Self-Driving Car : Ketika Kemampuan Mengemudi Tidak Lagi Berarti

Self-Driving Car : Ketika Kemampuan Mengemudi Tidak Lagi Berarti
0  komentar

AutonetMagz.com – Tidak lama lagi, ya maksud kami paling cepat tahun depan, mobil dengan sistem kemudi otomatis akan segera muncul. Setidaknya hal tersebut dapat dinikmati di wilayah Amerika terlebih dahulu. Versi dari mobil otomatis ini beragam, ada yang berwujud transportasi umum, truk kargo, bahkan mobil pribadi seperti yang Tesla telah buat dalam versi beta. Pada tahun 2018 nanti setidaknya General Motors akan memperkenalkan Autonomous Chevrolet Bolt. GM akan bekerja sama dengan perusahaan transportasi online yakni Lyft (Layanan taksi online seperti Uber, Grabcar maupun Go-Car di Amerika), meskipun masih sebatas uji coba, hal ini menunjukan keseriusan GM sebelum proyek ini benar – benar rampung pada tahun 2020.

Sepertinya GM memang sengaja tidak menjual kepada konsumen perseorangan dan ingin menjalani riset lebih lanjut terkait daya tahan sistem mereka apabila benar – benar dilepas di jalan raya. Tahun lalu GM telah mengetes 40 Chevy Bolt di San Fransisco dan Scottsdale, Arizona. Saat ini mereka tengah menyiapkan untuk meluncurkan sekitar 1.000 Self-Driving Car berbasis aplikasi taksi online untuk dapat digunakan pada tahun 2018.

Lain lagi cerita dari Google. Salah satu perusahaan teknologi terbesar ini tengah serius untuk mewujudkan mobil otomatis mereka, proyek ini telah dimulai pada tahun 2015 dimana Steven Mahan yang notabene tunanetra, menjadi test-passenger dalam mobil buatan Google tersebut, meskipun kenyataannya bentuk dari mobil tersebut berbeda dengan visi mereka saat ini yakni Waymo.

Bentuk Waymo lebih proper dan mengutamakan kepraktisan sebagai sebuah MPV otomatis. Sepertinya langkah Google akan mirip dengan GM yang memanfaatkan perusahaan ride-sharing semacam Uber, namun hal ini belum dikonfirmasi lebih lanjut oleh Google.

Dalam bidang transportasi kargo, ada 2 pemain besar yang tengah mempersiapkan truk elektrik, yakni Tesla dan Mercedes-Benz. Pada pertengahan 2016, Elon Musk bos Tesla mengumumkan bahwa mereka akan membuat revolusi di bidang transportasi kargo.

Hal ini akan mereka wujudkan dalam sebuah truk bermesin listrik. Diharapkan model dari truk tersebut sudah dapat dipamerkan dalam bentuk konsep pada tahun ini, namun desain pasti belumlah rampung. Bahkan berita ini telah menggoda Peisert Design untuk membuat desain prediksi bentuk truk Tesla.

Dimulai dengan Mercedes-Benz Future Truck 2025, Peisert Design telah merancang sebuah truk futuristik yang tidak memiliki grill depan, lalu pada tempat kaca spion akan ada kamera kecil dan tarikan garis bodi akan mengadopsi lekukan tepi yang tajam serta bergaris lurus dan melengkung seperti bahasa desain Tesla saat ini. Pada tahap ini, tidak ada seorang pun yang tahu seperti apa truk ini akan terlihat. Semoga gambar render dibawah ini dapat memberi kita gambaran sederhana. Lain halnya dengan Tesla, Mercedes-Benz telah menanggapi serius permintaan bagus dari konsumen, meskipun realisasinya berupa truk listrik, namun hal ini merupakan batu loncatan menuju Self-Driving Future Truck, berita selengkapnya dapat dibaca disini: Mercedes-Benz eTruck Akan Segera Direalisasikan.

Berbeda dengan pabrikan lain, Aston Martin (yang akhir – akhir ini cukup fenomenal terkait proyek kerjasama barunya dengan Red Bull Racing) tidak terburu – buru dalam menyiapkan self-driving car. Andy Palmer selaku Chief Executive dari Aston Martin mengatakan bahwa proyek kendaraan otomatis dari Aston Martin akan diperkenalkan pada Canadian International Auto Show, namun langkah yang mereka ambil tidaklah terburu – buru. Sepertinya Aston Martin ingin melihat respon pasar terlebih dahulu ketimbang melakukan gebrakan yang belum tentu berhasil.

“Jika ada lima langkah (0 merupakan tidak ada bantuan dari teknologi hingga 5 merupakan tahapan mobil mengemudi sendiri), langkah ketiga adalah ketika elektronik membantu Anda untuk berkendara tapi pengemudi masih dalam kontrol utama. Anda bisa mendapatkan tahapan tersebut relatif cepat. Saya akan berharap bahwa hal tersebut terjadi pada 2020-2021. Langkah berikutnya, yang membuat pengemudi bebas dari kontrol kemudi adalah era yang masih lama sekali. Saya pikir akan ada banyak sekali keributan dalam tahapan menuju langkah ke-5,” ujar Andy Palmer.

Aston Martin mengakui bahwa mereka merupakan perusahaan yang berorientasi terhadap keasyikan berkendara dan ingin senantiasa menciptakan driving oriented car. Namun bukan berarti mereka tidak memiliki minat terhadap mobil otomatis, mereka sendiri tengah mempersiapkan line-up self-driving car yang bernama Lagonda. Melihat dari desainnya Lagonda sangat elegan dan dimensinya panjang sekali. Dalam pelaksanaannya Aston Martin akan menunggu hingga teknologinya benar – benar siap, karena masalah keamanan dunia maya akan menjadi isu tersendiri, dan mereka tidak ingin konsumen menjadi korban akan ketidaksiapan mengemudi.

Indonesia? Hmm,…. mobil listrik? Tidak lulus emisi. Mobil hybrid? Pajaknya dikenakan mahal. Mobil otomatis? No comment deh. Tidak terbayang bagimana jalannya self-driving car di kota – kota besar, dengan infrastruktur dan environment yang sepertinya jauh dari kata mendukung, ditambah banyaknya perilaku-perilaku tidak wajar dari beberapa pengendara di jalanan Indonesia saat ini.

Jadi bagaimana pendapat Anda soal era mobil yang bisa berkendara sendiri? Akankah di masa depan tidak ada lagi kenikmatan yang bisa didapat dengan menjadi pengemudi? Dan apa harapan kalian apabila mobil otomatis ada di Indonesia? Sampaikan di kolom komentar ya!

Read Prev:
Read Next: