Udara China, Amerika dan Italia Jauh Lebih Bersih Sejak Wabah Corona

by  in Berita&International&Tips
Udara China, Amerika dan Italia Jauh Lebih Bersih Sejak Wabah Corona
0  komentar

AutonetMagz.com – Siapa yang sangka awal tahun 2020 kita sudah harus sibuk melawan virus COVID-19 alias Corona? Tim medis sedang berjuang menyembuhkan mereka yang tertular, dan kita bisa membantu dengan cara tidak ke mana-mana atau yang populer dengan tagar #DiRumahAja. Sesuai tagarnya, cukup diam di rumah saja. Kita baru pergi jika keperluannya mendesak, seperti mencari bahan makanan.

Jika banyak orang diam di rumah, jalanan jadi lebih sepi. Jalanan sepi, berarti tingkat emisi jauh menurun. Emisi jauh menurun, berarti kualitas udara kian membaik. Menurut Gizmodo, data satelit menangkap tingkat gas Nitrogen Dioksida (NOx) yang jauh lebih rendah di China, Amerika Serikat dan Italia. Ketiga negara ini adalah negara yang termasuk pusing luar biasa gara-gara angka positif Corona, apalagi jumlah penderita Corona di Amerika Serikat jadi paling tinggi.

Nitrogen dioksida dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, maka dari itu indikator ini sering digunakan sebagai pelacak polusi perkotaan,” kata Barbara Dix, seorang peneliti atmosfer di Institut Kooperatif untuk Penelitian Ilmu Lingkungan di University of Colorado Boulder.”Membakar bahan bakar fosil menghasilkan banyak oksida nitrat dan NOx , namun kala oksida nitrat cepat berubah jadi nitrogen di atmosfer, nitrogen dioksida mudah untuk dilacak,” tambahnya.

Melihat ke kondisi Amerika Serikat, California menjadi negara bagian pertama mengeluarkan perintah untuk diam di rumah saja efektif sejak 19 Maret, sementara banyak kota telah membuat keputusan untuk menutup areanya lebih awal, menurut Gizmodo. Los Angeles yang budaya “anak mobil”-nya kuat tercatat peningkatan kualitas udara yang signifikan, demikian juga di New York yang sering disebut sebagai kota yang tidak pernah tidur.

Italia juga mengalami hal serupa. Sejak tanggal 8 Februari hingga 7 Maret, kualitas udara Italia jadi makin bersih. “Penurunan nitrogen dioksida secara cepat yang kita lihat karena Covid-19 ini belum pernah terjadi sebelumnya. Kita sekarang menyaksikan eksperimen global di mana saat satu sumber emisi dikurangi secara banyak, sementara sumber emisi lain masih sama saja atau akan lambat laun menurun. Banyak ilmu atmosfer akan keluar dari ini, ”kata Dix. Bagaimana kondisi daerahmu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: