Carlos Ghosn Akan Jadi CEO Mitsubishi Juga?

Carlos Ghosn Akan Jadi CEO Mitsubishi Juga?
0  komentar

AutonetMagz.com – Renault-Nissan Alliance yang sekarang menaungi Nissan, Renault, Datsun, Dacia dan Mitsubishisedang melakukan sedikit perbincangan di dalam tubuh mereka sendiri untuk merumuskan, apa yang akan mereka lakukan kepada Mitsubishi.Selain nanti mengenai seharing platform untuk beberapa mobil seperti Triton dan Navara, bagian kepengurusan merek juga dibahas oleh mereka.

Tersebutlah nama Carlos Ghosn yang dikabarkan oleh Automotive News Europe bahwa ia akan menjadi calon CEO Mitsubishi. Jika ini benar-benar terjadi dan beliau terpilih, maka Carlos Ghosn akan memimpin 3 merek sekaligus – Renault, Nissan dan Mitsubishi. Menurut Nikkei, Reuters dan Bloomberg, Ghosn sudah membicarakan ini dengan Osamu Masuko, COO Mitsubishi yang kemarin mundur setelah mengakui kesalahan Mitsubishi.

mitsubishi lancer models

Saat Renault-Nissan ditanya mengenai kebenaran rumor ini, mereka hanya bilang kalau itu tak lebih dari spekulasi belaka. Setali tiga uang dengan Renault-Nissan, Mitsubishi sendiri lebih memilih untuk tidak merespons berita ini dengan sepatah kata pun. Analis otomotif  SBI Securities, Koji Endo mengatakan bahwa setelah Carlos Ghosn meraih kendali di Mitsubishi, ia akan mampu untuk melakukan hal-hal yang dia lakukan di Nissan.

Seperti menggabungkan platform, pemotongan biaya dan bahkan menutup pabrik. Dalam rangka melaksanakan restrukturisasi besar-besaran seperti itu , Anda membutuhkan seseorang sekuat Ghosn untuk mendapatkannya, ” katanya.  Sementara itu, analis AlphaValue, Hans-Peter Wodniok, berkomentar: “Saya pikir dia sudah punya cukup kerjaan di Renault dan Nissan. Dia juga harus menghabiskan seluruh waktunya di dua perusahaan ini daripada mengambil pekerjaan lain di Jepang.

nissan-march-2017-side

Carlos Ghosn dijuluki sebagai “Le Cost killer” setelah mengambil keputusan radikal mengenai produksi mobil saat menjabat sebagai orang penting di Renault dan Nissan. Oleh karenanya, Nissan selamat dari kebangkrutan dan mereka bisa pakai 1 platform untuk banyak mobil, dan pabrik-pabrik yang tidak perlu akhirnya ditutup dan biaya operasional makin hemar. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: