Rolls-Royce : Kami Belum Minat Dengan Sistem Autonomous Saat Ini

Rolls-Royce : Kami Belum Minat Dengan Sistem Autonomous Saat Ini
0  komentar

AutonetMagz.com – Tidak susah untuk menyebut merek mobil apa saja yang ikut terjun dalam perlombaan meriset mobil autonomous dengan kemampuan self-driving alias bisa nyetir sendiri. Audi, BMW, Mercedes-Benz, Renault, Volvo, bahkan hingga produsen Jepang seperti Toyota atau merek Korea macam Hyundai kini sudah saling pamer teknologi menuju mobil yang bisa nyetir sendiri. Apa ada yang tidak mau ikut-ikutan dulu?

Ada, dan salah satu yang masih bisa menahan diri adalah Rolls-Royce. Akan tetapi, kalau kemarin Porsche bilang tidak mau ikut-ikutan ke teknologi autonomous dulu karena konsumen mereka masih senang bawa mobilnya sendiri, apa ini berarti konsumen Rolls-Royce juga senang bawa mobilnya sendiri? Tidak, malah justru kebalikannya, mereka tidak pernah berada di balik kemudi Rolls-Royce-nya. Tentu saja ada pengecualian buat versi 2 pintu seperti Wraith dan Dawn.

CEO Rolls-Royce, Torsten Müller-Ötvös bilang kepada Car and Driver kalau mereka sedang jaga jarak dari perang teknologi mobil autonomous. Mereka baru mau memakainya kalau sistem itu bisa benar-benar mengurus semua hal tanpa bantuan apapun dari pengemudi.”Penting untuk memahami kalau konsumen kami pasti punya supir pribadi. Bukan sebagian besar konsumen, tapi semua konsumen kami punya supir pribadi,”katanya.

Kalau pun tidak pakai jasa supir pribadi tetap, mereka bisa telpon seseorang untuk mengantar-jemput mereka, misalnya buat pergi ke Opera atau mengantar sang empunya dan teman-temannya ke sebuah acara makan malam. Itu hal kecil buat mereka, dan kami baru mau pakai teknologi self-driving kalau sistem itu terbukti effortless,” tambahnya. Iya lah, kalau sudah di level “The Spirit of Ecstacy, semua hal pasti jadi urusan kecil, apalagi soal supir-supiran.

Lagipula, memangnya buat apa membayar jasa supir kalau nanti ujung-ujungnya kebanyakan aktivitas nyetirnya dilakukan oleh mobilnya sendiri? Jadi sang supir hanya duduk dan usaha sekedarnya?”Itu tidak masuk akal, apalagi sebagai solusi langkah pendek. Konsumen kami tak mau yang begituan,” ucap CEO Rolls-Royce.

Untungnya, jika Rolls-Royce sudah siap dan ingin memakai teknologi self-driving kala sistemnya sudah terbukti andal dan effortless, mereka tak perlu terlalu banyak merepotkan diri lagi. Mereka tinggal telepon BMW jika sistem mereka sudah bagus dan berhasil di mobil-mobil BMW. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: