Bengkel Modifikasi di Bandung Ini Rancang Replika Bodi Ferrari Enzo dan Lamborghini Aventador yang Cukup Akurat!

Bengkel Modifikasi di Bandung Ini Rancang Replika Bodi Ferrari Enzo dan Lamborghini Aventador yang Cukup Akurat!
0  komentar
replika-ferrari-enzo-dan-lamborghini-aventador

AutonetMagz.com – Sudah banyak orang yang membuat replika supercar berbasis mobil tertentu, dan di Indonesia beberapa orang mulai ikutan. Daripada dibilang replika, mungkin lebih tepat kalau dibilang modifikasi biar mirip supercar. Dari sedikit bengkel modifikasi yang bisa membuat konversi bodi ekstrim seperti itu, saya menemukan satu di Bandung. Nama bengkelnya Ron’z Modifikasi, terletak di daerah Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat.

Awalnya sih saya tidak menyangka kalau di Cibaduyut ada bengkel seperti ini, karena yang terkenal dari Cibaduyut itu ya alas kaki. Lebih kaget lagi saat mengetahui ternyata lokasi bengkel ini agak tersembunyi dari jalan utama, bahkan tidak ada papan nama bengkelnya. Apalagi di sekitar bengkel ini notabene adalah daerah persawahan.

bengkel-modifikasi-replika-supercar

Setelah datang untuk melihat-lihat sebentar, saya disambut oleh Roni, pemilik bengkel modifikasi ini yang juga memiliki bisnis jual beli mobil. “Awalnya modifikasi ini hanya hobi saja, tapi karena menurut teman-teman hasilnya bagus, jadi saya seriusi dengan bikin bengkel ini. Dulunya lokasi di Margahayu, tapi sekarang saya pindahin ke sini,” katanya sembari menjelaskan bagaimana asal mula proyek bengkel ini dicanangkan.

Kebetulan, saat itu ada satu mobil yang sedang dikerjakan. Roni bilang, aslinya ini adalah sebuah Peugeot 405, namun pemiliknya ingin mengubah bodi mobil sedan Prancis itu supaya lebih eye catching saat dipakai di jalanan sehari-hari, bukan untuk kontes atau apa. Tadinya saya kira ini model Lamborghini Murcielago yang dipermak dengan sentuhan personal, tapi beliau langsung menyanggah dan menunjukkan sumber inspirasinya, yakni foto di bawah ini.

lamborghini ev concept

Bukan konsep official Lamborghini memang, hanya render 3D buatan fans Lambo. Berbekal gambar tersebut, Roni menguliti bodi Pug 405 dan membuat bodi Lamborghini tersebut dengan bahan pelat. Tidak tanggung-tanggung, Pug 405 yang aslinya bermesin depan dan FWD sekarang berubah haluan menjadi bermesin belakang dan RWD.

mesin-mitsubishi-galant-vr4-v6-twin-turbo-replika-lamborghini

Mesinnya diganti dengan mesin 6A13TT kepunyaan Mitsubishi Galant VR4, 2.500 cc V6 twin turbo. Itu mesin yang kuat, sanggup dipompa sampai 800 hp, tapi sepertinya untuk kasus satu ini tidak butuh lah ya tenaga sebesar itu, tenaga 276 hp standarnya sepertinya sudah cukup. Saat saya datang, mesin sudah bisa dinyalakan dan mobil sudah bisa bergerak maju-mundur.

replika-lamborghini-concept-basis-peugeot-405

Hasil konversinya memang belum selesai, tapi kelihatan menjanjikan sejauh ini. Ada satu-dua detail yang missed sejauh saya melihat, meski nampaknya masih bisa dirapikan lagi oleh tangan-tangan pekerjanya. Hasil bisik-bisik dengan Roni, proyek ini sudah berjalan selama setahun dengan budget sekitar 350 jutaan sudah digelontorkan pemilik Peugeot 405 itu.

interior-replika-lamborghini

Karena replika mobil konsep Lambo itu tidak ada foto interiornya, bagian dalam belum digarap sepenuhnya oleh Roni. “Untuk sekarang kita fokus ke eksterior dulu, kita bakal buat semirip mungkin sama konsepnya. Soal interior dan mesin, itu mungkin bukan fokus utama kita saat ini,” katanya. Terlihat, setirnya saja masih bawaan Peugeot.

replika-ferrari-enzo-door-open

Berlanjut dari Peugeot 405 tadi, saya menyimak ada bodi replika Ferrari Enzo dan Lamborghini Aventador yang kelihatannya cukup akurat, hampir mirip aslinya. Mekanisme pintunya saja mirip dengan Enzo dan Aventador yang asli. Di sekitar mobil itu, ada mainan remote control berbodi Ferrari Enzo dan Lamborghini Aventador. Dari situ saya menduga, mungkin modelnya mengacu pada mainan itu. Ingat, itu hanya bodinya ya, tidak ada interior atau mesin dan tidak berbasis mobil apa-apa.

Saya bikin yang dua itu (Ferrari Enzo dan Lamborghini Aventador) untuk iseng saja, tapi ternyata ada customer yang tertarik. Yang replika Lamborghini Aventador baru dibeli oleh seorang perempuan seharga 370 juta Rupiah,” katanya. So far, saya melihat bentuknya cukup mirip dengan aslinya.

replika-lamborghini-aventador-di-bandung

Menurut saya, asal detailnya diperhatikan semisal pakai pelek dan rem besar, knalpot besar, cover mesin ala Lamborghini yang rapi dan diseriusi lagi, saya yakin 90% bakal mirip antara Lamborghini Aventador Superveloce buatan Sant’Agata Bolognese asli dengan Lemburghini Avanzadhor Superveloz SuperKW buatan Sant’Cibaduyut Bandungnese ini.

interior-replika-lamborghini-aventador

Kita semua mengerti, usaha pembuatan mobil replika tak akan lepas dari cibiran orang, apalagi kalau hasilnya tidak rapi. Komentar seperti,”Ngapainabis segitu banyak buat bikin ginian, mending beli mobil baru” , “Ah, nggak rapi nih,” dan cibiran-cibiran lainnya yang kadang tidak enak didengar. Tapi, Roni menyikapi cibiran tersebut sebagai kritik yang bermanfaat untuk ia dan bengkelnya.

replika-lamborghini-aventador-belakang

Kita anggap semua itu sebagai masukan untuk kita, supaya bisa lebih rapi dan baik lagi ke depannya,” katanya. Kita sudah lihat sisi negatifnya, sekarang lihat sisi positifnya. Andai usaha seperti ini tetap diseriusi, bukan tidak mungkin menembus pasar dunia. Bisnis replika supercar itu ada pasarnya lho, contohnya di industri perfilman.

Daripada sayang menghancurkan supercar asli seharga miliaran rupiah di film action, mending hancurkan replikanya saja yang harganya bisa 10 kali lipat lebih murah. Contoh nyatanya ada di film Need For Speed, di mana mayoritas mobilnya adalah replika.

need-for-speed-mobil-supercar

Ketahuan kok kalau itu replika, soalnya di film itu dlihatkan kalau Dino bisa membuka kaca Lambo Sesto Elementonya pakai power window. Sesto Elemento yang asli kan tidak punya power window. Belum lagi Bugatti Veyron Super Sport itu jelas palsu, karena tidak punya side vents di dekat pintunya. Lykan Hypersport di Fast and Furious 7 juga replika, diklaim aslinya itu adalah sebuah Porsche Boxster.

Saya sih juga mau kalau misalnya mobil replika saya dipakai untuk film. Jika ada produser film yang mau memakai replika saya, saya akan buatkan yang terbaik, saya juga berminat ke arah situ (bisnis replika supercar buat film),” kata Roni. Bagaimana menurutmu tentang modifikasi replika supercar buatan Sant’Cibaduyut Bandungnese ini? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • Rafli Santosa

    keren2 banget replikanya coba bikin replika Lykan Hypersport

    • Sasuke NGK

      kalo bisa sekalian BMW i8, Lexus LFA, LaFerrari, sama Nissan R35 GTR. hahaha…

  • zul ari

    wow…replika lamborghini aventadornya memang hampir mirip aslinya

  • Rafi M. P.

    Replikanya akurat sekali, pasti dibikin dengan passionate tinggi. Ayo promosi biar sampai ke perusahaan perfilman Indonesia, maju terus Ron’z Modifikasi!

  • Drex

    Gak cuma utk properti film aja, sebenernya gw rasa malah celah kesempatan Indonesia di industri otomotif justru ada pada segmen mobil sports eksotik yg hand-made alias super limited. Coba liat bbrp produsen mobil sport eksotik dr Inggris, Denmark, Belanda, Swedia dsb yg skalanya jg kecil. Tp utk awal, yg realistis bikin aja mobil2 sport yg kelas menengah tp limited. Jgn saingan sm Lambo dll itu dululah hehe. Itu lbh masuk akal drpd malah ujug2 gak punya dasar industri massal kok mau langsung saingan sm Toyota, Honda dll itu. Gw yakin kita punya craftmanship yg cukup, buktinya ini kan ada. Cuma mmg gw setuju sm Hillarius, kalo harus ada yg mampu merealisasi penampilan akhir dg detail2 yg benar2 bagus dan gak aneh. Lalu hrs ada jg sumber daya yg skill teknikalnya bagus (Bukannya di Bandung banyak ya hehe). Bikin brand yg keren, desain keren…harga gw rasa bisa tinggi krn eksotik dan limited beneran kan. Bukan gak mungkin qty puluhan awal bs habis dibeli org2 kaya Indonesia dulu utk start-upnya.

    • pescarolo

      Kalo mau bikin mobil eksotik beneran kita tuh udah bisa mulai sebenernya. Modalnya konsep yang kuat, punya brand terdaftar, sedikit keahlian dan pengetahuan teknis, dan yang paling sering dianggap sepele: kemampuan presentasi dan negosiasi yang baik (ngelobi birokrasi dan investor). Untuk eksekusinya ga perlu 100% buatan Indonesia, yang penting konsep dan brand nya punya kita. Tiru aja Pagani sama Apple. 95% komponen Pagani Huayra itu bahkan bukan buatan Italia, boro2 buatan pabrik Pagani nya sendiri. Tapi pas dijual, yang keluar tetep aja: Pagani Mobil Italia. Apple juga sama, ttep aja produk Amerika.

      • farid

        setuju amat,jangan kejar kandungan lokal untuk suatu barang/produk karena alasan nasionalisme,tiru proton dulu pertama kali produksi massal mobil pertamanya yaitu proton saga dgn pake lisensi dari mitsubishi,walau awalnya perusahaan otomotif baru me”rebadge” mobil dari pabrikan yg udah besar,namun kemudian karena kemampuan produksi,RnD,dan SDM yg berkembang maka perusahaan tersebut bisa mengembangkan enginering dan teknologi secara mandiri,malah bisa mengakuisisi perusahaan otomotif luar buat jadi mitra untuk meningkatkan citra perusahaan.contohnya lotus punya proton,volvo punya gelly dan jaguar land rover punya tata motor

        • Drex

          Yoi, kl komponen2 bahkan mesin mmg udh pasti gak harus bahkan baiknya ambil dr luaran, Yg penting mmg brand dan design yg kreasi sendiri. Racikannya aja yg sendirilah. Design+teknikal yg jumlahnya cukup utk men-‘justify’ kalo layak disebut produk sendiri. Ariel Atom aja kan pake mesin Honda. Dan msh buanyak nyak nyak lagi pabrikan kecil mobil sport yg spt ini. Malah semua mungkin? Udh gak jaman mmg semua2 bikin sendiri. Yg penting scr teknis bagus, design bagus, brand keren, tampilan gak aneh. Mnrt gw yg susah itu mmg faktor image…krn produk spt ini butuh semacam ‘cool factor’ agar produknya menggugah scr emosional di pikiran calon pembeli. Cool factor nya Indonesia apa ya hehe. Jalanan aja kondisi kyk kacau balau hehe. Apa malah bikin SUV eksotik aja hehe, yg malah kekinian kyknya..Dan kondisi ancur2an kyk Indonesia lbh cocok dg image outdoor/SUV. Hehe.

  • pescarolo

    sebenernya 80-90% orang beli supercar emang buat gaya2 doang sih. mendingan bikin replika gini kalo buat mancing mata orang doang mah. paling kelebihan supercar beneran selain larinya itu standar keamanan. yaa gaya2an mah ngapain ngebut lah? heheh

    • Sasuke NGK

      betul juga bro, apalagi buat ngirit duit (buat yang gak kecapaian beli sportscar). wkwkwk

  • Victor Adonis

    wah keliatannya akurat n detail hasilnya,kalau usaha ini di kembangkan bisa2 10 tahun lagi mulai booming orang beli mbl kayak begini dibanding mobil baru apalagi anak2 muda. Bang Hilsat kalo bisa liput lagi ya hasil akhirnya,penasaran hehehe

  • NdoroPenyo

    hebat.. bisa bikin mobil2 konsep jadi kenyataan di sini…… Ayo yang punya duit lebih, pada bikin mobil konsepnya sendiri!!! keren.. keren..

  • Ugyz

    kapan2 gue datangin ini “pabrik” hehehehe

    • Sasuke NGK

      Jangan lupa share pabrik ini ke media sosial bro. Biar nih pabrik makin terkenal bro.

  • ___

    “Mesinnya diganti dengan mesin 6A13TT kepunyaan Mitsubishi Galant VR4, 2.500 cc V6 twin turbo, tenaga 276 hp standarnya sepertinya sudah cukup”, waw baru tau ternyata galant kenceng ya, 276 hp gmn tarikannya…??

    • Hillarius Satrio

      hahaha… jangan salah, ini mesin sama lho sama mesinnya Mitsubishi GTO/3000GT

      • farid

        wow!…mitsubishi GTO/3000GT itu mobil sport AWD mitsubishi yg terkenal era 90an.walau mobil jepang tapi desainnya mirip dgn ferarri saat itu,tapi sayang sekarang dah banyak jadi rongsokan.kalau di amerika ada kembarannya saat mitsubishi masih kerjasma dgn chrysler yaitu dodge stealth

    • pescarolo

      Galant VR4 yg dimaksud beda sm Galant yg dulu dijual ATPM KTB dan skrg banyak keliaran d Indonesia. Walopun bodinya sama dan mesinnya 2.500cc V6, tp yg VR4 itu varian Twin Turbo, pake layout AWD, dan ga dijual d ATPM. Kalo Galant yg biasa keliaran mah cuma 167 hp dan FWD.

  • farid

    walau kualitas pengerjaan dan bengkelnya terlihat kotor dibanding bengkel modifikasi dan tuner di luar negeri tapi saya salut atas karya mereka,kalau bisa jgn cuma bikin replika doang namun bikin juga desain sendiri tapi mesin dan sasisnya ambil mobil lain,biar indonesia punya supercar lokal sendiri

  • Ronny Rasdyantoro

    kereeeennn!!!

  • Bima Septian

    Klo nisan marc bssa kh bang di modifikasi seperti lamborgini yg di atas

  • ivan maulna

    Wah saya bangga sma org jawa barat kreatif
    ¥Bangga jadi org indo saluut

    • Sasuke NGK

      Orang Bandung gitu loh. Gak kalah kreatif ama orang Jogja sama Maluku. hehehhee…

  • Adun Angon

    .boleh tau sbelah mana cibaduyutnya ??? Saya pengen nyulap peugeot 406 saya

  • rendi

    alamatna di mana kang?? saya ge sami di cibaduyut

  • putra

    kira kira sedan baleno di rubah body lamborgini tnpa ngubah posisi mesin habis berapa?

  • treoespero

    Sekedar koreksi, itu mesin V6 Mitsubishi aslinya FWD, jadi dipindah ke belakang menjadi MId-engine (mesin di tengah) dan RWD, bukan mesin belakang. Memang drivetrain FWD paling mudah untuk dikonversi menjadi pemasangan mid-engine seperti itu, dengan weight distribution yang jelas lebih baik dari mesin (di) belakang as.

  • Sasuke NGK

    Coba bikin replika Lexus LFA, dijamin laku kebeli tuh sportscar. wkwkwk

  • Sasuke NGK

    pengen minta bikinin replika BMW i8 dan i6 concept. hehehhee…

  • Sasuke NGK

    kayaknya keren kalo sedan Honda Civic (2006-2015), Toyota Altis (2008-2015), mazda 3, mitsubishi lancer ex, ford focus sedan diconvert jadi Lambo Murcielago (lebih ekstrim lagi kalo bisa jadi aventador). wkwkwk…

  • Ismail

    Keren klo bisa punya mobil modifikasi (kalau pengerjaannya ‘seratus rius’) dg model Supercar, yg disana harganya puluhan Milyar, disini bisa dibuat ratusan juta aja (sekali lg, klo pengerjaannya ‘seratus rius’) tidak perlu malu klo tidak malu²in kualitasnya 🙂
    Bagaimana dg surat²nya? Klo pakai BMW dibuat Supercar BMW lebih keren ya, STNK & BPKB tetep BMW, pingin punyaaaa….. 🙂