Lomba Irit Suzuki Ertiga Smart Hybrid : Seberapa Irit Aktualnya?

Lomba Irit Suzuki Ertiga Smart Hybrid : Seberapa Irit Aktualnya?
0  komentar

Autonetmagz.com – Bertempat di Surabaya mulai 22 hingga 24 Juni 2022, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengadakan media test drive sekaligus lomba irit untuk line up terbaru mereka yaitu Suzuki Ertiga Smart hybrid yang baru saja diperkenalkan untuk umum. Media drive kali ini dimulai di dealer Suzuki Buana Trada (SBT) di daerah Kenjeran pada sore hari dan langsung menuju ke Batu, Malang untuk menginap. Secara total ada 7 unit Suzuki Ertiga Hybrid baru yang digunakan oleh awak media, dengan 4 mobil bertipe automatic dan 3 mobil bertipe manual, dan kami memutuskan untuk menggunakan tipe manual untuk mengeksplor lebih jauh fitur Mild hybrid yang disematkan di mobil terbaru Suzuki ini.

Libas Tanjakan, Dapat 18 kilometer / Liter

Perjalanan dimulai dengan menembus padatnya tol Surabaya – Sidoarjo ke arah selatan pada saat rush hour. Untungnya rombongan menggunakan pengawalan sehingga kami bisa mengeksplor kapan si-ISG (Integrated Stater Generator) aktif membantu kerja mesin. Yang kami temukan, terutama di jalan menanjak, ISG akan membantu kerja mesin ketika mendeteksi bahwa mesin kekurangan tenaga untuk melajukan kendaraan. Jadi, saat menanjak menggunakan transmisi manual, kami bisa menanjak dengan putaran mesin yang cukup rendah, tanpa sampai mesin mengalami stall (mesin mati). Padahal kondisi kopling dilepas sepenuhnya dan gas diinjak halus.

Perjalanan di hari pertama ditutup dengan tibanya di hotel El hotel Kartika Wijaya Batu, dan selama perjalanan kami sempat mencatat skor Fuel efficiency di MID sampai 18 km/liter dengan kondisi menanjak. Hari kedua dimulai dengan persiapan mobil untuk lomba irit, sebelum berangkat dari hotel, mobil diisi penuh menggunakan bensin Pertamax Turbo sampai tepi bibir, lalu disegel agak tidak diutak-atik selama perjalanan. Begitu juga dengan tombol AC yang disegel agar tidak dimatikan di perjalanan, sehingga seluruh mobil yang dites wajib menyalakan AC.

Lomba Irit, Capai 23,8 kilomter / liter

Perjalanan lanjut ke beberapa check point di kota Batu, dan Malang, seperti alun – alun kota, dan restoran untuk makan siang sebelum melanjutkan perjalanan ke Jembatan Suroboyo di Surabaya. Selama perjalanan, karena kami menggunakan transmisi manual, putaran mesin dijaga sebisa mungkin di bawah 2.000 rpm. Bahkan dalam kondisi jalan menurun, kami menetralkan transmisi untuk menghemat bahan bakar. Tercatat di dalam kondisi jalan tol yang lancar di daerah Pandaan, MID mobil sempat mencatatkan konsumsi BBM sampai 32 km/liter yang menurut kami cukup menakjubkan mengingat ini hanya sebuah Mild hybrid. Namun selepas angka tersebut, konsumsi bensin terus meningkat apalagi seiring masuknya kami ke dalam padatnya kota Surabaya.

Tercatat kami mengambil rute yang lebih pendek (namun lebih padat) dengan memberanikan diri menembus tengah kota Surabaya (Via Jalan Ahmad Yani, Urip Sumoharjo, ke arah Tunjungan) ke arah Kenjeran untuk mencapai check point berikutnya. Di check point berikutnya, yaitu di Jembatan Suroboyo, MID sempat menunjukkan konsumsi bbm sekitar 26-an km/liter yang menurut kami amatlah bagus mengingat padatnya rute yang kami tembus di paruh kedua perjalanan ini. Dan puncaknya pada saat pengisian terakhir, kami dapat mencatatkan konsumsi bensin di MID sekitar 23.8 km/l untuk total perjalanan sejauh 133 km.

Full To Full : 21,9 kilomter / liter

Setelah sampai di check point terakhir, maka tim SIS melakukan pengukuran manual, dan mendapatkan konsumsi bensin actual mobil kami sebesar 21.9 km/l atau ada penyimpangan pada MID sekitar 9-10% yang menurut kami amatlah wajar. Selama perjalanan kami merasakan bahwa pengaplikasian ISG justru sangat membantu Ketika dalam kondisi menanjak, karena dalam kondisi menanjak menggunakan transmisi manual, ISG akan membantu mesin untuk menanjak dengan input gas yang minim. Support dari ISG juga membuat minimum putaran mesin tetap terjaga, sehingga konsumsi bahan bakar tetap irit, namun mobil tetap mampu menanjak dengan baik.

Melalui trip ini kami jadi lebih penasaran ingin mencoba Suzuki Ertiga Smart Hybrid ini di penggunaan sehari-hari menembus macetnya kota Jakarta. Mengingat konsumsi bensin yang kami capai ini adalah menggunakan metoda ECO driving yang amatlah sulit untuk diterapkan di kondisi perjalanan harian. Namun capain konsumsi BBM di ajang ini sekaligus menunjukkan potensi mesin Suzuki Ertiga Smart Hybrid yang pada dasarnya sudah irit, dan dapat menjadi lebih irit lagi dengan cara mengemudi yang lebih Eco-Friendly. Jadi, bagaimana tanggapan kalian?

Read Prev:
Read Next: