Inilah Kejelasan Nasib Changan Suzuki Setelah Suzuki Cabut Dari China

Inilah Kejelasan Nasib Changan Suzuki Setelah Suzuki Cabut Dari China
0  komentar

AutonetMagz.com – Sekitar dua bulan lalu kami sempat mengabarkan bahwa pihak Suzuki di China ingin keluar dari negeri tirai bambu tersebut untuk lebih berfokus ke pasar paling potensial mereka di bawah Maruti Suzuki di India. Nah, keluarnya Suzuki dari China sendiri nampaknya menjadi sebuah berita panas yang memang mengejutkan, karena seperti yang kita tahu, China saat ini adalah salah satu pasar paling potensial dan terbesar dalam hal otomotif di Bumi. Namun beberapa waktu lalu ada kabar mengenai produk dari Suzuki yaitu Suzuki Vitara Star Edition yang malah dirilis di China? Lho? Jadinya keluar atau nggak sih dari China? Nah, maka dari itu mari kita bahas mengenai hal ini.

Jadi, keluarnya Suzuki dari China tak bisa kita katakan sebagai sebuah kondisi yang sama seperti saat pihak Ford cabut dari Negeri Kita Tercinta, walaupun keduanya sama – sama menarik diri dari sebuah negara yang potensial. Kasus hengkangnya Ford dari tanah air diakhiri dengan penunjukan RMA Group sebagai pihak yang akan melanjutkan lisensi layanan purnajual dari Ford, sedangkan layanan sales ataupun penjualan pun putus pasca pihak Ford menyatakan cabut. Nah, kasusnya sedikit berbeda dengan pihak Suzuki di China. Di China, Suzuki beroperasi  dengan 2 perusahaan sebagai mitranya, yakni Changhe Suzuki Automobile Co. dan Changan Suzuki Automobile Co. Dan sesuai dengan peraturan di sana, pabrikan asing harus membuat sebuah perusahaan joint venture alias kongsian dengan pembagian saham 50:50 antara merk asing dengan pabrikan lokal. Dan hal ini terjadi di Changhe dan Changan.

Singkat cerita, kedua perusahaan JV ini sudah mengarungi pasar otomotif China sejak tahun 90-an, dan secara peforma, Changan Suzuki lebih unggul dibandingkan dengan saudaranya. Begitu keputusan pihak Suzuki hengkang dari China, maka jelas Changhe Suzuki yang penjualannya tak banyak pun ikhlas – ikhlas saja menerima, namun berbeda dengan Changan Suzuki yang basisnya sudah besar dan penjualannya cukup stabil, khususnya untuk Suzuki Ignis dan Suzuki Baleno. Ada kabar bahwa pihak Changan Suzuki mengajukan lisensi untuk tetap memproduksi dan menjual produk – produk dari Suzuki di China pasca pihak Suzuki menyatakan hengkang. Dan ternyata, dari rilis resmi di laman Suzuki Global pihak Suzuki pun menyetujui hal ini. Dalam rilis tersebut diutarakan bahwa pihak Suzuki melepas 50% saham mereka di Chongqing Changan Suzuki Automobile. Dari 50% saham tersebut, 40% merupakan milik Suzuki Motor Corp. dan 10% merupakan milik Suzuki China Investment Co. Ltd.

Nah, selanjutnya, 50% saham tersebut dialihkan untuk dimiliki oleh pihak Chongqing Changan Automobile. Pengalihan saham tersebut diprediksikan akan selesai dalam periode hingga akhir tahun 2018 ini, dan Chongqing Changan Automobile akan menjadi pemilik saham penuh dari Chongqing Changan Suzuki Automobile. Dengan kapabilitas tersebut, maka pihak Chongqing Changan Automobile akan mendapatkan lisensi penuh untuk memproduksi dan menjual mobil – mobil Suzuki di China, dan pihak Suzuki Motor Corp sendiri akan menarik para wakilnya yang menduduki posisi – posisi penting di Chongqing Changan Suzuki Automobile. Dalam rilis tersebut, petinggi Suzuki Motor Corp, Osamu Suzuki menyebutkan bahwa sekitar 25 tahun silam pihaknya sudah merilis Suzuki Alto di China, dan pihaknya sudah berjuang maksimal di negeri tersebut. Namun pergerakan pasar yang condong ke mobil berdimensi lebih besar membuat pihak Suzuki harus menempuh jalan ini.

Pihak Suzuki Motor Corp dan Chongqing Changan Automobile sendiri membentuk JV mereka pada tahun 1993, dan memiliki kontrak panjang hingga 30 tahun di tahun 2023. Dan lisensi yang didapat Chongqing Changan Automobile sendiri berlaku untuk 11 tahun ke depan. Changan Suzuki sendiri memiliki dua pabrik perakitan di distrik Banan, Chongqing yang memperkerjakan 3.400 karyawan dan memiliki kapasitas produksi mencapai 350.000 unit per tahunnya. Mengacu pada data tahun 2017, Suzuki sendiri berhasil menjual 114.000 unit mobil di China pada tahun 2017 silam. Jadi, bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: