Subaru Viziv STI Performance Concept, Titik Awal WRX STI Baru

Subaru Viziv STI Performance Concept, Titik Awal WRX STI Baru
0  komentar

AutonetMagz.com – Untuk menyita perhatian para pengunjung Tokyo Auto Salon 2018 atau TAS 2018, Subaru sudah mempersiapkan satu panggung khusus untuk debut mobil konsep barunya. Inilah Subaru Viziv STI Performance Concept, versi panas dari Viziv Performance yang sudah mejeng di Tokyo Motor Show 2017 silam yang sudah disentuh oleh tangan-tangan dingin dan gila dari Subaru Tecnica International.

Namun sentuhan yang paling kelihatan ya jelas di penampilannya. Bumper depan baru dibentuk ulang dengan air intake lebih besar dan emblem STI, grilnya pun direvisi sedikit. Side sill mobil ini juga baru, dan Subaru memutuskan untuk memasangkan spoiler belakang jumbo dan diffuser belakang berbahan carbon fiber di Subaru Viziv STI Performance Concept ini. Hasilnya? Lebih mirip mobil balap sirkuit daripada mobil reli.

Subaru bilang, mereka membuat Subaru Viziv STI Performance Concept ini untuk,”Mewujudkan visi Subaru dalam membuat mobil yang menghadirkan kenikmatan dan ketenangan pikiran bagi para penggunanya.” Tenang dari mananya ya? Melihat sosok begini sih bukannya tenang, tapi jantung berdebar-debar karena menanti kapan ia akan direalisasikan. Apalagi konon ini adalah sedikit “spoiler” dari sosok Subaru WRX STI baru.

Memang, Subaru sudah butuh formula anyar untuk mempertajan taring WRX STI. Mobil ini segera distop penjualannya dari Eropa sebab penjualannya kurang memuaskan, meski mobil ini diakui sebagai mobil yang terkenal. Paling tidak, pada tahun 2020 generasi barunya sudah muncul, namun ada sedikit keraguan. Dulu, Subaru punya penyakit yang sama seperti Suzuki : Bisa bikin mobil konsep garang, tapi pas jadi mobil produksi malah memble.

Namun sejak munculnya Subaru Ascent yang mirip dengan Ascent Concept, masih ada sedikit harapan. Urusan mesin, Subaru masih galau antara mempertahankan kemurnian mesin boxer turbo andalannya atau mengawinkan mesin boxer 2.000 cc 4 silinder turbo FB20 dengan sistem hybrid yang mengandalkan baterai dan motor listrik. Hm, pilihan susah sih. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: