Mercedes-Benz C-Class Final Edition : Dandan Sebelum Berubah!

0  komentar

AutonetMagz.com – Salah satu model tersukses Mercedes-Benz di dunia dan Indonesia adalah Mercedes-Benz C-Class. Sebagai salah satu penopang penjualan, Mercedes-Benz C-Class kini sudah digarap versi terbarunya dan sebagai salam perpisahan generasi W205, Mercedes-Benz Indonesia ingin memberikan suatu seremonial. Hari ini (22/1) Mercedes-Benz Distribution Indonesia memperkenalkan Mercedes-Benz C-Class Final Edition.

Tersedia dalam varian Mercedes-Benz C200 Final Edition dan Mercedes-Benz C300 Final Edition, harga masing-masing kedua edisi tambahan ini adalah 920 juta Rupiah (C200 Final Edition) dan 1,02 Milyar Rupiah (C300 Final Edition), keduanya adalah harga sebelum pajak. Meski ini edisi perpisahan, unit ini tidak dibatasi jumlahnya dan bisa dibeli secara normal layaknya Mercedes-Benz reguler lain. Jadi, apa saja perbedaannya?

Kosmetik AMG Line

Mulai dari Mercedes-Benz C200 Final Edition, ubahan di luarnya lumayan. Jika C200 biasa memakai body kit Avantgarde, kini body kit itu diganti oleh versi AMG Line yang lebih sporty. Pelek pun diganti dengan desain dari AMG-Line dengan palang lima, sementara sisanya relatif tak berubah. Paling-paling di bagasi, kini C200 dapat bagasi otomatis yang bisa membuka dan menutup secara elektronik, sesuatu yang sebelumnya tidak ada di C200 waktu pertama kali meluncur.

Bagaimana dengan Mercedes-Benz C300 Final Edition? Karena standarnya C300 biasa pun sudah pakai body kit AMG Line, jadi perubahan bodi tidak terlalu nampak. Ubahan paling terlihat adalah pelek yang kini meminjam milik kakaknya, Mercedes-AMG C43. Gara-gara kehadiran pelek tersebut, mungkin orang yang matanya masih awam akan mengira ini Mercedes-AMG C43 Sedan. Bedanya dibanding C43, C300 Final Edition ini remnya bukan spek AMG dan knalpot belakangnya palsu.

Interior Sama Saja

Ubahannya benar-benar hanya kosmetik luar belaka, karena ternyata bagian dalamnya bisa dibilang tidak ada perubahan. C200 Final Edition masih pakai trim kayu, spidometer full LCD, wireless charging dan bisa parkir sendiri berkat fitur parking assist. Karena belum pakai sistem MBUX yang sama dengan Mercedes-Benz anyar lainnya, ia tidak merespon apa-apa saat kita bilang “Hey Mercedes”, tapi ia sudah bisa terhubung ke Apple Carplay dan Android Auto.

Naik ke C300 Final Edition, maka fitur-fitur tadi tetap hadir dengan sedikit tambahan ekstra. Sebut saja setir AMG, pedal AMG, trim kayu dengan open pore ash wood sehingga motif kayunya lebih terlihat, jam analog di konsol tengah, kamera 360 derajat, sistem tata suara Burmeister dan panoramic sunroof yang memanjang dari depan ke belakang.

Interior belakang juga relatif sama saja, di mana keduanya dapat AC belakang, tirai samping kanan-kiri, power outlet 12V dan armrest. Khusus untuk C300, ada tambahan AC belakang dengan pengaturan suhu dan kecepatan kipas (di C200 AC-nya tidak bisa diatur) dan tirai otomatis di kaca belakang yang tombol buka-tutupnya ada di konsol tengah. Apa opinimu mengenai dua edisi penutup ini? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: