supplier ini berlokasi di tempat yang sama dengan pabrik perakitan, biaya logistik dapat ditekan, dan jaminan ketersedian komponen juga dapat dimaksimalkan yang berujung pada harga produk yang ditawarkan dapat lebih ekonomis alias terjangkau, cerdik juga yah?

Setelah proses perakitan selesai dan menghasilkan mobil utuh yang dapat dikendarai, setiap mobil melewati proses pengecekan, seperti balancing ban, shower test, pengecekan di bawah lampu, pengecekan fungsi-fungsi, dan mobil dikemudikan melewati jalur test untuk memastikan tidak ada bunyi-bunyi atau fungsi yang tidak bekerja sebelum mobil dikumpulkan di bagian logistik.

Perjalanan kami berakhir dengan tour mengelilingi supplier park dimana kami melihat beberapa supplier yang bertanggung jawab mensuplai komponen-komponen untuk produk Wuling, dan tidak mengherankan juga, kami menemui merk Amerika dan merk Jerman yang membuka pabrik di supplier park tersebut dan mensuplai langsung produk mereka untuk mobil-mobil Wuling. Hmm, keliatannya memang kita sulit lepas dari teknologi Jerman jika membicarakan teknologi otomotif.

Kira-kira seperti itu laporan perjalanan AutonetMagz dari kunjungan pabrik PT SGMW Motor Indonesia beberapa hari yang lalu, yang dapat kami simpulkan dari kunjungan kali ini adalah sebeneranya harga yang terjangkau itu bisa didapatkan dengan melakukan pengefisiensian tinggi, terutama dalam memotong jalur logistik dari supplier mereka yang berimbas pada harga akhir produk yang terjangkau untuk konsumen.

Read Prev:
Read Next: