Memperingati 40 tahun Anti-Lock Bracking System

Memperingati 40 tahun Anti-Lock Bracking System
0  komentar

AutonetMagz.com – Apa kalian sudah familiar dengan sistem ABS? Yap, Sistem pengereman dengan kepanjangan Anti-Lock Bracking System ya bukan ‘Asal Berhenti Syukur’. Tentunya kalian sudah cukup akrab dengan nama sistem ABS ini, toh sistem ini bukan lagi sistem keamanan untuk mobil mevvah seperti satu atau dua dekade silam. Namun,¬†Apa kalian paham dengan bagaimana sistem ini bekerja?

Sebelum melangkah kesana ada baiknya kita mengetahui dahulu bagaimana perjalanan ABS ini sampai tahap sekarang ini. Pertama – tama adalah sebuah pemikiran dimana sistem rem yang digunakan pada saat hard-braking tidaklah sanggup menghentikan mobil dengan sempurna.

Sempurna disini dalam artian mobil menjadi seperti benda bergerak di atas es dan sulit dikendalikan. Melalui pengalaman berkendara, ditemukan cara bahwa rem dengan cara dikocok (lepas-injak-lepas) dapat memberikan pengendalian yang lebih baik. Tercetus akan hal itu, 40 tahun yang lalu, kerjasama antara Mercedes dan Bosch menghasilkan sebuah  piranti ABS, tepatnya pada 22 Agustus pada W116 atau S-Class pada jamannya.

Bahkan pada saat 40 tahun lalu mereka sudah mampu membuat teknologi untuk memonitor pergerakan rotasi roda, jika dirasa terlalu cepat mengerem, sensor akan mengirim sinyal ke komputer untuk mengurangi tekanan pengereman, maka dari itu kejadian roda terkunci dapat dihindarkan. Oh, ya tidak butuh waktu yang lama bagi Mercedes, pada tahun 1981, ABS sudah menjadi opsi pada setiap mobilnya hingga pada tahun 1992 ia menjadi standar di semua jajaran Mercedes-Benz.

Soal ABS jaman now, mari kita pergunakan dengan bijak, sekali lagi tidak ada gunanya mobil kalian memiliki ABS jika kalian sendiri tidak sigap dalam mengedarai mobil, tujuan utama ABS bukan hanya untuk pengereman lurus bung, memang secara teknis, pada pengereman lurus, ABS dapat mengurangi jarak pengereman, namun lebih dari itu, kita diharapkan dapat mengubah posisi kendaraan untuk menghindari obstacle. Jika cara mengemudi kalian tidak defensive yang selalu melihat 2-3 mobil kedepan dan keadaan sekitar, yang ada malah memindahkan tabrakan ke arah lain bukan?

Lalu, soal kehebatan ABS dalam menghentikan laju tanpa menyebabkan selip, apakah ada kekurangannya? Bisa jadi, bagi yang tidak biasa, tekanan rem ABS yang naik turun dapat membuat kagok dan seolah membingungkan karena pedal kita bergetar, terutama pada mobil lawas yang ber-ABS, implikasinya, bagi yang tidak biasa, akan sulit membedakan apakah itu adalah kerja dari ABS atau piringan cakram yang sudah tidak rata.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah kemampuan ABS pada jalan berpasir dan kerikil, ABS bisa jadi bukan penyelamat bagi kalian yang suka offroad, pasalnya pada kontur jalan seperti itu, roda yang mengunci dapat membuat coakan kedalam permukaan, sehingga mobil dapat berhenti, lantas kalau ABS bekerja, efek pengereman karena menyangkut di dalam pasir akan hilang dan mobil sulit untuk dihentikan.

Sekian dulu dari kami, semoga 4 dekade keberadaan ABS dapat lebih menyadarkan kita akan pentingnya piranti keselamatan, pemahaman kendaraan dan cara kita membawa mobil itu sendiri. Apakah ada pengalaman ataupun hal yang terlewat soal ABS? Sampaikan di kolom komentar ya!

Read Prev:
Read Next: