Honda : Robot Takkan Kuasai Aktivitas Produksi Mobil

Honda : Robot Takkan Kuasai Aktivitas Produksi Mobil
0  komentar

AutonetMagz.com – Agak lucu juga saat tahu ada pernyataan ini dari Honda. Bukan apa-apa, soalnya selain bikin kendaraan, Honda pun memiliki tim riset robotik yang bisa dibilang maju. Ada robot pintar Honda Asimo, gerobak cangcimen Honda Dream-Go Project dan robot Honda 3E-A18 (kenapa nggak pakai nama panggilan sih) yang didesain untuk jadi asisten berkemampuan emosional, sebab ia bisa menampilkan berbagai macam ekspresi dan merespon afeksi manusia.

Lalu, apa robot-robot bakal benar-benar menggantikan manusia di sektor produksi mobil? Kalau mobil self-driving sih, itu sudah jadi sinyal yang tertangkap perkembangan mobilitas manusia, tapi kalau produksi mobil? Sudah banyak robot yang menggantikan manusia untuk proses tertentu dalam produksi mobil. Selain karena alasan efisiensi – soalnya robot tidak mungkin mengeluh capek, sakit atau demo minta naik gaji – bisa juga karena alasan keselamatan.

Soalnya kalau (amit-amit) ada kecelakaan kerja yang melibatkan manusia, jatuhnya korban jiwa akan sangat mengerikan dan bisa jadi nilai merah di rapor pabrikan mobil. Lain cerita kalau yang jadi korban dalam kecelakaan adalah robot. Kalau robotnya cacat atau rusak, bodo amat, buang, ganti yang baru. Namun meski demikian, masih ada aspek-aspek yang vital yang akan tetap dikuasai manusia dan takkan bisa digantikan robot.

Honda termasuk salah satu pabrikan yang berpikir demikian. “Kami tidak dapat menggantikan insting sentuhan manusia dan indera manusia seperti penglihatan, pendengaran dan penciuman,” kata Tom Shoupe, COO unit manufaktur Honda Ohio dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg. Bagi mereka, keterampilan yang dimiliki manusia yang terlatih adalah aspek penting dalam proses perakitan dan pemeriksaan akhir. Sekali lagi, ingat, Honda juga punya divisi robotik.

Anda harus memiliki pengalaman dan timing,” kata James Erwin, seorang veteran Marysville berusia 47 tahun yang sudah bekerja selama 15 tahun. “Saya tidak berpikir robot bisa mengambil alih, mereka tidak memiliki ketangkasan manual atau penilaian yang kita miliki.” Selain Honda, Toyota dan Mercedes Benz punya pola pikir yang serupa, yakni mengoptimalkan kualitas dan manfaat adanya manusia di proses manufaktur mobil.

Bahkan Mercedes Benz sudah tergerak langkahnya untuk memperkerjakan lebih banyak manusia. Namun tidak semua pabrikan mobil punya prinsip seperti ini, misalnya Tesla yang mencoba masuk ke arah yang berlawanan dengan mengoptimalkan robot. “Anda benar-benar tidak dapat memakai manusia di lini produksi itu sendiri.Jika tidak, kecepatan anda akan turutn ke kecepatan produksi orang biasa,” kata Elon Musk pada bulan Agustus 2016 saat menjelaskan rencana otomasi finalnya, menurut Bloomberg.

Masih banyak orang di pabrik, tapi yang mereka lakukan adalah merawat mesin, mengoptimalkannya, mengatasi anomali, namun dalam proses produksi sendiri, pada dasarnya tidak ada orang,” lanjut Musk. Tesla memang punya visi yang lain dari Honda, Toyota dan Mercedes Benz, namun masih segar dalam ingatan soal beberapa masalah dalam proses produksi Tesla Model 3 sesuai target rilis, belum pula sanggup memenuhi kapasitas produksi.

Apa pun cara produsen mobil dalam memakai robot dan membuatnya selaras dengan lingkungan manusia, manusia harus bisa dan tetap memainkan peran vital untuk tahun-tahun mendatang. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: