Chevrolet Spin Activ Versi 2018 Meluncur, Tapi Bukan di Indonesia

Chevrolet Spin Activ Versi 2018 Meluncur, Tapi Bukan di Indonesia
0  komentar

AutonetMagz.com – Masih ingat dengan sosok Chevrolet Spin? Yap, mobil yang sudah tinggal kenangan ini memang sudah lumayan lama meninggalkan pasar Indonesia, lebih tepatnya pasca pabrik GM Indonesia berhenti beroperasi. Lalu, apakah artinya Chevrolet Spin sudah mati eksistensinya di seluruh dunia? Tidak dong, karena pabrik perakitan dari Chevrolet Spin tak hanya di Indonesia saja, melainkan juga di  São Caetano do Sul, Brazil. Nah, kini Chevrolet Spin mendapatkan ubahan yang secara tampilan signifikan, yuk kita bahas.Para calon konsumen Chevrolet di Argentina sendiri kini mendapatkan angin segar dengan munculnya Chevrolet Spin Activ 2018 dengan tampang baru. Secara tampilan, Chevrolet Spin Activ 2018 ini kini sudah menggunakan bahasa desain yang sesuai dengan Chevrolet kekinian. Mulai dari grille, lampu depan, bumper depan dan belakang, velg yang lebih keren dan juga detail lampu belakang. Oke, kita mulai dengan sisi desain. Sisi depan merupakan ubahan paling masif di Chevrolet Spin Activ 2018 ini, sama seperti saat GM Korsel mengubah sosok dari Chevrolet Trax Facelift. Lampu utama yang dahulu berbentuk semi oval dengan ukuran besar kini sudah dipensiunkan, dan digantikan dengan lampu sipit yang sekilas mirip dengan Chevrolet Cruze ataupun Chevrolet Trax. Sayangnya lampu ini terlihat masih menggunakan lampu halogen.

Nah, bagian grille adalah bagian yang paling kami suka, karena ubahannya membuat tampang depan dari Chevrolet Spin Activ 2018 ini menjadi lebih keren, pas dengan lampu depannya yang juga lebih keren. Nah, bumper depan dan belakang serta add on ala crossover dilabur warna hitam, dan secara bentuk cukup oke dan terkesan muscular, walaupun side body moulding di pintu tak menambah cakep mobil ini. Chevrolet Spin Activ 2018 menggunakan velg baru yang menurut kami cakep dengan bentuk yang berkesan tangguh. Spion samping mobil ini juga dilabur warna hitam, sedangkan handle pintu masih menggunakan warna yang sama dengan warna body. Roof rail juga masih ada di Chevrolet Spin Activ 2018 ini, menemani antena model short pole. Oiya, jikalau kalian berharap ada lampu sein di spion, kalian harus kecewa, karena sein masih ada di fender.

Dan dari sisi samping inilah garis body Chevrolet Spin Activ 2018 terlihat masih mempertahankan model yang lama. Pindah ke sisi belakang, lampu belakang Chevrolet Spin Activ 2018 ini juga dibuat berbeda dengan versi sebelumnya, dan somehow kami melihat bentuk yang mirip dengan Wuling Confero S dan KIA Carens. Yap, nampaknya memang penggunaan lampu yang terpisah di sisi belakang body dan pintu bagasi ini memang menjadi tren, dan tak hanya di Indonesia saja, dan oleh karena itu komposisi ini membuatnya sekilas mirip dengan buritan dari saudaranya di China. Oke, sekarang kita bergeser ke sisi interior. Sisi interior sendiri sejatinya tak terlalu banyak berbeda dengan versi sebelumnya, dimana warna silver matte yang sebelumnya menjadi ornamen di interiornya digantikan dengan warna silver alumunium brush.

Perbedaan paling kentara adalah penggunaan panel instrumen yang kini jauh lebih dewasa dengan desain minimalis dan serupa dengan Chevrolet Trax. Selain itu, head unit dari Chevrolet Spin Activ 2018 ini juga berbeda, karena sudah menggunakan layar sentuh dan juga terlihat terintegrasi. Housing dari gear lever juga kini dibalut warna piano black yang jauh lebih elegan. Nah, Chevrolet Spin Activ 2018 yang akan hadir di bulan Juli 2018 mendatang di Argentina ini juga mengusung nama yang spesial yaitu Chevrolet Spin Activ7 yang merujuk pada 7 seater, karena sebelumnya hanya 5 seater. Untuk pilihan mesin, Chevrolet Spin Activ7 2018 versi Argentina akan menggunakan mesin lawas berkubikasi  dan 1.800cc ECO Flex bertenaga 111 hp dengan torsi 174 Nm dan Transmisi otomatis enam percepatan. Untuk konsumsi BBM sendiri mobil ini mencatatkan angka 10,3 km per liter.

Nah, kalau menurut kalian, apakah pantas jikalau nantinya Chevrolet Spin Activ 2018 masuk ke Indonesia? Yuk sampaikan pendapat kalian.

Read Prev:
Read Next: