Salahkah Konsumen Jaman Now Menggemari SUV?

by  in Editorial
Salahkah Konsumen Jaman Now Menggemari SUV?
0  komentar

AutonetMagz.com – Sedikit mundur dari hingar bingar kemunculan New Toyota Avanza 2019 yang sudah viral sejak kemarin, ada sebuah pertanyaan yang muncul dalam benak kami beberapa waktu lalu. Berhubung adanya libur Natal dan Tahun baru, maka artikel ini pun baru muncul kali ini. Nah, pertanyaan yang muncul sama seperti judul yang ada di atas, “Salahkah Konsumen Jaman Now Menggemari SUV?“. Dan tentunya ada banyak jawaban dari sudut pandang yang berbeda – beda dalam hal ini.

Pada kesempatan ini, kami akan mencoba menarik ke belakang dan melihat gambaran umum mengapa banyak pabrikan yang lebih memilih untuk membangun sebuah SUV dibandingkan hatchback ataupun sedan dan mobil sport. Nah, keputusan ini jugalah yang akhirnya membuat banyak pabrikan banting setir dan membunuh varian mobil yang tak laris. SUV pun menjadi kambing hitam atas matinya jajaran mobil keren yang penjualannya tak tinggi. Namun tahukah kalian, bahwa sejatinya SUV juga menjadi penyelamat mobil – mobil kece yang masih dijual saat ini? Yap, termasuk Porsche dan Mazda.

Jadi, kalau kita bicara urusan produksi mobil, maka jelas tak semudah membalik telapak tangan. Ada studi, ada strategi, dan ada banyak pertimbangan yang mengikuti. Mitsubishi sebagai salah satu pabrikan yang dengan tegas mematikan eksistensi Mitsubishi Lancer dan beralih ke segmen SUV merupakan salah satunya. Tentunya Mitsubishi bukan satu – satunya. Lantas mengapa pabrikan melakukan hal ini? Jawabannya sangat sederhana, karena konsumen menyukai SUV. Lalu, mengapa mereka bisa mencintai SUV? Bukankah SUV bukan produk yang baru muncul sedekade terakhir?

Yap, pertanyaan itulah yang bergaung di benak kami. SUV bukanlah segmen produk baru, dan mengapa pesonanya bisa meningkat dalam satu dekade terakhir ini? Jawabannya adalah perkembangan teknologi. SUV adalah paket komplit yang menarik bagi calon konsumen. Dan patut kalian garis bawahi, tak semua konsumen mobil adalah seorang petrolhead yang perlu keasyikan berkendara sebagai bahan pertimbangan utama. Dan berhubung membeli mobil adalah sebuah kegiatan yang memakan uang yang besar, jelas calon konsumen akan melakukan studi terhadap kemungkinan mobil yang akan mereka beli.

Dan seperti yang kami sampaikan di atas, SUV adalah paket komplit yang menarik. Secara akomodasi, SUV jaman now sudah memiliki banyak variasi, mulai 5 seateri hingga 7 seater, yang bagasinya luas atau sempit, atau yang bagasinya rata pun ada. Secara kapabilitas, khususnya di Indonesia, SUV punya kemampuan yang lebih mumpuni untuk melibas jalanan yang kurang bersahabat. Lantas di sisi desain, jelas SUV punya kesan macho, namun tak sedikit yang juga punya kesan modern dan juga sporty. Perubahan inilah yang membuat SUV yang dulu identik dengan desain mengotak, limbung, dan susah bermanuver menjadi pilihan menarik sekarang.

Fitur pun tak kalah dengan segmen mobil lain, plus mesin bertenaga dan jelas paket inilah yang menarik bagi konsumen yang notabene membeli mobil untuk keperluan mereka, bukan untuk kepuasan diri mereka. Sekali lagi, pilihan tersebut diambil karena membeli mobil bukanlah sebuah hal yang murah, kecuali kalian setara Sultan. Jadi, jelas bahwa ada tawaran menarik dari sebuah SUV, dan itulah yang terus digenjot oleh pabrikan supaya produknya terus menerus laku. Larisnya SUV akan membuat pabrikan bisa terus hidup, dan mungkin di suatu waktu kedepan memproduksi mobil sport. Lihat saja Mazda dan Porsche, produk terlaris keduanya adalah SUV.

Dan karena larisnya SUV milik mereka, maka mereka bisa menghidupkan jajaran mobil sport mereka. Jadi, SUV tak melulu menjadi kambing hitam kepunahan mobil lejen di segmen lain, karena di satu sisi SUV juga menopang eksistensi mobil yang penjualannya lebih minim di merk lainnya. Lantas, apakah berarti kita harus menyukai SUV? Jelas tidak. Jika kalian petrolhead dan menyukai hatchback, coupe, ataupun sedan, maka tetaplah pilih apa yang kalian suka, asal duitnya cukup. Dengan begitu, eksistensi dari mobil kesayangan kalian juga tetap berlanjut, dan SUV yang disukai oleh banyak orang pun masih akan berperan membantu keuangan pabrikan.

Nah, itulah apa yang kami dapatkan dari brainstorming terkait pertanyaan yang jadi judul di atas. Kami paham pasti kalian punya pendapat lain, dan hal itu sah – sah saja. Silahkan berdiskusi di kolom komentar di bawah ini.

Read Prev:
Read Next: