Ini Jawaban Gran Turismo Sport Soal Dihapusnya Career Mode

Ini Jawaban Gran Turismo Sport Soal Dihapusnya Career Mode
0  komentar

AutonetMagz.com – Oktober ini, simulator balap Gran Turismo Sport sudah bisa dibeli dan dimiliki untuk para pengguna konsol Sony PlayStation 4. Semua terpesona dengan betapa realistik grafis yang ditawarkan, terutama saat berfoto-foto ria dengan beberapa GT Scapes yang disediakan. Sayangnya, jika Gran Turismo terdahulu memiliki Carrer Mode yang dinamai Gran Turismo Mode, GT Sport malah tidak punya menu itu sama sekali. Kenapa?

Tapi Gran Turismo Mode itu apa sih? Itu adalah mode untuk menikmati karir, di mana kita bisa menyetel mobil, mengoleksi mobil dan menjajaki level demi level untuk menyempurnakan karir dan pengalaman balapnya. Nah, di GT Sport, mode ini sudah sirna. Apa pasalnya? Nah, WCCFTech bertanya kepada Kazunori Yamauchi untuk mencari penjelasan akan hal ini di acara peluncuran Gran Turismo Sport di Italia.

Ketika orang berbicara tentang dihapusnya GT Mode, itu tidak sepenuhnya benar. Dalam arti sempit, bagian yang dulu disebut GT Mode sekarang disebut Mission Challenge. Ini adalah menu untuk pemain tunggal dengan berbagai jenis balapan, dari yang sangat pendek sampai yang sangat panjang, dengan peraturan yang berbeda, dan Anda bisa menyetel mobil yang Anda beli untuk berpartisipasi dalam balapan tersebut,” ungkap Kaz.

Puas? Tidak. Bagi yang sudah sering main GT, Mission Challenge tidaklah menantang seperti GT Mode. Memang bisa balapan di trek yang beda dan aturan yang beda, namun gregetnya hilang karena tidak ada jenjang karir atau tingkatan yang jadi target mereka. Akhirnya, Kazunori-san menjelaskan yang mungkin merupakan alasan sesungguhnya dari penghapusan GT Mode.

Sekitar 20 tahun lalu, ketika Gran Turismo pertama muncul, orang-orang tahu apa efeknya saat anda mengubah filter udara atau rasio kompresi mobil Anda. Tapi pemain baru tidak tahu akan hal itu lagi karena mereka tidak begitu tertarik dengan mobil, jadi kami telah menyederhanakan beberapa bidang permainan sehingga anda dapat melakukan hal yang sama persis dengan yang anda lakukan di masa lalu, namun Ini lebih user-friendly untuk orang-orang yang baru menyukai mobil,” jelasnya.

Kata-kata “Mereka tidak begitu tertarik dengan mobil” sedikit menyita perhatian. Jadi mungkin pemain baru GT Sport hanya mau seru-seruan dengan grafis dan detailnya tanpa mau tahu apa itu caster, camber, toe in/out, rasio kompresi, jenis kompon ban dan lain-lain. Kami tidak akan protes kalau ini game arcade, tapi GT bukan arcade, melainkan simulator. Seluruh pembalap Nissan GT Academy bisa jadi pembalap karena mereka tahu mobil, bukan karena mereka main tabrak-tabrakan.

Untuk sedikit menghapus kekecewaan karena hilangnya GT Mode, mungkin bisa mencoba online mode. Bisa lebih menantang karena yang akan kita lawan bukanlah AI, melainkan pemain sungguhan dari seluruh dunia. Selesai bermain GT Sport di online mode pun, kita bisa membuang-buang waktu dengan menjalankan simulasi fotografi GT Sport yang tingkat realismenya sungguh imba. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: