Awal 2019, Waktu Pilihan Mercy Luncurkan Mobil Semi Listriknya

Awal 2019, Waktu Pilihan Mercy Luncurkan Mobil Semi Listriknya
0  komentar

AutonetMagz.com – Baru saja meluncurkan tempat pengisian bahan bakar listrik untuk mobil-mobil listriknya kedepan, nampaknya langsung saja Mercedes-Benz ingin menghadirkan produk tersebut sebagai keluarga otomotif di Indonesia. Nampaknya awal semester di tahun 2019 merupakan waktu yang menurutnya tepat. Dan kendaraan yang akan diluncurkan pertama adalah sedan Mercedes-Benz E350 e electric Intelligence (EQ). Mobil ini telah diperkenalkan pada launching sistem charging EQ pada Plaza Indonesia Senin kemarin.

Uniknya, Mercy ini akan tetap diluncurkan meskipun perihal Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) terkait mobil hybrid belum sempat diputuskan oleh Pemerintah walaupun sudah diajukan oleh pihak Kemenperin beberapa waktu lalu. Katanya sih, pihak Mercy ingin tetap meluncurkannya dengan alasan menunjukkan keseriusan Mercy mengenai sistem elektrik yang sedang digandrungi belakangan ini. Pihak Mercy pun sadar bahwa harga dari kendaraan tersebut akan terseret naik dengan beberapa ketentuan dan pemajakan di Indonesia, yang mana bukan hal yang tabu lagi. Urusan pajak mobil dengan dua jenis mesin pastinya akan jauh lebih mahal.

Deputy Director Marketing Communication Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) Hari Arifianto, menyebutkan pihaknya tak akan terlalu meributkan urusan insentif dan PPnBM dari mobil hybrid. Mereka akan tetap berjualan dan berkomitmen dalam pasar ini. Mercedes-Benz E Class yang bermesin hybrid ini diperkirakan akan dibanderol di angka 1,9 milyar Rupiah, naik 600 juta dibandingkan dengan versi mesin konvensional. Kenaikan harga demi keramahan pada lingkungan ini membuat sedan medium Mercy tersebut hampir setara dengan harga Mercedes-Benz S Class yang dipatok di 2 Miyar lebih sedikit. Oleh karenanya, Hari menyadari bahwa volume penjualan produk ini pastinya tidak akan terlalu banyak.

Padahal jika kita lihat kedepannya teknologi seperti inilah yang harusnya kita “sayang-sayang” untuk kemajuan dimasa depan. Penentuan PPnBM terbaru sendiri ditentukan oleh keluarnya emisi gas buang yang sebelumnya telah disampaikan kepada Publik oleh Kemenperin Agustus 2018 lalu. Meskipun sifatnya yang masih sangat baru, tetapi PPnBM ini telah menaungi program diantaranya Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), kemudian LCGC dan masih banyak lagi. Dilansir dari CNN Indonesia, sebagai contoh Program LCEV, bila CO2 kendaraan dibawah 100 gram per km maka dikenakan nol persen, bila 101-102 gram per km dikenakan 2 persen, dan 126-150 gram per km dikenakan lima persen.

Program yang baru saja diusulkan ini, katanya merupakan insentif bagi para penjual kendaraan dalam negeri, pasalnya pemerintah berencana untuk meningkatkan kendaraan canggih dengan sistem yang ramah lingkungan yang nampaknya kurang menjadi perhatian dimata publik belakangan ini. Bagimana nasib kendaraan tersebut kedepannya ya? Kalau tidak laku bukan modal yang kecil telah dilakukan oleh pihak Mercy untuk membangun interest dari publik melalui segala program dan kembali lagi sistem charging gratisnya? Yuk sampaikan pendapat kalian.

Read Prev:
Read Next: