Cuan Wuling Hongguang EV Tak Sampai 200 Ribu Per Unit, Rugi?

Cuan Wuling Hongguang EV Tak Sampai 200 Ribu Per Unit, Rugi?
0  komentar

AutonetMagz.com – Apa tujuan utama sebuah pabrikan otomotif memproduksi sebuah mobil? Untuk memberikan solusi bagi mobilitas masyarakat? Mungkin iya, namun bukan itu tujuan utamanya. Ingatlah bahwa brand otomotif adalah sebuah perusahaan yang berfokus pada bisnis, dan tujuannya adalah mencari keuntungan / profit, atau bahasa lainnya ‘cuan‘. Yap, keuntungan adalah sebuah hal yang harus diperoleh sebuah pabrikan otomotif, baik besar ataupun kecil margin profit yang ditetapkan. Yang menarik, ternyata Wuling menetapkan margin yang cukup kecil untuk kendaraan listrik murni mereka, Wuling Hongguang EV. Berapa? Tak sampai 200 ribu Rupiah per unit.

Margin Kecil + Volume Besar, Pasti Untung?

Sebenarnya, setiap pabrikan memang memiliki kebijakan masing – masing untuk menetapkan margin keuntungan dari produk – produk mereka. Untuk produk yang masuk di segmen volume maker, biasanya margin-nya memang tipis. Sedangkan untuk produk yang masuk di segmen khusus, atau niche market, biasanya margin-nya cukup besar. Nah, Wuling Motors ternyata hanya mendapatkan cuan sebesar 199 ribuan Rupiah atau setara 89 Yuan untuk setiap Wuling Hongguang EV yang terjual di pasar. Angkanya memang tergolong kecil, namun harus diingat bahwa Wuling Hongguang EV adalah produk yang berorientasi pada volume penjualan. Jadi, walaupun cuan-nya terlihat kecil, namun penjualannya masif, tinggal dikalikan saja. Sebagai gambaran, tahun ini Wuling Hongguang EV diprediksi bisa terjual sebanyak 400 ribu unit, setara dengan 50% dari target penjualan mobil di seluruh Indonesia tahun ini.

Jadi, apakah masalah selesai dengan angka – angka itu? Sepertinya tidak juga. Kalian tentu ingat bahwa Wuling memiliki kerjasama dengan GM dalam sebuah JV bernama SGMW. Nah, Wuling Hongguang EV sendiri berada di dalam naungan dari SGMW. Kalau kita mau mengalikan angka secara kasar, yaitu 400 ribu unit dikalikan 89 Yuan, maka angka yang muncul adalah 35,6 juta Yuan. Kalau dikonversi ke Rupiah akan menghasilkan angka 78 Miliar Rupiah. Angka yang terlihat besar untuk beberapa orang, namun tidak untuk sebuah brand mobil, khususnya GM yang beroperasi global. Lalu, kenapa pihak Wuling dan GM rela menjual mobil dengan cuan yang kecil dan jumlah banyak, namun keuntungan yang dihasilkan tidaklah besar? Tentunya mereka memiliki strategi tersendiri yang kami tidak tahu secara pasti. Namun, coba sedikit kita kulik bersama.

Misi Lain GM dan Wuling, Tiru Tesla?

Tahukah kalian bahwa apa yang dilakukan oleh GM dan Wuling sekilas mirip dengan apa yang dilakukan oleh Tesla? Tesla memasarkan beberapa produk mereka dengan harga yang terjangkau untuk sebuah mobil listrik, utamanya di Amerika Serikat. Harga yang ‘masuk akal’ itu digabungkan dengan teknologi yang modern, alhasil membuat sejumlah mobil Tesla seperti Tesla Model 3 laris manis. Nah, disanalah Tesla mengambil keuntungan, bukan dari profit per unit produknya. Ingatkah kalian bahwa sumber penghasilan terbesar Tesla adalah menjual credit yang mereka kumpulkan dari penjualan tiap produk EV mereka. Credit itu dijual ke brand otomotif lain yang tidak memiliki EV, sehingga bisa menutupi kekurangan penilaian mereka dalam hal polusi di mata Pemerintah. Sistem yang sama juga diterapkan oleh Pemerintah China. Dimana setiap Wuling Hongguang EV yang terjual menyumbang 2 Credit untuk SGMW.

Setiap nilai credit memiliki nilai 3.000 Yuan, yang mana bisa dijual oleh SGMW kepada brand otomotif lain yang belum memiliki EV. Mari kita buka lagi kalkulator, dan hitung prediksi credit yang diterima oleh SGMW melalui Wuling Hongguang EV tahun ini. Hasilnya, adalah 800 ribu Credit, yang setara dengan 2,4 Miliar Yuan atau 5,37 Triliun Rupiah. Ini baru angka yang besar, belum lagi ditambah dengan 78 Miliar di awal. Nampaknya, disanalah strategi dari SGMW dengan Wuling Hongguang EV. Bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: