Samsung Buka Peluang Suplai Baterai Ke Hyundai

by  in  Berita & Hyundai & International
Samsung Buka Peluang Suplai Baterai Ke Hyundai
0  komentar

AutonetMagz.com – Hyundai dan Samsung. Yap, keduanya adalah raksasa asal Korea Selatan yang sukses di bidang masing – masing. Hyundai di bidang otomotif, dan Samsung di bidang elektronika. Lantas, bagaimana jikalau kedua raksasa tersebut bekerja sama satu sama lain untuk kendaraan listrik? Tentunya sangat menari.

Mengutip informasi via KoreaTimes, Vice Chairman dari Samsung Electronics, Lee Jae Yong baru saja bertatap muka dengan Executive Vice Chairman Hyundai Motor Group, Chung Euisun. Ini adalah sebuah momen yang langka, dimana keduanya bertemu saat bersama – sama mengunjungo fasilitas produksi baterai Samsung di kawasan selatan Seoul. Perwakilan dari kedua belah pihak menyangkal bahwa ertemuan keduanya membahas mengaenai bisnis ataupun persetujuan khusus. Malahan, keduanya mengamini bahwa pertemuan keduanya hanya untuk saling berbagi opini dan pemikiran mengenai isu dihadapi keduanya.

Sebelumnya, kedua perusahaan ini diperkirakan akan mengumumkan MoU yang tidak mengikat mengenai suplai baterai untuk EV milik Hyundai. Mengacu pada pernyataan resmi, Chung Euisun bertandang ke fasilitas produksi baterai di Cheonan, Provinsi Chungcheong Selatan untuk berbagi opininya terkait pengembangan teknologi, dimana akhirnya Chung bertemu dengan Lee dan berdiskusi mengenai unit baterai Solid State yang sedang dikembangkan oleh Samsung. FYI, Solid State Battery adalah baterai masa depan yang memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan baterai lithium ion yang kini diandalkan oleh pabrikan mobil untuk jadi sumber tenaga EV.

Nah, lantas mengapa pertemuan antara Samsung dan Hyundai ini menjadi penting? Sebenarnya, keduanya pernah bekerja sama, apalagi keduanya adalah perusahaan lokal di Korsel. Namun, kita perlu ingat bahwa keduanya sebenarnya juga rival mengingat keduanya punya divisi yang saling tumpang tindih. Samsung pernah terjun ke segmen otomotif dengan Renault Samsung Motors, sedangkan Hyundaijuga sempat memiliki divisi elektronika di tahun 1990-an sebelum terjadi restrukturisasi di tahun 2000-an awal. Untuk saat ini, mobil listrik Hyundai di-support baterai dari LG Chem, sedangkan KIA disokong oleh SK Innovation.

Menarik untuk menantikan bagaimana jikalau mobil listrik Hyundai nantinya ditenagai oleh baterai Solid State milik Samsung yang kabarnya bisa berjalan sejauh 800 km dalam sekali pengisian daya. Bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: