Porsche 911 (992) 2019, Generasi Kedelapan Simpan Rencana Besar

Porsche 911 (992) 2019, Generasi Kedelapan Simpan Rencana Besar
0  komentar

AutonetMagz.com – Tidak mudah membuat sebuah mobil sport yang nama dan nafasnya bisa awet selama 50 tahun lebih. Mobil-mobil seperti Ford Mustang, Chevrolet Corvette dan Porsche 911 adalah sedikit di antara mereka yang sudah berusia 50 tahun lebih. Sekarang, Porsche 911 yang sudah berusia 55 tahun resmi memperkenalkan generasi kedelapannya yang akan dikenal fans Porsche sebagai 992, namun boleh juga kok disebut Porsche 911 Model Year 2019.

Seperti biasa, bentuk asli Porsche 911 tidak boleh diutak-atik terlalu banyak. Bagi mereka yang menjunjung tinggi paham revolusi, desain 911 akan terlihat hambar dan tidak seru. Perlu diingat, gaya Porsche (dan beberapa mobil Jerman) adalah evolusi, khususnya jika pabrikannya sudah punya resep andalan, mereka tidak akan macam-macam dengan resep itu. Kalau mereka macam-macam, taruhannya adalah brand image dan fans setia mereka. Inilah Porsche 911, evolusi, bukan revolusi.

Seperti mobil lain, Porsche 911 berkode 992 ini sedikit membengkak daripada generasi 991. Panjangnya bertambah 20 mm dan tingginya bertambah 2 mm, sementara bodinya 45 mm lebih lebar. Lampu LED depannya seperti khas Porsche baru, 4 titik LED DRL dan 1 bohlam LED utama. Untuk varian Carrera standar, pelek depannya 19 inci dan belakang 20 inci, tapi khusus Carrera S, pelek depan jadi 20 inci dan belakangnya 21 inci.

Layaknya Porsche 918 Spyder, active air vent di bumper depan sudah disematkan dan kini kerjanya lebih optimal. Untuk pertama kalinya di Porsche 911, pintunya memakai handle pintu elektronik yang terbenam mulus dengan bodi saat ia “nganggur” dan menyodorkan diri keluar bodi saat pengemudi atau penumpangnya ingin masuk. Detail yang agak berlebihan sebenarnya, tidak ada masalah kok dengan handle pintu yang biasa.

Nah, yang mungkin jadi sedikit ganjalan adalah fakta bahwa Porsche 911 992 ini lebih berat 55 kg dibandingkan yang lama. Porsche bersedia merinci apa saja yang bikin tambah berat, dan jawabannya adalah : Struktur proteksi tabrakan baru dan bodi yang lebih besar memberikan bobot ekstra 12 kg, filter partikulat di sistem pembuangannya menambah 10 kg, lalu transmisi PDK 8 percepatan baru turut menambah 20 kg, sementara sisanya dari suku cadang lain seperti pelek.

Porsche terpaksa mengganti transmisinya demi mempersiapkan ruang bagi kehadiran Porsche 911 hybrid di suatu hari nanti. Selain girboks PDK 8 percepatan, varian manual 7 percepatan akan menyusul di esok hari. Di dalam spakbor depannya, ada sensor akustik yang bisa membaca saat kondisi jalanan basah dan akan menampilkan usulan ke driver untuk mengaktifkan mode Wet. Ya, pertama kalinya Porsche 911 punya mode Wet untuk jalanan basah.

Pada bagian belakang, buritannya kelihatan lebih montok berkat adanya ilham desain dari Porsche lain seperti Panamera dan konsep Mission-E. Lampu belakang LED yang melebar sengaja dipasang biar kesan lebarnya lebih kentara, dan kami suka knalpot belakangnya dengan bentuk serupa dengan kepunyaan 911 GT2 RS. Spoiler belakangnya kini 25 persen lebih besar, dan saat mencapai kecepatan 90 km/jam, ia akan naik 100 mm, tapi di kecepatan 150 km/jam, ia bakal naik 50 mm lagi.

Interior Porsche 911 kini dibuat lebih simpel dan minim tombol, namun adanya layar besar seperti milik Panamera dan Cayenne malah memberi bumbu futuristik. Sama seperti Panamera dan Cayenne lagi, panel tengahnya kini pakai panel piano black dengan haptic feedback untuk segala fungsi tombol. Di Panamera dan Cayenne sih okelah, tapi kalau di 911? Kami paham kalau begini lebih cantik, tapi pengemudi 911 pasti suka mengutak-atik mode dan panel ini bakal cepat kotor.

Lagi-lagi, Porsche mengambil detail dari model lain untuk disematkan ke Porsche 911 baru, yakni panel instrumen dengan takometer analog besar dan layar di kanan-kirinya. Pengemudinya bisa pasang sistem night vision kalau mau, dan di setirnya ada tombol Sport Chrono untuk mengganti-ganti mode berkendara, dan persneling PDK-nya kini lebih elegan dan imut. Oh ya, tidak bisa ganti gigi secara tiptronic lagi, harus pakai paddle shift kalau mau pakai mode manual.

Sementara di bagian buntut Porsche 911, masih ada mesin 3.000 cc flat 6 twin turbo yang mengalami revisi di turbo yang turbinnya kini berputar berlawanan arah dari sebelumnya, konon supaya boost-nya bisa datang lebih cepat. Pada Porsche 911 Carrera 4S, tenaganya kini 444 hp dan 0-100-nya cukup 3,4 detik saja, dengan top speed 304 km/jam. Sistem 4-wheel steering masih ditawarkan, termasuk opsi rem carbon ceramic Porsche yang dinamai PCCB.

Porsche sengaja memperkenalkan di varian S duluan dan bukan Carrera biasa, karena varian Carrera S lebih menarik bagi konsumen Porsche dan penjualannya juga lebih banyak. Jika di generasi 991 dulu ada pembeda visual bagi yang RWD dan AWD, maka sekarang antara versi AWD dan RWD tak ada pembeda visual lain selain emblem 4 di buritannya. Apa opinimu mengenai generasi baru Porsche 911 992 ini? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: