Peter Schreyer : Self-Driving Oke, Tapi Manusia Tetap Harus Mengemudi

by  in Hyundai&International&Kia
Peter Schreyer : Self-Driving Oke, Tapi Manusia Tetap Harus Mengemudi
0  komentar

AutonetMagz.com – Semakin ramainya merek mobil yang ingin memamerkan teknologi self-driving membuat bibir Peter Schreyer gatal dan ingin bicara. Jika ada yang tidak tahu siapa dia, dia adalah desainer top yang sekarang bercokol di Hyundai dan KIA. Kepada Business Insider, ia membagikan pandangannya soal mobil bermesin listrik dan mobil yang bisa self-driving. Dia melihat ada 2 hal di sini, yakni tantangan dan kesempatan.

“Mobil yang tidak punya mesin pembakaran dalam bisa didesain dengan proporsi yang berbeda,”katanya. Menurutnya, ini selaras dengan tantangan desainer tiap ada evolusi teknologi baru, misalnya bagaimana desainer mendesain setir yang harus muat airbag tapi juga keren atau mendesain kaca jendela samping yang bisa turun habis kalau power window dibuka. Ia juga memandang kalau mobil-mobil konsep yang ada sekarang terlalu fokus ke pamer.

Seharusnya jangan digembar-gemborkan, tapi presentasikan atau hadirkan dengan yang baik dan benar. Apa yang mendorong kita maju dalam industri permobilan adalah kemajuan teknologi,”katanya. Soal mobil self-driving, Schreyer susah untuk membayangkan mobil yang tidak punya koneksi dengan manusia. Ia beranggapan kalau mobil biasa dan mobil self-driving masih bisa hidup bersama di jalanan manapun di dunia ini.

Kami akan tetap pertahankan jok, setir dan pedal khusus buat pengemudi mobil untuk waktu yang lama,”katanya. Ia juga merujuk kepada KIA Stinger, salah satu hasil karyanya yang cakep bukan main untuk sebuah mobil Korea. Schreyer sendiri pernah dicegat polisi di Jerman saat membawa KIA Stinger, dengan dalih ingin memeriksa nomor polisinya. Ternyata itu hanya alasan yang dibuat-buat, sebab para polisi itu sebenarnya ingin melihat-lihat si Stinger. Wow…

Reaksi begini sering terjadi kok,”katanya.”Dulu kami membuat langkah perubahan kecil, tapi sekarang hal-hal baru cepat sekali datangnya, perubahan terjadi dengan sangat cepat,” jelas Schreyer. Ia tak terintimidasi dengan perubahan cepat ini, tapi malah menguatkan perannya meski memang dulu ia tak menyangka perubahan akan datang secepat ini.”Dengan begini, kita keluar dari zona nyaman dan dipaksa memikirkan solusi baru. Ini yang bikin asyik,”katanya. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: