Toyota Camry 2018 Direcall Karena Diameter Piston Kebesaran

Toyota Camry 2018 Direcall Karena Diameter Piston Kebesaran
0  komentar

AutonetMagz.com – Baru saja kami membahas mengenai recall yang menjangkiti Tesla Model S, nah kini babar recall lain kembai hadir, dan kebetulan kabar ini hadir dari mantan partner dari Tesla, yaitu Toyota. Yap, Toyota mengumumkan recall pada sedan mediumnya yaitu Toyota Camry, namun masalah dari komponen yang terdampak ini cukup unik, karena masalahnya ada pada ukuran komponen.

Masalah semacam ini sendiri sebenarnya cukup jarang terjadi, dan sayangnya malah terjadi pada Toyota Camry. Pada tahap assembly, nampaknya para pekerja Toyota melakukan sebuah kesalahan fatal. Nah, kasus yang unik ini sendiri terjadi di Toyota Camry lansiran 2018, dimana adanya masalah pada piston dari mesin Toyota Camry ini. Seperti yang kami singgung di awal, masalah yang muncul adalah masalah ukuran, dimana ukuran diameter dari piston milik Toyota Camry ini terlalu besar dari spesifikasinya.

Lalu, jika diameter piston dari mesin Toyota Camry ini lebih besar, kira – kira apa yang akan terjadi? Pertama, mobil akan berjalan dengan mesin yang kasar. Kedua, mobil akan mengeluarkan asap dari knalpotnya. Ketiga, mobil akan mengeluarkan suara yang aneh, sehingga dengan ketiga dampak ini, walaupun mobil bisa berjalan, pada dasarnya orang lain akan menyimpulkan bahwa mobil kalian rusak. Nah, selain itu, ada dampak lain lagi, dimana pengemudi akan selalu mendapatkan warning lights dari panel instrumen, dan tenaga yang menurun. Bahkan, dalam kondisi yang ekstrim, Toyota Camry yang bermasalah ini bisa mati secara tiba – tiba, yang mana akan menjadi potensi kecelakaan jika mobil melaju di keramaian.

Secara total, ada 1.730 unit dari Toyota Camry 2018 yang dijual di Amerika yang akan mengikuti kampanye recall ini sendiri. Setidaknya pada akhir mei 2018 mendatang, pihak pabrikan akan mengontak para pemilik kendaraan dan memberikan arahan mengenai jadwal recall di diler atau bengkel resmi terdekat. Pada perbaikan, pihak teknisi akan mengecek tanggal produksi dari piston, dan jika komponen tersebut bermasalah, maka teknisi akan mengganti mesin dengan unit mesin yang baru. Yap, bukan mengganti piston, kawan, namun mengganti mesin dengan unit mesin baru. Namun konsumen di Amerika Serikat bisa tenang, karena tak ada biaya yang dikenakan ke konsumen, toh memang kesalahan pada tahap produksi.

Sama seperti hanya sebuah baut yang berpotensi menyebabkan Tesla Model S mengadakan recall terbesar mereka, kesalahan pada assembly juga bisa menyebabkan kurang lebih 1.700 lebih mesin baru harus disediakan oleh pihak Toyota. jadi, bagaimana kalau menurut kalian? Yuk sampaikan pendapat kalian kawan.

Read Prev:
Read Next: