Porsche 718 Boxster Singapore Media Driving 2016: A Stylish and Improved Roadster From Porsche

Porsche 718 Boxster Singapore Media Driving 2016: A Stylish and Improved Roadster From Porsche
0  komentar

AutonetMagz.com – Setelah kami mengembalikan Porsche 718 Boxster S yang kami review kepada Porsche Indonesia,  tiba-tiba sebuah undangan masuk ke kotak surat kami untuk mencoba 718 Boxster sekali lagi, namun bukan di Indonesia, karena sekali lagi kami diperbolehkan menjajal kesempatan berkendara dengan Porsche di Singapura sekali lagi, setelah beberapa bulan lalu kami sempat berkendara juga dengan Porsche 911 disana.

Baca juga : Driving Impression Porsche 911 Carrera S

porsche-718-boxster-at-w-hotel-singapore

Kali ini, perjalanan kami dimulai dari W Hotel yang cantik, berlokasi di Sentos Cova yang masih masuk dalam lingungan Sentosa Island. Mobil-mobilnya diparkir di depan lobby, termasuk si 718 Boxster yang pastinya langsung jadi human magnet, karena terlihat beberapa turis yang mengabadikan gambar roadster cantik ini.

kunci-kontak-porsche-keyless

Instruktur kami, Karl menyerahkan kunci berwarna sama dengan warna mobilnya, sebuah treatment yang sama dengan Porsche 911 yang kami tes kemarin. Sekali masuk, mobil ini memang compact dan kecil, panjangnya saja tidak sampai 4,4 meter. Porsche 718 Boxster sangat ramah dengan mereka yang baru masuk ke dunia mobil sport, bahkan rekan kami dari The Jakarta Posts langsung tergila-gila setelah mencobanya.

2016-porsche-718-boxster

Saat dimensi ringkas Boxster dipasangkan dengan konfigurasi mesin tengah, mobil ini terasa lincah, dan karena sistem Electric Power Steering-nya datang dari Porsche 911 Turbo, mobilnya punya respons setir yang 10 persen lebih akurat dibanding Porsche Boxster sebelumnya.

porsche-singapore

Mari kita mulai jalan-jalannya. Nyalakan mesin, Felix selaku Product Planner Porsche sedikit melempar senyum dan berkata, ”Suaranya tidak jelek kan?”  Ya, saya hanya mengangguk, karena masih terdengar suara khas mesin boxer yang memang sudah lama dipakai oleh Porsche.

Perjalanan pertama kami adalah ke Marina Barrage, menyeberangi perhotelan Marina Bay yang sangat terkenal itu untuk sedikit Photo Session dan wawancara, karena saya mendapat kesempatan pertama untuk mencoba mobilnya.

driving-impression-porsche-718-boxster-at-singapore-by-autonetmagz

Porsche 718 Boxster yang tidak hanya kecil dan mudah dipakai, tapi saat kami coba gas pol mobil ini di tikungan hairpin yang panjang, mobilnya terasa sangat gesit dan akurat. Sepertinya mobil ini bisa membaca ke mana kami ingin berbelok, dan langsung menjawab dengan cekatan plus keseimbangan mumpuni dari mid-engined sportscar.

test-drive-porsche-718-boxster-singapore

Setelah sesi foto-foto, akhirnya tibalah jam makan siang, jadi kami mengikuti fotografer kami yang memimpin jalan ke restoran Nest. Lokasinya ada di dalam sebuah tempat golf terkenal di Singapura, yakni Laguna Golf Course, yang sering menjadi tuan rumah turnamen golf berskala internasional. Sepanjang jalan menuju ke sana, karena siang hari begitu panas dan terik, kami menutup saja atapnya.

porsche-718-boxster-s-soft-top

Suatu kejutan saat kami merasa peredaman suaranya bagus, namun masih bisa mendengar sayup-sayup suara mesin boxer turbonya. Untuk roadster soft top, peredaman suaranya jempolan.

Sesampainya di restoran, tim Porsche sudah mempersiapkan set makan siang bagi kami, dan nuansa yang disuguhkan begitu fantastis, karena kita bisa memakan makanan yang bercita rasa tinggi sembari melihat International Golf Course dengan mata kami sendiri, sebuah gaya hidup yang cocok dengan karakteristik Porsche 718 Boxster.

harga-porsche-718-boxster-price

Selesai mengisi perut, kami mencoba melanjutkan rute kami dengan bermodalkan bantuan GPS saja. Berikutnya, kami mencoba mendatangi bandara Selater, untuk melihat ada apa saja di sana. FYI,  Nest Restaurant ada di Singapura bagian tenggara, sementara bandara Selater ada di Singapura bagian utara, jadi perjalanan ini adalah perjalanan lintas Singapura.

porsche-media-driving-singapore

Setelah salah jalan dan memutar balik karena kesalahan saya, bukan kesalahan GPS, kami akhirnya sampai di bandara Seletar, Di situ, kami bisa menemukan jalanan yang panjang, landasan pacu pribadi serta aspal yang mulus. Nah, di sinilah kami bisa memacu si 718 Boxster S hingga maksimum….Tidak juga, tidak maksimum, karena kami harus tetap patuh kepada batas kecepatan yang ada disana (90 km/jam di tol, 50 km/jam di dalam kota).

test-drive-porsche-at-seletar-singapore

Padahal mobil ini bisa lari dari 0-100 dalam waktu 4,2 detik berkat tenaga 350 hp dan torsi 400 Nm yang lengkap dengan paket Chrono Sport.

Dari bandara Seletar, kami memutuskan untuk lanjut ke Lim Chu Kang Jetty, di sebelah barat laut dari Singapura. Perjalanan melintasi Singapura memang nikmat, jalannya mulus dan bagus, dan kami juga melewati kawasan industri Kranji di sana. Please, ini maksudnya buka Kranji di Bekasi, Jawa Barat ya. Nama boleh sama-sama Kranji, tapi wujudnya beda jauh.

top-speed-porsche-718-boxster-s

Sesampainya di Lim Chu Kang Jetty, sebagai satu dari sedikit pelabuhan tradisional yang ada di Singapura, kami bisa melihat langsung wilayah Malaysia di seberang pandangan mata kami, membuat kami sadar betapa dekatnya jarak Singapura dan Malaysia. Jalanan di sekitar area ini benar-benar bagus, tapi bukan secara kualitas, karena masih ada aspal yang berlubang di sekitar sini. Namun, jalanannya berliku dengan pemandangan yang masih indah dan hijau.

ngetes-porsche-di-singapura

Nah, barulah di sini kami membuka atap Porsche 718 Boxster S kami. Di sinilah baru benar-benar terasa terpaan sinar matahari, semilir angin serta suara mesin boxernya. Tapi ya itu, suaranya beda dengan mesin boxer 6 silinder lama, karena nada tinggi di rpm puncak 718 Boxster baru tidak sama dengan Boxster lama.

Dari Jetty terakhir tadi, kami pun mengakhiri perjalanan kami di Sentosa Island, berlokasi di bagian barat daya Singapura. Ini berarti kami sudah keliling Singapura selama 1 hari penuh. Saat kami sampai di Sentosa Island, kami memutuskan untuk membuka atapnya lagi., dan kali ini lebih cocok.

aerial-photo-porsche

Cuacanya lebih santai dan sejuk, pohon-pohon menjulang tinggi di sekitar, angin yang berhembus dan jalanan yang berliku namun tidak begitu ramai. Tidak lupa, para penumpang bus yang melihat kami sepanjang jalan menikmati mobil ini. Benar-benar pengalaman tak terlupakan.

Di akhir sesi ini, datanglah bagian yang paling susah kami lakukan : Mengembalikan kunci 718 Boxster S ini dan meninggalkan roadster cantik ini di lobi hotel. Jadi, apa kesimpulan mengenai roadster baru ini?

porsche-718-boxster-s-detail-features

Para engineer Porsche sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa, karena Boxster baru ini lebih cepat, lebih lincah, lebih sigap daripada pendahulunya, belum lagi bakat alami mobil bermesin tengah dan peredaman suara yang bagus dari mobil beratap kanvas ini, memberikan pengalaman yang tiada duanya. Catatan kecil, suara mesinnya tidak begitu memiliki nada tinggi, dan itu sedikit mengecewakan untuk sebuah Porsche.

rolling-shoot-porsche-singapore-by-autonetmagz

Namun kembali lagi, jika esensi utama mobil ini adalah menjadi sebuah roadster yang bisa dinikmati dengan membuka atapnya, menikmati matahari dan angin di jalanan yang berliku, susah untuk tidak menahan sensasi yang diberikan oleh Porsche 718 Boxster S ini. Apa pendapat Anda dengan Porsche 718 Boxster S terbaru ini? Sampaikan di kolom komentar.

Read Prev:
Read Next: