Jelajah Lombok Sekaligus Melihat Sirkuit MotoGP Mandalika Bersama Piaggio Indonesia

by  in Aprilia&Berita&Merek Motor
Jelajah Lombok Sekaligus Melihat Sirkuit MotoGP Mandalika Bersama Piaggio Indonesia
0  komentar

AutonetMagz.com – Pada tanggal 15 hingga 18 Desember 2019 lalu, Tim Redaksi AutonetMagz Bersama sekitar 9 media lainnya mendapatkan kesempatan mengikuti touring akhir tahun mengelilingi pulau Lombok Bersama PT. Piaggio Indonesia (PI) dan sekaligus mencoba beberapa line-up motor dari Piaggio Indonesia, seperti Vespa GTS 300 dan GTS150, Piaggio MP3, Aprillia Shiver yang baru saja diluncurkan, dan Moto Guzzi Bobber serta Moto Guzzi Roamer yang ikonik. Seperti apa perjalannnya? Ikuti terus artikel ini.

Hari Pertama

Nah, kali ini tim Redaksi AutonetMagz diwakili oleh @claudius Surya. Setelah berangkat subuh dari Jakarta, akhirnya kami tiba juga di Lombok, dan bertempat di Creazy Throttle Café, Mataram, perjalanan kami dimulai. Tim redaksi AutonetMagz pada kesempatan pertama ini mendapatkan unit Vespa Sprint 150 untuk dikendarai. Dan kesempatan ini merupakan blessed in disguise untuk kami, karena perjalanan menuju Rinjani Lodge di dekat gunung Rinjani sempat melewati beberapa jalan yang padat.

Alhasil, Vespa 150 cc kami masih dapat mengimbangi kecepatan konvoi yang didominasi motor-motor di atas 300 cc. Perjalanan terus menanjak sampai Rinjani Lodge dimana check point peristirahatan makan siang kami berada. Perjalanan yang didominasi oleh aspal mulus plus pace konvoi yang berkecepatan sedang sempat membuat kami agak mengantuk. Untungnya setelah dari Rinjani Lodge, tim redaksi AutonetMagz mendapatkan kesempatan untuk mencoba sang pionir skuter besar 3 roda, yaitu si Piaggio MP3 500, yang memberikan sensasi berbeda.

Menggunakan Piaggio MP3 memang membutuhkan pendekatan yang berbeda dari motor-motor kebanyakan, dikarenakan roda depan berjumlah 2. Artinya, traksi yang dihasilkan di sisi depan lebih baik, sekaligus sudut putar yang tidak selincah motor dengan 2 roda biasa. Selain itu, membawa Piaggio MP3 juga harus sedikit memperhatikan ‘racing line’ yang ingin kita lewati jika tidak ingin jalur motor melebar. Namun, dikarenakan traksi depan yang lebih baik, membawa motor ini jauh lebih ‘Pede’ untuk miring-miring merebah dibanding motor biasa. Sesampainya di Bukit selong yang sekilas mirip dengan Ayer’s Rock seperti di Australia, kami menuju ke hotel untuk menutup perjalanan di hari pertama.

Hari Kedua

Hari kedua, lagi-lagi diawali dengan bangun subuh untuk melihat sunrise di Bukit Selong, dan kali ini kami dapat kesempatan untuk mencoba si Vespa GTS 300 yang baru-baru ini diluncurkan. Surprisingly, motor ini menjadi teman setia kami di hari-hari berikutnya. Dari Hotel Nusantara di kaki Gunung Rinjani, kami melanjutkan perjalanan menuju Taman wisata Hutan Pusuk dan Sembalun yang dimana perjalanan menggunakan Vespa GTS300 ini sangat menyenangkan. Mengapa? Karena jalannya masuk ke hutan-hutan lindung yang hijau, teduh, namun penuh dengan kelokan-kelokan yang membuai.

Sepanjang perjalanan ini, memang konvoi beberapa kali berhenti untuk mengisi bensin, terutama untuk motor-motor berkubikasi besar seperti Aprillia dan Moto Guzzi, yang memang biarpun tankinya besar tetap membutuhkan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak. Perjalanan lalu dilanjutkan menuju ke desa Sade, yaitu sebuah atraksi wisata yang menampilkan rumah asli suku Sasak yang merupakan suku asli pulau Lombok. Setelah puas berfoto di desa Sade Bersama seluruh line-up motor-motor Piaggio group, perjalanan dilanjutkan ke site pengerjaan Mandalika MotoGP 2021, di Kuta Mandalika, atau bagian Selatan dari pulau Lombok.

Setibanya di lokasi sirkuit, memang kita bisa melihat dan merasakan langsung persiapan yang sedang dilakukan untuk mendukung pagelaran MotoGP 2021 Mandalika ini. Akses menuju Mandalika sudah dihubungkan dengan jalur beraspal mulus yang lebar, dan jalur-jalur penghubung yang didominasi oleh aspal mulus. Selain itu pengerjaan sirkuit sudah masuk ke tahap pembuatan jalan sirkuit yang akan digunakan untuk penghelatan event. Hanya saja kami belum melihat maraknya infrastruktur pendukung di sekitar Mandalika, seperti Hotel-hotel, restaurant, dan sarana pendukung lainnya mengingat pagelaran ini hanya dalam hitungan 1-2 tahun lagi akan digelar.

Dikhawatirkannya jikalau sirkuit sudah selesai-pun, orang akan lebih banyak menginap di daerah Mataram dan sekitarnya yang sudah lebih matang infrastruktur pendukungnya. Tapi kembali lagi, mari kita lihat dan tunggu saja perkembangannya, moga-moga saja semuanya bisa berjalan tepat waktu sesuai jadwal. Hari kedua ini ditutup dengan beristirahat di Novotel Lombok yang terletak di tepian pantai Kuta, dimana kita akan bersiap untuk keesokan hari untuk kembali ke arah Utara menuju Sengigi.

Hari Ketiga

Di hari ketiga, perjalanan dimulai tidak terlalu subuh seperti 2 hari sebelumnya, dan pace dari konvoi juga jauh lebih cepat. Alasannya karena kami menargetkan untuk tiba di pelabuhan Teluk Kombal di daerah Sengigi untuk menyebrang ke Gili trawangan yang merupakan tempat penginapan berikutnya. Rute hari ketiga ini sendiri merupakan rute paling seru dan menarik dibanding kedua hari sebelumnya, karena dari Novotel menuju ke Selong Belanak melewati Bukit Sengkol, didominasi oleh jalan berliku yang menantang kemampuan pengendara dan motor untuk melewatinya dengan mulus.

Ditambah rute selanjutnya menuju Sekotong yang melewati bukit dengan pemandangan teluk-teluk Lombok dan garis-garis pantai yang menakjubkan ditambah kestabilan Vespa GTS300 dalam menaklukan tikungan, tanjakan, bahkan tanjakan tapal kuda 180 derajat benar-benar patut diapresiasi. Semakin kami mencoba Vespa GTS 300, semakin kami mengapresiasi kestabilan dan balance dari motor itu sendiri yang benar-benar mudah dikendarai namun tetap stabil di kecepatan tinggi, istilahnya, handlingnya benar-benar dewasa.

Di sepanjang jalan dari sekotong menuju ke teluk Kombal di Sengigi, hujan pun turun, yang menjadikan turing kali ini benar-benar sempurna dalam artian, panas dingin, kering hujan, pantai gunung sudah dilewati oleh para peserta. Sepanjang perjalanan menembus hujan, peran serta ASR (Anti Slip Regulation) di motor-motor Vespa dan Piaggio group sangatlah terasa, karena sistem akan mengatur penyaluran tenaga ke roda belakang jika mendeteksi ada slip pada roda yang berpotensi mencelakakan pengendara. Jadi biarpun jalan licin, kestabilan dan handling Vespa masih terjaga berkat fitur ini.

Puncak perjalanan yang sekaligus sesi terakhir turing, tim Redaksi AutonetMagz sempat berkejar-kejaran dengan 1 unit Vespa GTS300 lainnya, sebuah Aprillia Shiver, dan sebuah Piaggio MP3 melalui tikungan-tikungan menantang di daerah Sengigi. Dan mengejutkannya, Vespa GTS 300 sama sekali terasa tidak inferior dibandingkan lawan-lawannya yang memiliki kubikasi maupun output tenaga yang jauh lebih besar, ini dikarenakan high end power dari GTS 300 masih lumayan (Nafasnya cukup Panjang) sehingga menaklukan tikungan-tikungan cepat di kecepatan 60-80 km/jam masih bisa dilakukan dengan mumpuni.

Kesimpulan

Turing kali ini ditutup dengan berangkatnya tim media beserta kru Piaggio Indonesia ke pulau Gili Trawangan untuk menutup hari, dimana pengalaman mencoba jalan di Lombok menggunakan line-up dari Piaggio Grup amatlah berkesan untuk AutonetMagz, terutama setelah mencoba Vespa GTS cukup lama di sesi turing kali ini. Kami benar-benar menyadari makna GTS di Vespa GTS, yaitu Gran Turismo Sport, dimana Vespa GTS sangatlah cocok untuk melakukan perjalanan jarak jauh ala-ala Gran Touring, dan tetap memiliki esensi ‘Sport’ sebuah motor GTS.

Jadi, apa pendapat kalian, kawan?

Read Prev:
Read Next: