Audi Bayar Orang untuk Cium Bau Mobil, Minat?

by  in Audi&Berita&International
0  komentar

AutonetMagz.com – Sebagaimana kita suka berkelakar dengan istilah “Bau kencur”,” Bau tanah”,” Bau toko” dan “Bau naga”, untuk urusan mobil baru yang masih sangat segar kita suka bercanda dengan menyebutnya “Bau dealer” bahkan hingga ”Sayang kalo diapa-apain, masih bau mobil baru.” Nah, ngomong-ngomong bau, pernahkah anda kepikiran kalau ada pekerjaan di bidang otomotif sebagai penjamin kualitas di sektor bau mobil?

Singkatnya, anda dibayar untuk mencium bau-bau di mobil. Awalnya mungkin terdengar aneh, tapi ternyata pekerjaan ini sungguh ada. Audi sudah punya divisi khusus untuk menjamin standar bau-bau mobil supaya mobilnya bebas dari bau tak sedap, dan divisi ini sudah berusia 30 tahun lebih. Divisi ini mulai aktif sejak 1985 dan dikenal sebagai “Tim hidung” alias “Nose team”, merekalah yang menjamin bau mobil Audi baru benar-benar… Bau mobil Audi baru.

Melalui tim ini, Audi bertujuan agar bahan-bahan dan unsur kimia yang dipakai saat membuat mobil baru baunya dibuat senetral mungkin. Jika ada bahan kulit yang bau ikan atau karpet yang bau bawang, Audi langsung menolaknya. Sejak awal tahun 2000, tim yang terdiri dari 5 orang ini dipimpin oleh Heiko Lussmann-Geiger, ahli kimia Audi di Audi Bavarian Quality Center.

Heiko Lussmann-Geiger percaya bahwa kenyamanan kendaraan harus dilihat sebagai sebuah piramida, dan bau tak sedap bisa mempengaruhi persepsi konsumen mengenai fitur kenyamanan lainnya.”Pada puncak piramida ini adalah kesejahteraan konsumen, dan pada bagian bawah piramidanya adalah bau mobil. Jika konsumen tak suka baunya sejak awal, ia takkan memahami fitur kenyamanan lain di mobilnya. Ia terlalu terusik dengan bau yang tidak enak.

Setiap bau yang diuji punya tingkatan mulai dari 1 (Tidak berbau) sampai 6 (Amat sangat bau). Bahan-bahan seperti kaca, keramik dan metal biasanya dicap tidak berbau karena mereka adalah komponen inti, tapi bahan-bahan lain harus memperoleh nilai kurang dari 4 (Mengganggu) supaya bisa lolos tes bau Audi. Bahkan saat mobilnya sudah jadi pun, tim ini akan mencium baunya supaya masih sesuai standar.

Bisa saja pemasok kami mengubah komposisi bahan yang mereka kirim ke kami atau menggunakan proses manufaktur lain secara tiba-tiba, lalu muncul bau yang tidak diinginkan,” ungkap Heiko Lussmann-Geiger. Jadi kalau main ke pabrik Audi dan ada orang yang mencium bau setir atau karpet, itu bukan main-main, itu lagi kerja. Audi membayar mereka untuk mencium bau bahan-bahan mobilnya lho. Ada yang minat daftar? Sampaikan opinimu di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: