Geely Berniat Ambil Kepemilikan Lotus dari Proton

by  in Geely&International&Lotus
Geely Berniat Ambil Kepemilikan Lotus dari Proton
0  komentar

AutonetMagz.com – Sejak pertama kali merek Proton mampir ke sini, mereka selalu memamerkan “Lotus Ride & Handling” di setiap mobilnya, karena mereka adalah pemilik terbesar dari brand sportscar asal Inggris itu. Namun, beberapa rencana Proton ke depannya mungkin akan melepas kepemilikan Lotus dan artinya mencari pemilik baru untuknya, dan saat itu juga Geely melihat kesempatan emas ini.

Menurut spekulasi dari Road & Track, sebenarnya Geely sedang melihat untuk membeli merek mobil lain juga selain Lotus, dan jumlahnya banyak, namun belum diketahui apa saja. Jangan-jangan mau seperti VW Group nih yang punya banyak merek. Ah sudahlah, kembali soal Lotus, Geely tertarik karena mungkin mereka bisa mengandalkan kemampuan engineering Lotus jika Geely memiliki Lotus sepenuhnya, khususnya di kualitas pengendaraan dan handling.

Volvo-XC90-exterior-front

Geely – yang sekarang memiliki Volvo – membuktikan kalau mereka juga bisa membantu merek yang mereka naungi untuk meraih penerimaan publik yang baik via produk yang bagus. Volvo XC90 baru membuktikan Volvo telah berkembang pesat sejak dimiliki Geely melalui penjualan yang bagus dan produk yang bagus juga. Kontras sih kalau kia mengingat Geely Panda atau Geely LC Cross yang kualitas dan daya tahannya… Yah, begitulah.

Tidak hanya itu, Geely juga terbuka dengan metode-metode baru yang mungkin akan bikin gatal petrolhead garis keras, yakni Connected Car. Dengan merilis merek Lynk & Co dan meluncurkan model Lynk & Co 01 yang berbentuk SUV, ini adalah “Connected Car yang paling canggih saat ini” menurut Geely, karena memungkinkan ride-sharing platform yang mengizinkan pengendara mobilnya berbagi kepemilikan mobil dengan orang lain. Jadi, tidak ada kepemilikan mobil pribadi secara hakiki di mobil ini.

lynk-co-01

Induk Proton,  DRB-Hicom yang diwakili oleh CEO-nya, Datuk Seri Syed Faisal Albar mengungkapkan baru-baru ini bahwa mitra asing harus strategis, bisa bekerja sama dan mengerti dengan budaya Proton. Ada 5 pihak yang dikabarkan siap membeli saham Proton, namun DRB-Hicom sendiri mengusahakan agar saham terbesar tetap mereka miliki. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: