Terungkap, Ternyata Mitsubishi Curangi Data Konsumsi BBM Sejak Tahun 1991

by  in Mitsubishi
Terungkap, Ternyata Mitsubishi Curangi Data Konsumsi BBM Sejak Tahun 1991
0  komentar
Mitsubishi-Chicago-Auto-Show

AutonetMagz – Tahun 1991 adalah tahun yang sangat bersejarah. Bagi dunia politik, di tahun tersebut sistem politik apartheid dihapuskan, di dunia hiburan, Nirvana meluncurkan album Nevermind yang menjadi salah satu album musik rock terbaik di dunia. Di dunia teknologi, Gopher diperkenalkan sebagai sistem antar muka paling bersahabat, jika tidak ada Gopher, mungkin tampilan internet kita akan terlihat seperti sistem operasi DOS sampai sekarang.

Lantas bagaimana dengan dunia otomotif? Awalnya kami pikir di tahun 1991 tidak ada hal bersejarah bagi dunia otomotif selain tahun kelahiran penulis yang merevolusi media otomotif di Tanah Air. Ternyata skandal Fuel Eficiency Gate yang dilakukan oleh Mitsubishi tercatat sudah dilakukan sejak tahun tersebut dan baru diketahui publik di tahun 2016 ini.

Selama 25 tahun, Mitsubishi rupanya sudah melakukan kecurangan dalam pelaporan hasil data konsumsi BBM kepada Land & Transport Authority Jepang dan kepada konsumennya dengan memberikan hasil konsumsi bahan bakar yang tidak sesuai standar tes dari badan tersebut. Hal tersebut diperoleh dari hasil investigasi yang telah dilakukan.

Interior Mitsubishi eK Space 2014

Meskipun sudah diketahui kapan Mitsubishi mulai melakukan kecurangan tersebut, Mitsubishi-pun masih belum mengetahui hingga saat ini berapa kendaraan yang tercatat memiliki hasil data konsumsi BBM yang dicurangi, pasalnya dalam kurun waktu 25 tahun, banyak sekali model-model kendaraan yang diluncurkan oleh Mitsubishi. Sementara ini, hanya 4 buah model saja yang terdiri dari Mitsubishi EK, EK Wagon dan Nissan Days, Days Roox.

Dari ke-empat model tersebut, deviasi hasil pengujian bahan bakar yang dicurangi sebenarnya juga tidak terlalu jauh dengan hasil yang dilakukan oleh Nissan selaku pelapor atas kejadian ini. Mitsubishi mengclaim bahwa mobil mereka memiliki konsumsi bahan bakar sebesar 29.2 kilometer perliter, sedangkan hasil pengujian yang benar seharusnya 26.4 kilometer perliter atau berbeda 2.8 kilometer per liter dari hasil yang dilaporkan.

Hasil capaian 26.4 kilometer perliter sebenarnya bukan hasil yang buruk, karena masih ada Kei Car yang memiliki konsumsi bahan bakar lebih buruk lagi, hanya saja kecurangan Mitsubishi yang memberikan hasil terlampau irit berpotensi merugikan konsumen dan negara mengingat bahan bakar minyak merupakan sumber daya alam yang bisa habis. Tercatat, Kei Car paling hemat BBM saat ini adalah Suzuki Alto yang bisa menembus 30.4 kilometer perliter, tidak berbeda jauh dengan claim Mitsubishi Ek yang dimanipulasi bukan?

Selain Mitsubishi, sebenarnya ada kemungkinan pabrikan lain juga melakukan kecurangan, karena Pemerintah Jepang menyerahkan pengujian tes bahan bakar kepada pabrikan, bukan badan atau instansi yang ditunjuk oleh pemerintah. Hal ini juga menjadi PR bagi Pemerintah Jepang untuk menerapkan pengujian konsumsi BBM berdasarkan metode JC08 yang harus dikawal lebih ketat lagi.

Mitsubishi RVR Roadest Grille

Lantas bagaimana dampaknya terhadap Mitsubishi? Bisa dibilang Mitsubishi sangat terpojok dan benar-benar kehilangan kepercayaan investor. Pada tanggal 19 April 2016 kemarin, Harga saham MMC berada di angka 864 JPY, ketika berita skandal ini terbit, saham MMC langsung terjun bebas dan hari ini (27 April 2016), harga saham MMC hanya 442 JPY saja. Hanya dalam kurun waktu satu minggu, harga saham MMC tinggal 51% saja.

Tidak sampai disitu, Mitsubishi juga akan menghadapi denda yang sangat besar dari Pemerintah Jepang dan harus melakukan ganti rugi kepada konsumen di kemudian hari. Ditambah, jika unit-unit kendaraan lain ternyata terbukti melaporkan data konsumsi BBM yang curang, Mitsubishi akan menghadapi masalah-masalah baru yang tidak kalah beratnya.

Kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh brand-brand besar seperti Mitsubishi sebenarnya juga terjadi pada brand-brand besar seperti VW dengan Emission Gatenya dan mungkin yang paling parah adalah Honda yang bekerjasama dengan Takata untuk menutupi kasus airbag mematikan dari tahun 2006 dan akhirnya baru terbongkar beberapat tahun kemudian. Uniknya, kasus ini justru tidak membuat Honda goyah meskipun telah menelan 7 korban jiwa.

Bagaimana dengan Indonesia? Karena Mitsubishi hanya mencurangi metode test JC08 yang ditetapkan oleh Pemerintah Jepang untuk menguji konsumsi bahan bakar, sepertinya jika kecurangan tersebut juga berlaku pada model yang dijual di Indonesia seharusnya tidak ada pengaruhnya, karena di Indonesia tidak ada standar baku yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam mengukur tes konsumsi bahan bakar seperti di Jepang. Apalagi kecurangan yang dilakukan oleh Mitsubishi ini tidak ada berdampak pada keselamatan atau malfungsi dari komponen kendaraan. Semoga saja ini tidak membuat Mitsubishi mengalami kemunduran, melainkan menjadi tamparan bagi Mitsubishi untuk kembali bangkit dan mengembalikan kejayaan mereka di tahun 90an.

Read Prev:
Read Next:
  • yeah 1991 : Nirvana dengan Nevermindnya dengan Ikon albumnya Bayi berenang 😀

  • teita

    yaelah ternyata cuma manupulasi 2,8 km/l aja, gak ngaruh bgt.

    • ekkyfir

      Ga ngaruh bgt ya, ga ngaruh

      • gaps

        Kalo pake itung2an “bego”,angka 2.8km/l kalo dikali kapasitas tangki kei-car pd umumnya (biasanya 35L), itu bs hampir 100km ruginya
        Cm kalo mikir2 secara logis,ada benernya juga beda angka 2.8km/l terlihat ga ada apa2nya..
        Kalo diliat dr angkanya,itu kmungkinan besar konsumsi BBM di tol atau jalanan luar kota. Sedangkan kalo di dalem kota paling banter 1:15-16 kalo mobil kayak gini. Dan kalo diitung kombinasi,angkanya sekitar 1:20an. Secara matematis sih angkanya emg kecil bgt, apalagi rata2 orang pake mobil jaraknya shari paling banter sekitar 40-50km..
        Jd secara keseluruhan,dampaknya ga besar sebenernya terutama jika dibandingin sm kasus2 recall kayak airbag Takata atau dieselgate yg mencemari lingkungan..

        Tp salut buat orang2 sana yg emg menjunjung tinggi aturan yg ketat..dan sikap mereka dalam ngakuin kecurangan tersebut..
        Semoga jd pelajaran buat lebih honest dalam memberikan info buat konsumen..

    • Levy Simanjuntak

      satu liter buat 2,8 bro, dlm satu hari aja yg daily driving lebih dr 2,8 km, belum lagi dikali per bulan, tahun,.. orang lain yang make mobilnya..

  • Jeem

    Siapa tuh penulis yang merevolusi media otomotif tanah air? ?

    • Aryo Wicaksono

      iya, nih, penasaran. di autonetmagz kelahiran 91 siapa aja?

      • Nanang Adi

        Setahuku tahun 91 menjadi momen terbitnya tabloid otomotif

  • Aryo Wicaksono

    orang jepang ngebohong 2,8 km per liter aja merasa malu minta ampun. legenda banget sih dari tahun 1991 ternyata udah main-main beban dyno pas pengujian bahan bakar, ya, tapi ane tetap suka dengan pajero zaman dulu dan juga evo, walaupun aku pribadi masih lebih senang dengan subaru, sih.

    • Harry Gun

      Subaru . . . . ? , ms jualan g ya d indo ?

      • Rockmeo

        Kata ny bntr lg kasus pajak ny selesai tp masi kata ny

    • Rockmeo

      Hahaha
      Ternyata orang jepang yg etos kerja n displin tinggi pun bisa berbuat curang y tapi Mereka langsung malu,mundur n kepikiran harakiri
      Nah disini lsg ngomong mau loncat n digantung monas terus jalan kaki jogja-jkt g ad yg ngelakuin tp omdo blg ny dihack,salah pencet,emosi semata
      Ckckck

      • dekisugi

        betul. yg dulu janjinya tolak utang luar negeri juga masih cengangas-cengenges kecakepan di istana negara…

  • ari sukendro

    1991 itu kalo di rimba opensource sangat bersejarah. Tahun itu kang Torvald lembur tiap hari bikin kernel linux

    • Aryo Wicaksono

      Habis itu Linus Torvald dan Andrew Tanenbaum berdebat masalah “kernel monolithic” lawan “microkernel” dan Richard Stallman minta nama GNU nempel dengan Linux. Linux untuk mobil sekarang entah menghilang ke mana.

  • Bambang Pradipta

    Disini lebih parah, tapi banyak yang dont care. Salah satu contonya Klaim pabrikan salah satu Motor di Indonesia menyatakan bahwa produknya bisa irit hingga 71 km/L. Apa-apaan dah dalam realitanya hanya setengahnya

    • Levi

      Pasti logonya S ?

    • dekisugi

      sudah menjalankan syarat2 untuk mencapai 71 km/l tsb blm?

  • Blackjack

    toyota bohong, tenaga corolla altis yg 150 hp-an yg dihasilkan dari mesin 1.800 cc dual VVT-i sebenarnya tidak istimewa, palingan cuma 130-140 hp-an, apalagi VVT-i bukan khusus naikin horsepower, tapi efisiensi

    • Levi

      Well, sama kayak Honda Jazz dong yg ngakunya 120 ps tp di tes ya feelnya pelan bgt … Efek CVT mungkin ?

      • masboy

        coba kamu dyno tes aja honda jazz

        • Levi

          Belum tau lokasi dyno test dan blm ada kenlan yg bisa gw pinjem Jazznya ?

          • gaps

            Agak mencurigakan sih emg. Altis tenaganya sgtu gede. Emg sih ada dual VVT-i..cm rasanya mustahil..kecuali pake turbo

          • Levi

            Setuju, rasanya itu typo deh, atau apa ya ?

          • AE86

            Coba Ditest aj bos,,, biar hilang keragu-raguannya…hehe..

    • sony

      itu website toyota ngaco itu, yang 150hp mesin yang 2000cc valvematic
      sedangkan yang dijual di indo 1800 cc dual vvti harusnya 132hp an

  • ekkyfir

    1991: tahun yg banyak kejadian, baik maupun buruk

  • Levi

    Orang jepang ketauan bohong, lgsg minta maaf dan malu

    Kalo disini kayaknya msh banyak yg gaktau malu, buktinya ada satu artis yg blg bakal potong otong kalo Jokowi jd presiden dn satu anggota DPRD yg ngng bakal potong kuping kalo Ahok ngegugat BPK di pengadilan, tp ya smp skrg omdo aja

    Atau kita perlu nerapin ilmu budi pekerti lg ya di SD” ?

  • nusantara nusantara

    wah klo orang jepang bisa banyak yg bunuh diri nih

  • Levy Simanjuntak

    Sebenarnya, susah cari perusahaan besar yang masih jujur :’)