BMW Rilis 730Li Bermesin 2.0 L 4 Silinder Turbo, Seri 7 Paling Rasional Saat Ini

by  in Berita&BMW&International
BMW Rilis 730Li Bermesin 2.0 L 4 Silinder Turbo, Seri 7 Paling Rasional Saat Ini
0  komentar
BMW-7-Series-G11-2016-front

Autonetmagz.com – Mobil-mobil seperti Mercedes Benz S-Class, BMW Seri 7 dan Audi A8 memang kadang bikin beberapa orang bertanya-tanya,”Untuk apa sedan begitu dikasih mesin besar? Toh bos yang duduk di belakang lebih suka santai daripada kebut-kebutan,” terutama jika sudah membahas versi kencang seperti S65 AMG, 760Li dan S8, karena supir yang mengendarai jadi bisa mengatur tenaga lebih dari 500 hp, sementara bos tetap di belakang.

Jawaban singkat, karena mobil-mobil tadi itu biasanya berat, maka butuh mesin-mesin besar yang tenaga dan torsinya bisa mengimbangi bobot bodinya yang berat dan membuat mereka berlari dengan lancar. Malu dong kalau sedan mewah nan ganteng sekelas S-Class, Seri 7 dan A8 larinya lamban? Tapi kadang ada saja konsumen yang sangat rasional, karena merasa tenaga dan torsinya tidak perlu besar-besar amat, yang penting cukup untuk menembus lalu lintas.

mesin bmw b48

Ada memang yang seperti itu, makanya kita punya mobil-mobil seperti Mercedes Benz S400 dan yang paling baru, BMW 730Li yang baru-baru ini diluncurkan di Turki. Tunggu dulu, mentang-mentang namanya 730Li, bukan berarti pakai mesin 3.000 cc, melainkan 2.000 cc 4 silinder dengan TwinPower Turbo berkode B48. Hm, sedikit curiga, jangan-jangan ini mesin yang sama dengan hot hatch MINI Cooper S? Ternyata sama lho.

Tenaga dan torsi yang dihasilkan cukup untuk sebuah sedan premium full size, yakni 258 hp dan 400 Nm. Dipasangkan dengan transmisi otomatis 8 percepatan buatan ZF, akselerasi 0-100 km/jam 730Li bisa 6,3 detik saja, alias hanya lebih lamban 0,8 detik dari 740Li yang kita dapat di Indonesia. Kecepatan puncaknya dibatasi pada 250 km/jam saja, konsumsi BBM-nya 17 km/liter dan emisi CO2-nya 134 g/km.

bmw 730li

Sebenarnya mesin 2.000 cc 4 silinder turbo ini sama dengan yang ada pada BMW 740e atau 740Le yang berjenis plug-in hybrid, tapi dengan pencabutan mesin elektrik, maka jadilah BMW 730Li. Fitur-fiturnya bagaimana? Pasti mewah dan canggih, tapi kami yakin akan ada beberapa fitur yang absen di varian termurah ini, entah apa itu. Tak menutup kemungkinan juga konsumen bisa memilih layanan BMW Individual untuk memesan 730Li-nya sesuka hati.

Selain untuk Turki, 730Li akan masuk ke pasar China juga, di mana konsumennya gandrung akan sedan premium full size tapi malas terbentur pajak mesin berkapasitas besar. Indonesia? Entahlah, kami belum pernah dengan konsumen BMW Seri 7 di sini minta mesin yang lebih kecil lagi dari 740Li bermesin 3.000 cc 6 silinder twin turbo di sini, atau sebenarnya ada ya? Bagaimana menurutmu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • petrolhead

    pendapat saya: pasar gak suka, karena konsumen BMW gak akan mau nanggung. biarpun mesin cc gede gak kepake maksimal, tapi kuereeen…

  • Alfian

    hanya lbh pelan 0.8 sec?? bagus banget itu mah.. pdhal lbh kecil 1000cc

    • Hillarius Satrio

      lebih kecil 1.000 cc, silinder kurang 2 dan turbo ilang 1.

      german engineering memang nggak ada obatnya

      • Indra

        Berarti indikasi kalo yg versi 3000cc sebenernya masih sangat potensial utk dikembangkan, paling tinggal utak atik seting ecu doang

  • Aryo Wicaksono

    seri tujuh empat silinder paling rasional? yang bener aja. Jeremy Clarkson pas E36 dulu aja nggak peduli sama pilihan mesin empat silinder karena tidak masuk akal. kalau seri tiga terbaru pake empat silinder turbo memang sudah diakui Om Clarkson bagus, lha ini bisa beli seri tujuh tapi nggak bisa beli bahan bakar? Aneh.

    • M Qaidi Barak

      Bukan begitu bos, jaman sekarang banyak orang concern sama ramah lingkungan utk nekan pemanasan global. Jadi ramah kantong itu cuma bonus, tujuan utamanya untuk nekan penggunaan bbm, demi mengurangi buangan polutan.

      • Aryo Wicaksono

        mesin turbo mah lulus uji emisi gara-gara standar tes NEDC (New European Driving Cycle) yang pertama kali dibuat tahun 1970 dan terakhir diperbarui tahun 1990 mensimulasi pengemudi nenek-nenek yang lambat sehingga turbo tidak sempat berputar selama tes dan mesin menjadi ramah lingkungan seperti mesin kecil. kalau polusi penggunaan sehari-hari mah tetap tinggi karena turbo berputar. BSFC (brake specific fuel consumption) mesin tanpa turbo sekitar 0.45 lbs/hp sedangkan mesin turbo modern lebih boros, bisa sampai 0.65 lbs/hp. kan tahun lalu mesin kompresi tinggi tanpa turbo Mazda Skyactiv berdasarkan survei di AS terbukti paling hemat dan ramah lingkungan. Sekarang mah turbo dipakai para penjual untuk bikin iklan aja, tapi aku tetap suka mesin turbo yang sudah legendaris seperti rb26dett, 2jz, 4g63t, sr20det, 3sgte, ecoboost 1000 cc dan twinair.

        aku bukan seorang bos. aku mah hanya sekedar numpang lewat saja. 🙂

  • Shark Owner

    hebat ya teknologi sekarang 2.000cc 4 silinder di sedang segambrot itu bisa 6,3s, dulu Hiu 2.500cc V6 padahal cuma mid sedan dapet 8s aja udah bagus banget

    • Astaga

      ente pengguna galant hiu ya? wkwkwk

  • Ismail Fikri

    pas lah buat org indonesia yg demen mobil mahal tp ogah bensin boros :v