Keuntungan Terbesar Tesla Ternyata Bukan Dari Jualan Mobil!

Keuntungan Terbesar Tesla Ternyata Bukan Dari Jualan Mobil!
0  komentar

AutonetMagz.com – Bagi kalian pecinta mobil listrik, tentu kalian tahu bahwa kiprah Tesla di tahun 2020 lalu sangat mengesankan. Tesla berhasil mencatatkan penghasilan yang besar, dan membuat founder-nya yaitu Elon Musk sebagai orang terkaya di bumi. Nah, apakah kalian pernah kepo, kenapa Tesla yang penjualannya masih belum sebanyak VW, Toyota, dan kawan – kawannya malah mampu membuat Musk menjadi orang terkaya? Apakah semuanya berasal dari penjualan mobil listrik? Eits, ternyata tidak.

Green House Gas Credit

Kalian tentu sudah pernah mendengar bahwa saham Tesla meroket beberapa waktu lalu. Bahkan, Tesla juga mencatatkan profit di tahun 2020 silam. Namun, pada kenyataanya, penjualan mobil listrik mereka bukanlah pemasok utama keuntungan Tesla. Jadi, salah satu sumber profit dari Tesla di tahun 2020 silam berasal dari penjualan kredit gas rumah kaca alias Greenhouse Gas Credit pada produsen mobil lain. Apa itu Kredit Gas Rumah Kaca? Jadi, ada sebuah peraturan di beberapa negara bagian di US yang mewajibkan sebuah pabrikan otomotif untuk lebih banyak menjual kendaraan tanpa emisi.

Jadi, batasan ini memaksa beberapa pabrikan yang tidak memiliki mobil listrik ataupun hanya sedikit memiliki model EV membeli kredit dari merk lain. Nah, Tesla adalah sasaran paling empuk, karena mereka hanya menjual mobil listrik saja. Dan ini terbukti dengan kerjasama antara Tesla dengan GM dan FCA yang membeli kredit Gas Rumah Kaca pada Tesla. Kalau ditotal, ada 11 negara bagian yang menerapkan regulasi ini di tahun lalu. Seberapa besar keuntungan Tesla dari kegiatan ini? Nyatanya cukup besar. Dalam 3 tahun terakhir, Tesla mampu mengumpulkan dana 3,3 Milyar US Dollar dari penjualan kredit tersebut. Sedangkan di 2020 saja, Tesla menghasilkan 1,6 juta US Dollar.

Tetap Fokus Pada Profit Penjualan EV

CFO dari Tesla, Zackary Kirkhorn menyatakan kepada CNN, penjualan kredit Gas Rumah Kaca bukanlah pemasukan yang berkelanjutan bagi Tesla. Tentunya pernyataan itu menunjukkan bahwa Tesla terus akan fight untuk mendapatkan profit dari penjualan mobil mereka. Nah, Tesla juga membuktikan bahwa kalaupun mereka tidak menjual kredit, profit kotor mereka masih ada di angka 5,4 Milyar US Dollar. Salah satu faktor koenci-nya ada pada pasar otomotif China yang terus berkembang. Ini menjadi sebuah pembuktian yang elegan bagi mereka yang beberapa tahun lalu memprediksi Tesla akan segera bangkrut.

Jadi, bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: