Lamborghini : Girboks Manual Itu Barang Prasejarah, Kopling Ganda Adalah Masa Depan

Lamborghini : Girboks Manual Itu Barang Prasejarah, Kopling Ganda Adalah Masa Depan
0  komentar
lamborghini aventador sv red

AutonetMagz.com – Bagi kalangan car enthusiast seperti kami dan tentu saja anda, mungkin ada sedikit kekecewaan dan pertanyaan, kenapa lama-lama makin ke sini mobil-mobil sport tidak punya varian yang bertransmisi manual? Lamborghini bisa menjadi contohnya, karena saat Lambo Gallardo dan Murcielago masih dibuat, masih ada pilihan transmisi manual, tapi begitu era Lambo Aventador dan Huracan datang, transmisi berpedal tiga dihapus dari daftar pilihan.

Tak hanya bersedia menjadi contoh, Lamborghini pun bersedia memberi jawaban. “Perpindahan gigi yang kita lakukan tidak akan pernah secepat kopling ganda,” kata Stephen Winkelmann, CEO Lamborghini kepada Motor Authority, seraya bilang memang tidak ada yang pesan Aventador atau Huracan pakai girboks manual.”Memang tidak ada yang minta kok. Waktu saya bergabung dengan Lamborghini, kalau ada yang pesan transmisi manual, paling permintaannya sekitar 10%.”

interior lamborghini murcielago

Saking sedikitnya yang pesan, Winkelmann pun bilang,”Jika di lembar permintaan mobil di meja kerja saya ada yang pesan Gallardo atau Murcielago pakai girboks manual, itu pasti adalah sebuah kesalahan.” Sampai segitunya ya? “Dari sisi teknis, ini sudah batasnya untuk transmisi manual,” kata Maurizio Reggiani, kepala R&D Lamborghini. Batas apa yang dimaksud? Rupanya ada di masalah oper giginya, yakni soal koplingnya.

Ada apa dengan kopling? Jadi begini, makin besar torsi yang dihasilkan mesin, diameter kopling juga harus makin besar. Mobil-mobil Lamborghini sekarang mesinnya kan sadis-sadis, jadi kalau pakai transmisi manual, ditakutkan ukuran koplingnya tidak akan ringkas untuk dipasang ke mobil. Selain itu, bebannya juga besar, dan itu berimbas pada injakan pedal kopling yang super berat, bisa bikin betis kiri lebih kekar daripada yang kanan.

lamborghini-diablo-sv

“Ambil contoh Lamborghini Diablo. Diablo bertransmisi manual butuh beban sebesar 42 kilogram untuk menekan penuh koplingnya,” kata Reggiani.”Saat itu, kami mendapat banyak komplain dari pengguna, utamanya soal pelat kopling yang terbakar.” Itu baru di Lamborghini jadul, coba kalau di Lamborghini sekarang. Diklaim, beban yang dibutuhkan untuk menekan penuh kopling Lamborghini dengan tenaga dan torsi sekarang ini mencapai 70 kilogram. Pegel juga bro.

“Itulah konsekuensi dari berurusan dengan mobi bertorsi 600 Nm. Sekali-dua kali mungkin tidak ada masalah, tapi lama-lama pasti tidak tahan dan akhirnya masalah muncul lagi,” tambah Reggiani. Masalah yang dimaksudnya adalah gejala ndut-ndutan, seperti orang yang baru belajar mengendarai mobil transmisi manual. Tapi bukan berarti kopling ganda tidak ndut-ndutan, contoh nyatanya ada di Ford Fiesta dan Ecosport yang mengalami gejala itu di kecepatan rendah.

lamborghini huracan

Untuk itu, Lamborghini berpikir bahwa kopling ganda adalah opsi terbaik. Daripada memakai 1 kopling berdiameter besar, lebih baik pakai 2 kopling berdiameter standar dan dibantu kontrol elektronik yang membuatnya makin agresif tapi juga user friendly. Untuk sekarang, transmisi kopling ganda di Lamborghini bisa dijumpai di Lamborghini Huracan, sedangkan Aventador pakai girboks Automated Manual Transmission (AMT). Sama dengan Suzuki Karimun Wagon R AGS dong?

Penggunaan AMT pada Aventador adalah dengan pelat kopling tunggal, tapi desainnya termasuk bagus sehingga bisa berganti gigi dalam waktu 50 milidetik saja. Akan tetapi, desain girboks Aventador punya kekurangan besar saat Aventador harus berjalan santai di kecepatan rendah, karena sangat tidak nyaman. Bandingkan dengan McLaren 650S atau Ferrari F12 Berlinetta yang masih cukup oke dibawa pelan-pelan.

lamborghini aventador anniversario

Ke depannya, Maurizio Reggiani sedikit bercerita akan kehadiran suksesor Aventador yang digosipkan bermesin lebih ganas dan pakai transmisi kopling ganda. Bagaimana menurutmu soal pro-kontra transmisi manual vs kopling ganda menurut Lamborghini ini? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: