Penjualan EV Diprediksi Akan Meledak Lebih Cepat, Seperti Internet

Penjualan EV Diprediksi Akan Meledak Lebih Cepat, Seperti Internet
0  komentar

Autonetmagz.com – Industri otomotif merupakan salah satu industri yang sangat dinamis. Apa yang terjadi saat ini di industri otomotif bukan hanya perubahan permintaan konsumen tetapi juga revolusi teknologi. Banyak produsen mobil tampaknya memilki sudut pandang ini dan dengan cepat bermain dalam kampanye “Electrified Mobility”. Demi mendukung cepatnya terwujud kampanye elektrifikasi, kematian mesin pembakaran dalam tampaknya menjadi alasan untuk mempercepat ketika para raksasa otomotif mengungkapkan rencana tidak hanya untuk memperlambat tetapi, adanya inisiatif keberanian untuk menghentikan produksi mesin pembakaran dalam.Kenapa ada keberanian dalam memprediksi bahwa EV akan mengaspal lebih cepat? Mari kita simak.

Keberanian Untuk Menghentikan Produksi Mesin ICE

General Motors mengatakan akan berfokus ke EV secara total pada tahun 2035. Ford mengatakan semua kendaraan yang dijual di Eropa hanyalah mobil listrik pada tahun 2030. Volkswagen menyatakan bahwa produknya 70% akan menjadi mobil listrik pada tahun 2030. Jaguar juga hanya akan menjual EV pada tahun 2025, sedangkan Lotus yang sahamnya sekarang dikuasai Geely akan menyusul untuk menjual EV tiga tahun kemudian. Di bawah payung perusahaan yang sama dengan produsen mobil sport, Volvo hanya akan menggunakan EV mulai tahun 2030. Walaupun penjualan mobil secara keseluruhan merosot secara seperlima selama pandemi virus corona, penjualan global mobil listrik pada 2020 naik 43% menjadi total 3,2 juta. Bisa dikatakan bahwa ini salah satu motivasi untuk memensiunkan mesin pembakaran dalam lebih dini.

Naik daunnya trend EV ini bisa dikatakan terinspirasi dari tren lainnya yang telah terlihat berkat revolusi di bidang teknologi yang mengubah kehidupan manusia selama-lamanya: internet. Di akhir tahun 90-an, orang-orang yang paham teknologi menggunakan PC untuk kegiatan online. Tapi ledakan penggunaan internet pada era milenium baru dibuktikan dalam angka yang melonjak drastis. Pada tahun 1995, ada 16 juta orang pengguna online. Pada tahun 2001, ada 513 juta pengguna online. Saat ini, ada lebih dari 3 miliar pengguna online di seluruh dunia. Dulunya, harga mobil listrik sangat mahal karena tingginya biaya untuk baterai. Namun, Madeline Tyson, dari kelompok riset energi bersih RMI yang berbasis di AS, mengatakan bahwa satu dekade lalu, biayanya mencapai 14,2 juta rupiah per kilowatt-jam daya baterai; sekarang menurun drastis menjadi 1,4 juta rupiah.

Dengan 5% mobil yang dijual secara global hari ini adalah EV, sepertinya kita bisa berada di permulaan kurva S. Namun, UBS memperkirakan bahwa jumlah penjualan EV akan meningkat menjadi 20% hanya dalam empat tahun, dan pada tahun 2030, kita akan melihat penjualan EV melonjak hingga 40%. Dari sana, 10 tahun ke depan, dapat diduga, hampir setiap mobil baru yang dijual akan menjadi BEV. Bisa dikatakan juga bahwa perwujudan kampanye eletrifikasi ini sama dengan kampanye pemerataan kualitas jaringan komunikasi yang lebih baik di seluruh dunia.

Bagaimana pendapat kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: