CEO Honda : Kami Tidak Minat Ber-Aliansi, Karena…

by  in Berita&Honda&International
CEO Honda : Kami Tidak Minat Ber-Aliansi, Karena…
0  komentar

AutonetMagz.com Sebelumnya kami sudah membahas mengenai pernyataan anti-mainstream dari CEO Honda, Takahiro Hachigo mengenai pandangan pabrikan asal Jepang tersebut mengenai mobil listrik. Nah, kali ini ada jawaban official dari Hachigo-san mengenai alasan pihak Honda tidak mengikuti jejak beberapa rivalnya yang membangun aliansi. Yap, seperti kita tahu, sudah ada beberapa aliansi raksasa yang terbentuk, seperti VW Group, Renault-Nissan-Mitsubishi, hingga yang paling fresh akan menyusul adalah FCA-PSA. Lantas, apa alasan Honda hingga detik ini lebih senang menyendiri?

Takahiro Hachigo, president of Honda Motor Co., pauses during a news conference in Tokyo, Japan, on Monday, July 6, 2015. Honda’s new president pledged to improve communication, while downplaying the importance of chasing sales that was widely seen as contributing to quality problems at the automaker. Photographer: Tomohiro Ohsumi/Bloomberg *** Local Caption *** Shigehisa Takada

Jadi, Hachigo-san menyebutkan bahwa pihaknya hingga detik ini memang tidak berniat untuk membentuk aliansi, ataupun melakukan kerjasama berskala kapital dengan pabrikan lain. Hachigo-san menyebutkan bahwa alasannya sederhana, jikalau pihak Honda membentuk aliansi dengan merk lain, maka pihak lain akan memiliki ‘suara’ yang akan mencampuri keputusan yang diambil Honda. Efeknya, Hachigo-san menyebutkan bahwa Honda tidak akan bisa bergerak sesuai dengan apa yang diinginkan. Walaupun begitu, pihak Honda bukannya tidak membuka kesempatan kerjasama dengan merk lain.

Salah satunya adalah dengan General Motors (GM). Hachigo-san menjelaskan bahwa kerjasama dengan pihak GM adalah sebuah win – wincollaboration, bukan capital tie up ataupun aliansi. Baik Honda dan GM bekerja bersama untuk mengembangkan teknologi hydrogen fuel cell, dan komponen mobil listrik. Nah, pihak Honda sendiri diklaim Hachigo-san bisa survive dengan menerapkan kerjasama semacam ini. Jadi, disaat yang sama Honda membuka kesempatan untuk bekerjasama dengan pihak luar, namun juga berstatus independen tanpa ada campur tangan pihak luar dalam pengambilan keputusan.

GM-Honda Cruise Concept

Jadi, sudah jelas kan kenapa hingga detik ini Honda tidak beraliansi dengan merk manapun. Hachigo-san menambahkan bahwa selama jajarannya bisa mengajukan proposal ide baru, maka beliau pun percaya bahwa pihaknya terus bisa bertahan di segmen otomotif global di masa depan. Maka, bisa kita simpulkan bahwa kemungkinan Honda untuk membentuk aliansi dengan merk manapun cenderung kecil, setidaknya untuk saat ini. Bagaimanapun juga, kerjasama berupa aliansi memberikan keuntungan tersendiri bagi beberapa pabrikan. Contohnya, biaya R&D yang lebih terjangkau dan lebih cepat karena ditanggung oleh lebih dari 1 merk.

Jadi, apa tanggapan kalian, kawan? Yuk sampaikan pendapat kalian, kawan.

Sumber : AutoNews

Read Prev:
Read Next: