Test Drive Toyota Fortuner VRZ Indonesia: Lebih Mewah Namun Kurang Nendang

by  in Review&Toyota
0  komentar

Test drive Toyota Fortuner baru all new 2016 IndonesiaJakarta, AutonetMagz – Toyota Fortuner sangat familiar untuk orang Indonesia, sejak tahun 2005 silam, mobil ini diperkenalkan dan menjadi pelopor SUV 7 seater di Indonesia. Namun sayangnya kelahiran mobil ini tidak disambut baik dikarenakan penggunaan mesin bensin 2.700 cc yang menjadi pilihan satu-satunya di Toyota Fortuner.

Di tahun 2007, opsi mesin diesel masuk ke Indonesia, kemudian penjualannya sedikit lebih baik dan langsung menjadi volume maker bagi Toyota Fortuner. Dan di tahun 2009, Mitsubishi Pajero Sport hadir di Indonesia dan menjadi primadona pada saat itu. Uniknya, dengan hadirnya Pajero Sport pada waktu itu tidak membuat penjualan Toyota Fortuner menyusut, justru penjualannya ikut menanjak karena tren perubahan SUV 5 seater monocoque yang di dominasi oleh Honda CR-V kini justru beralih ke Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport. Toyota Fortuner VRZ diesel 2016

Saat ini sudah 11 tahun Toyota Fortuner hadir di Indonesia, dan di tahun 2016 ini, Fortuner generasi kedua memiliki basis baru yang sangat berbeda dibandingkan dengan model lama. Lantas apakah lebih baik dari model sebelumnya? AutonetMagz akan membahasnya secara komprehensif di artikel ini.

Sebelumnya kami pernah membuat artikel first impression review Toyota Fortuner di artikel berikut : First Impression Review Toyota Fortuner VRZ 2016

Get In The Car

Masuk ke dalam Toyota Fortuner baru sekarang terasa sedikit lebih sulit, ia lebih tinggi, namun rangka atap mobil ini lebih rendah, untuk masuk kedalam kita perlu menundukan sedikit kepala kita ke dalam. Setelah duduk di dalamnya, mobil ini memiliki posisi mengemudi yang lebih tinggi dan lebih baik dibandingkan dengan Fortuner lama. Apalagi kami suka desain kursi Fortuner baru ini.

Ground clearance All New Fortuner baru

Tentunya ketika masuk ke dalam interior, kami sedikit memperhatikan betapa mewahnya interior Fortuner baru, desain barunya lebih mewah dan futuristik, penempatan panel kayu yang pas, lekukan dashboard yang elegan dipadu dengan material berkualitas membuat kita terpana akan kemewahan Toyota Fortuner terbaru ini. Rasanya Toyota telah berhasil membuat Fortuner naik kelas dibandingkan dengan model sebelumnya.

Sayangnya hal tersebut tidak tercermin ketika kita menyalakan mesin. Tekan tombol Push Start Stop Engine, dan mesin terasa masih bergetar dalam keadaan idle, yang kami tidak suka getaran mesinnya terasa sampai bagian kaki pengemudi dan suara mesin juga masih terasa, disini kami merasa mesin Super GD Engine tidak seperti mobil diesel modern pada umumnya.

Interior dashboard Toyota All New Fortuner VRZ 2016

Oke, kami masih mencoba berpositive thinking, mungkin saja si pemiliki mengisi bahan bakar jenis Solar biasa, namun saat kami tanyakan, ternyata pemilik mobil selalu menggunakan bahan bakar Diesel dari negara Eropa yang kadar sulfurnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan Solar, bahkan struk pembeliannya ditunjukan ke kita. Jadi…. ya sepertinya Toyota harus merevisi engine mounting dan peredaman kabin pada Fortuner versi facelift berikutnya.

Let’s Drive

Turunkan tuas rem tangan dan injak pedal gas perlahan-lahan, melewati jalan bergelombang dan polisi tidur, mobil terasa lebih empuk dibandingkan dengan generasi sebelumnya, namun rasa suspensi kaku mobil ini masih sedikit terasa dalam batas acceptable untuk menjaga body roll mobil ini. Tapi dibanding dengan model sebelumnya, body roll mobil ini lebih terasa jika digunakan untuk berbelok.

Handling test drive Toyota Fortuner baru

Soal pengendaraan, kami setuju dengan Toyota yang memberikan SUV ladder frame ini suspensi yang empuk, karena dibuat se-kaku apapun juga, penggunaan ladder frame pada sebuah SUV akan sangat sulit melawan keasyikan berkendara dan kenyamanan yang ditawarkan oleh SUV dengan sasis monocoque. Daripada susah-susah mengejar fun-to-drive yang nyaris mustahil, lebih baik dibuat mengejar kenyamanan saja sekalian.

Tapi sayangnya dengan suspensi yang lebih empuk dan body roll yang lebih terasa, mobil ini tidak dilengkapi dengan perangkat keselamatan aktif seperti Electronic Stability Control untuk mencegah terjadinya oversteer atau understeer yang diakibatkan oleh manuver setir mendadak. Seharusnya mobil ini dilengkapi dengan perangkat semacam itu untuk menjaga keamanan penumpang saat berkendara.

Mesin diesel 2.4 Super GD Engine All New Toyota Fortuner VRZ

Setelah mencoba handlingnya di kecepatan rendah, kali ini kita akan sedikit bersenang-senang bersama mesin 2.4 Super GD Engine milik Toyota Fortuner ini. Pertama kita ubah dulu mode berkendara menjadi Power Mode yang disediakan oleh Toyota. Kita bisa memilih mode berkendara dengan 3 pilihan mulai dari ECO Mode, Normal dan Power Mode untuk berkendara lebih kencang.

Mesin baru Toyota Fortuner ini memiliki tenaga yang lebih besar dibandingkan dengan model sebelumnya meskipun ukurannya lebih kecil 100 cc. Mesin ini bisa mengeluarkan tenaga hingga 150 Ps dan torsi 400 Nm, cukup besar dibandingkan dengan model sebelumnya yang memiliki tenaga 144 Ps dan 380 Nm. Tapi percaya atau tidak, Toyota Fortuner model sebelumnya memiliki bobot sebesar 1.885 Kilogram menurut website Toyota, versi Fortuner masa kini bobotnya bertambah lebih dari 200 kilogram menjadi 2.135 Kilogram, atau lebih dari 2 Ton!

Eco Mode and Power Mode All New Fortuner driving selection

Data bobot baru Fortuner ini cukup sulit untuk didapatkan, karena di website Toyota Indonesia dan Toyota Thailand sengaja tidak mencantumkannya, kami mendapatkan data tersebut dari website Toyota Australia yang memiliki Toyota Fortuner model terbaru seperti Indonesia. Lantas apakah bobot mobil ini sama dengan Toyota Fortuner versi Indonesia? Entahlah, semoga saja bobot Toyota Fortuner versi Indonesia bisa lebih ringan karena penggunaan plat bodi yang lebih tipis ringan.

Oke, jadi bagaimana dengan akselerasinya? Akselerasi Fortuner terbaru ini menurut kami tidak terasa spesial, kurang lebih sama saja seperti Toyota Fortuner model sebelumnya yang menggunakan mesin VNTurbo. Menurut hitungan kasar kami, ketika menggunakan Power Mode, mobil ini bisa berlari dari 0 ke 100 kilometer perjam dalam waktu sekitar 13 detik. Dan performa mobil ini terasa linear, tidak punchy pada Rpm rendah seperti mobil-mobil diesel modern pada umumnya. Mungkin karena bobot yang bertambah, penambahan tenaga mesin Fortuner ini jadi terasa biasa saja.

Untungnya performa mesin yang terasa standar tersebut masih tertolong sedikit dengan penggunaan transmisi 6 percepatan yang sudah dilengkapi dengan paddle shifter, sehingga jika kita ingin menyusul kendaraan di depan kita, kita cukup turunkan gigi ke Rpm yang tepat untuk mendapatkan performa yang lebih baik tanpa harus menunggu transmisi menurunkan gigi secara otomatis. Transmisi baru ini punya karakteristik yang lebih halus dibandingkan transmisi 4 percepatan yang kita kenal. Pilihan mode Powe dan Eco membantu mesin dalam menentukan Rpm berapa mobil ini harus mengganti gigi untuk performa maupun keiritan bahan bakar.

Toyota-Fortuner-BodyRoll-and-Handling

Ada yang menarik pada mesin Super GD engine Toyota ini, dimana mesin yang memiliki redline di angka 4.400 Rpm ini akan terasa kehilangan nafasnya ketika memasuki Rpm 4.000 hingga 4.400. Sebaiknya sebelum masuk ke 4.000 Rpm, kita sudah memindahkan gigi untuk mendapatkan performa maksimal.

Pedal-pedal mobil ini sekarang dibuat lebih empuk baik untuk gas dan rem, tapi lagi-lagi pengeremannya agak sedikit mengecewakan mengingat penggunaan rem tromol pada bagian belakang. Sisanya ya biasa-biasa saja, kami tidak menemukan sesuatu yang spesial ketika mencoba Toyota Fortuner terbaru ini.

Kesimpulan Review Toyota Fortuner VRZ

Toyota-Fortuner-Test-Drive-Photos

Sebelum kita menyimpulkan, saya ingin mengatakan bahwa Toyota Fortuner yang memiliki mesin diesel, sasis ladder frame dan 7 seater ini memang di desain sebagai SUV heavy duty yang lebih nyaman untuk digunakan ke luar kota atau menjelajah jarak jauh. Tapi melihat Toyota Fortuner terbaru ini kami melihat mobil ini sepertinya ingin menyasar konsumen yang membutuhkan sebuah MPV untuk perkotaan.

Contohnya gini, Toyota menciptakan Fortuner generasi kedua ini lebih terfokus pada kenyamanan, kemewahan, tampang yang keren luar dalam dan fitur-fitur pemanja untuk di perkotaan seperti power back door dan all auto up power window. Improvement-improvement di sektor tersebut sangat baik untuk sebuah SUV yang mengutamakan penggunaan di dalam kota.

Sedangkan untuk sebuah SUV heavy duty untuk keluar kota dan perjalanan jauh, seharusnya Fortuner dibuat menjadi mobil yang lebih bertenaga, lebih lega dan lebih enak digunakan untuk jarak jauh, bukan menjadi lebih sempit seperti di Fortuner ini. Maksudnya gini, ya kalau mau kejar kemewahan dan kenyamanan di dalam kota, lebih baik beli saja SUV dengan sasis monokok, tidak perlu repot-repot beli SUV ladder frame.

Tapi bagaimanapun juga, kami suka dengan Toyota Fortuner terbaru, dia lebih keren, cantik luar dalam dan jauh lebih mewah dibandingkan dengan model sebelumnya. Sayangnya mobil ini menjadi lebih sempit, mesin dan transmisinya biasa saja dan perlengkapan safety yang diberikan masih sebatas pencitraan semata karena untuk versi lengkap hanya tersedia di varian 4×4.

What we like
– Tampilan eksterior
– Interior lebih mewah
– Power tailgate
– Suspensi lebih nyaman

We don’t
– Tenaga dan getaran mesin
– Kabin lebih sempit
– Semakin limbung
– Active safety features minim
– Suara audio

Read Prev:
Read Next:
  • YouKnowMe

    Jadi secara performa masih kalah jauh sama PJS bos? yang katanya 0-100 hanya 9 detik saja

    • hmm, jauh sih dibanding pjs…. kaya beda kelas gitu mesinnya

      • Shark Owner

        Wkwkwk

      • Penggemar Otomotif

        Klau handlingnya pajero sport dakar gmana ? Klau dibanding santafe handling, performa enakan mana sma pajero sport dakar ?

        • Andy

          Dari logika dan repiu sih harusnya tetap lebih enakan handling dan performa Santi om.
          Sasis monokok , ground clearance lebih rendah, dan kemungkinan bodynya lebih ringan.

          • Wira

            Lah itu problemnya kalo monokok & ground clearence rendah kurang skill offroad. Kalo om mencari yg performa jalan raya bagus mending beli sedan deh harga segitu dpt civic loh yg driving dynamicnya luar biasa

          • njk888 nik

            Ya balik lagi beli SUV ginian nanti mayoritas pakai dalam kota, antar kota, atau kerjaanya main ke sungai, hutan, gunung off-road melulu gitu ?

  • THA

    oee.. ayo..ayo.. sini pada ngumpul,, kita nyate hari ini….

    • AE86

      Dikasih bara api yg bnyak om biar satenya cpat masak,,, hehe..

    • hmm…

      • Levi

        Bagi popcorn dong, gw ambil kursi dl ?

  • Blank200

    Kalau dibanding sama innova diesel , performanya mirip mirip ga ini? Apa lebi enakan innova diesel ?

    • enakan innova diesel, karena lebih enteng kali ya

      • Blank200

        Oo.. tapi kalo menurut bro ridwan ,ini fortuner kalo dibawa daily , gas nyantai ,tenaganya uda kerasa ga? atau masi lemot gitu jadi harus lebi dalam lg gas nya.. ane bingung neh mw mili innova q diesel ato fortie g..

        • Levi

          Mending Fortie G sekalian bro kalo gak buat muat banyak sih

          Mewahnya lbh dapet

          CMIIW ya

        • udah cukup kok, mobil ini meskipun nggak kenceng, tapi g bisa dibilang pelan juga

          • gani

            bang ridwan, konsumsi BBMnya gimana dibanginkan fortie lama ? dalkot maupun tol
            lebih iritkah atau bagaimana ?

      • Andy

        Ane pikir juga begitu.
        Lebih worth Innova V A/T diesel daripada Fortie VRZ ini, apalagi yang G.

      • Astaga

        innova diesel bannya kecil, jadi gesit

  • Levi

    Kalau masalah mesin okelah gak terlalu powerful mungkin ngejar efisiensi, tp yg smp skrg ane gak mudeng kenapa blm ada VSC ?

    Innova Q dan Sienta Q aja udah ada masa Fortie VRZ kagak ?

    Aduh” piye toh Toyota, padahal ANPS sdh ada lho ?

    • farid

      VSC hanya ada di tipe VRZ 4×4,sama2 ada di tipe teratas doang kaya innova Q dan sienta Q.itupun harga untuk tipe VRZ 4×4 dah 600 jutaan,harusnya fitur safety seperti VSC gak perlu dianggap fitur mewah tapi fitur wajib,om mobil aja udah menjelaskan apa itu VSC dan manfaatnya

      • Levi

        Lah makanya itu, percuma newah dll kalo safetynya kurang bgt utk mobil sekelas ini, semahal ini

        Harusnya VSC udah jd standard buat VRZ, ini mobil harganya hampir 500jt tp safety kayak gitu

        • Indra

          Iya aneh jg, kalo varian 4×4 ga semua orang butuh itu, apalagi yg daily use. Kalo Toyota berani kasih 7 airbag, VSC, HAC, ESS, ABS EBD, dan cakram belakang di minimal VRZ 4×2, mungkin gue lebih pilih Fortuner..

        • Jason Pratama

          namanya juga VRZ = Very RibetZ jadi biar ribet nyetirnya, kalo ada vsc jadi ga ribet lg malah ganti nama tipenya jd GRZ.. Peace hehe

      • Astaga

        bahkan katanya kemungkinan SUV terbalik berkurang 80 % utk SUV yg pakai ESC

    • Arief

      Ya itulah ajaibnya Toyota. Harusnya sih kalo ternyata salesnya kalah sama ANPS ga lama paling udah facelift lg. Nambahin sunroof, vsc, cakram belakang sama kosmetik lain biar ga kalah.
      Msh inget dulu fortuner facelift terakhir sblm yg all new ini, baru keluar sebentar yg masih pake mesin non vnt. Eh ga lama ganti pake mesin vnt, beda 30an hp. Gimana ga gondok tuh yg terlanjur beli wkwk
      Cuma kalo tetep laris diatas ANPS ya bakalan begini terus udah

      • Levi

        Rasanya sun roof kagak deh gan, kan udah di kompensasi ama Power Back Door ? Lbh useful itu ktimbang sun roof

        Rasanya skrg penjualannya sengit, 55-45 lah, cm kurang tau mana yg laku

        Berharap bgt minimal difacelift rem cakram belakang sm VSC’nya, sm kl bs tambah” aksesoris body dikit lah, body Fortie skrg agak kerasa polos ktimbang Fortie lama yg TRD, itu rame tp cakep bgt asli

        • Andy

          Lebih setuju kalo no sunroof, no power back door, no kulkas palsu tapi cakram depan belakang dan tambahin VSC. Mungkin lebih masuk akal.

          • Levi

            Itu emang originalnya bukan kulkas gan, tp cooler box, itu berguna di kota ane Surabaya. Lumayan buat dinginin F*nta ?

            Kl no power back door nanti Fortie kagak ada spesial”nya dong gan

          • Andy

            Hahaha.. iya juga yah.. Ga kepikiran lagi fitur lain yang bisa dianggap kelebihan..
            Coolbox sih boleh ada, cuma ga wajib aja. Bisa tinggal singgah di warung, dapat minuman dingin. Cuma kalau mau sunat fitur, ini menurut saya boleh dihilangkan. Hanya menurut saya lho..

          • Levi

            Hmmm boleh jg, cm yaa itu masih ganjel aja kok kagak ada VSC

          • Andy

            Benar sekali, apalagi untuk SUV yang tinggi besar ini. Malu-maluin aja.
            Kan kalau sampai ga ada kasus Fortie yang kebalik, Toyota juga yang bangga.

          • Levi

            Setuju

        • Astaga

          ANPS lebih laku sih…waktu itu si atoyot bilang penjualan fortuner udh 7000 unit padahal belom lama diluncurin…dan ternyata berdasarkan data gaikindo menyatakan penjualan fortuner saat itu cuma 1.928 unit hiks hiks propaganda yg gagal wkwkwk eh,blom lama ini bilang kalo udh tembus 11.000 unit…wkwkwk atoyot..atoyot..

          • Levi

            Mungkin yg dimaksud spk’nya tembus segitu gan, bukan wholesalesnya ?

          • Indra

            Mitsubishi pas testdrive di Bali sempat ngumumin SPK si ANPS sudah 9.000 unit lebih utk beberapa bulan, yg dimaksud diatas itu spknya, bisa jadi masalah supply yg jd penghambat atau bahkan si calon konsumen batalin beli mobilnya. Yakali jualan wholsale tembus segitu, Avanza bisa kepanasan kalo ada mobil lain yg jualannya hampir sama dgn Avanza.

          • AE86

            SPK dan data Gaikindo/Whole sales masih ngambang tu om,, yg aslinya ya Retail Sales,, baru jelas mobil ditangan konsumen.

      • Wira

        Namanya juga teknik marketing bro. Inget dulu jazz gd3? Pertama2 ngiklan yg idsi dulu pdhl jauh lebih worth beli yg vtec. Dan juga buktinya banyak tuh yg beli idsi(kemakan iklan) apa ga gondok juga tuh yg dulu beli jazz idsi?

    • Andy

      Mungkin mereka anggapnya semua pengemudi Fortie ga bawa boil kaya orang gila, kan sudah kerasa limbung, jd ga perlu VSC.
      Yah, semoga ANF ini kurang laku. Supaya cepat facelift untuk perbaikan.

      • Astaga

        dan kita harus menerima kenyataannya bahwa ANPS lebih laku dr ANF ( 0_0)

        • Andy

          Yah ga masalah si om. Ane pengguna PJS, tapi malah ngelirik mbak Santi.. Slurp..

        • Indra

          Betul tuh, ANPS sampai sekarang masih bertahan tanpa diskon, sdgkan yg satu lg baru beberapa bulan sudah diskon…

        • yuliana

          tapi di daerah rumah ane, jakbar lebih sering ngeliat ANF dari pada ANPS
          yg gk nongol sama sekali MU-X

      • njk888 nik

        Atap udah lemah, pusat gravitasi tinggi, lebih gampang terbalik, no VSC ??? Rajin berdoa kalau gitu…Pasti OK aman….

    • D83

      Mungkin nunggu versi facelift 🙂

    • Indra

      Curiga utk active safety full Spec (VSC, HAC, dll) pd mobil Toyota selanjutnya hanya ada di tipe termahal. Harusnya mobil segede dan semahal gini harus punya VSC, malu dong sama Isuzu MU-X yg hanya 430an juta rupiah udah punya VSC, apalagi HR-V, si raja Compact SUV 5 seater sudah ada VSC disemua tipe?

      • Wira

        Kalo hrv yg 1.500 mah gak perlu VSC2an, emang bisa lari sampe brp?

        • Levi

          Makanya itu bang, krn gak bs lari mau ngedrift-drift dikit lah ?

      • njk888 nik

        Karena orang Indonesia beli merek, BUKAN beli MOBIL. Percayalah, suatu hari jika fortuner di jual TANPA mesin pun tetap laku. Meski harus cari sendiri mesinnya. Itulah akibatnya SETIA yang BUTA.

    • sony

      VSC sebenernya ada, tapi varian paling tinggi doang, yang VRZ 4X4 yang harganya selangit baru lengkap safetynya

      • Indra

        Utk daily use 4×4 sih ga butuh banget. Udah gitu harganya 631 juta rupiah lg, lebih mahal dr PJS dakar yg cuma 620an juta rupiah, tapi si VRZ 4×4 punya airbag 7, si dakar cuma 2. Sistem penggerak 4×4 si VRZ jg lebih sederhana dibanding dakar yg bisa atur mode sesuai kondisi jalan.

        • sony

          kemana mana mesin PJS tetep menang, coba mesin yang VRZ 4×4 pake yg 2.8 tapi harganya sekitaran segitu juga.. masih masuk akal

    • Always35

      Mendingan buru2 di facelift deh biar fitur safety yg bejibun di 4×4 bisa turun ke 4×2.

      Tapi harganya…

  • Nakazato Kira

    Mungkin harus masukin juga versi 2.8L juga buat yang ngebet Fortie yang lebih kencang, tapi yah butuh dompet yang lebih tebel pula :v

    • reyhan apriathama

      Ngapain? Gak mikir BBN 2013 kah? Pajak nya jadi 150 persen kalo dimasukin nanti harganya gak beda jauh sama Everest 3.2 Liter yang harganya setara X5 sama GLE. Yg 2.4 ini bensin nya lebih irit dan ngejar konsumsi BBM. Kalo mau tenaga doang mah mending yg 2.5 lama yg VNT lebih joss

      • yang ini aja pajak tahunannya 13 juta, apalagi 2.8? hahaha

        • reyhan apriathama

          PKB nya pemprov emang lagi ngejar pendapatan daerah dari Pajak soalnya tahun ini kejar setoran kt pak bambang… 13 jt itu blom progressif kan? PKB GNF aja dari 4.2 jadi 5.8 naik 30 persen wong edan skrg pajaknya harusnya Diesel Hybrid dikasih insentif

        • AE86

          Berani beli mobil, berani bayar pajak n’ bbm non subsidi om,,,

      • Nakazato Kira

        Ini kalau perumpamaan sih :p
        Rasanya sih ga akan segila Everest 3.2L kalau CKD walaupun PPnBM diesel 2500 keatas masih kena :p

    • netrall

      Wah klo anak teknik bikin kek gtu mah dibacotin abis2an. Solusi anak mesin bukan perangkatnya yg dibesarin tpi menciptakan efisiensi dr itu mesin hrus diracik supaya bisa maksimal. Contoh sja ford eco. Ibarat kalo di dunia IT pas aplikasi yg km download tb2 hang. Bukan laptopnya yg buruk. Tpi algoritma progrannya yg ngaco.

      • Nakazato Kira

        Tapi melakukan tweak engine management ga gampang, terutama di mobil modern. Kalau melakukan hal kayak gitu mirip kayak hacking. Kemungkinan resikonya tetap besar juga :p

        • netrall

          Itu susahnya jdi teknik. G ad yg gmpng. Kcuali ijazah tembak dor dor.

    • Always35

      Aduhhh yang 2.4 aja udah bikin kantong kering apalahi yang 2.8 dahhh ?

  • Rillo

    Beratnya kalo dibanding fortuner versi aussie mah jauh, mesin standar aja 1gd ftv dan dari tipe paling bawah udh 4×4

  • njk888 nik

    1 hal yang belum di cover ama team AM yang terkenal komprehensive, itu sudah ada bukti kekuatan atapnya fortuner generasi sebelumnya lemah. Kasus fortuner Kalideres yang nabrak motor doang terbalik, atapnya habis tuh….Sebaliknya mobil lain seperti kasus Hyundai Tucson lama, nabrak MOBIL (CRV, bukan motor) di depan Gedung MPR Senayan, juga terbalik, namun ATAPnya UTUH…Masih ada banyak foto 2 kasus ini di google images…

    NCAP gituan uji tabrak masalahnya cuman nabrak depan, offset, samping. Kekuatan atap tidak di uji. Itulah kenapa kekuatan atap mobil, suka suka masing masing pabrik, karena tidak di uji ama lembaga NCAP gituan. Namun menurut ane, tetap penting karena jika lagi sial, bisa terbalik, atau suatu hari misalnya ada benda besar berat jatuh ke atap mobilnya.

    Ini bukan black campaign. Ini adalah keterbukaan informasi penting. Kita kan harusnya setia ama rakyat, bukan kepada pabrik, apalagi pabrik jepang, bukan pabrik / merek Nasional pula. Kecuali pemegang saham ya lain cerita. Tujuan situs seperti AM ini kan untuk edukasi, dan info selengkap lengkapnya kepada pembaca.

    Dan info kan nggak selalu positive, kadang ada info kelemahan, negative, ya tetap harus di ungkap kan ? Jika tidak, ya jadi biro iklan dong ??

    • Andy

      Pernah lihat PJS yang bekas kebalik di bengkel body. Atapnya penyok sih, tapi ga sampe rata atau masuk ke dalam. Jadi kebayang kalau ane yang bawa mobil itu gimana ceritanya..
      Apa ada yang bisa cerita tentang pengalaman kekuatan atap-atap boil?

      • Kayaknya bukan karena atapnya ronbeng ya, cuma suv gini bobot sasisnya berat. Jadi atepnya ringsek wajar menurut gua

        • njk888 nik

          Banyak orang Indonesia tidak tau bahwa toyota di Amrik aja udah berapa kali kena masalah hukum karena rata rata atapnya mobil toyota lemah. Sampai mantan pengacara toyota Amrik aja mundur, karena dia ” discover ” bahwa kekuatan atap mobil toyota, di Amrik lo, rata rata nggak memadai. Dia beda ama berapa pengacara kondang di sini. Dia masih punya hati nurani.

          Coba google ” toyota former lawyer roof strength “.

          Akan mulai sadar, mobil makin berat, ya wajar dong seharusnya pabriknya makin perkuat atapnya. Seperti atap / kekuatan body Airbus A380 masa wajar jika sama kekuatannya ama B737 ??? Jelas harus beda, kenapa, yaitu, karena BOBOT A380 jauh lebih berat banding B737. Jumlah penumpang juga lebih banyak.

          Lah jika atap gampang hancur saat terbalik atau kena benturan keras, jelas risiko mati untuk penumpangnya makin tinggi. Ya seperti kecoa yang di hantam dari atas dengan pukulan koran….Risiko mati atau cedera hebat meningkat.

    • yakali kita ngetes atepnya dipenyokin dulu buat menguji kuat apa kagak, sekelas top gear juga nggak ada yang begitu….

      • Mika

        “Masuk ke dalam Toyota Fortuner baru sekarang terasa sedikit lebih sulit, ia lebih tinggi, namun rangka atap mobil ini lebih rendah, untuk masuk kedalam kita perlu menundukan sedikit kepala kita ke dalam” —> Berapa ya tinggi badan reviewer? Boleh coba cek ada review seperti diatas gak sih di australian review (Baca: Reviewnya orang bule yang agak gede gede)… 🙂

        Yah wajar sih… 2.0 i-vtec…. kalau Beta 2.0 vvti mungkin agak beda ya review nya 🙂

        • Rockmeo

          Hahaha
          Ada gitu y perbedaan ny kalo pake dual vvti

        • 170, terlalu mendetail ya?

          Vtec itu cuma candaan doang, soalnya 2.0 nya pas dibuat kok mirip logo 2.0nya civic type R. Hahaha

          • Mika

            “Sebelumnya, saya dan keluarga sudah lama menggunakan Pajero Sport, dan mobil ini merupakan mobil favorit kami untuk digunakan keluar kota, saya pernah membawa mobil ini ke Bromo dan Lampung solo driving dan merasa sangat nyaman dengan Pajero Sport model sebelumnya.” –> wajar2 saja sih hasil reviewnya Fortuner seperti diatas 🙂 Sayang gak dibahas semua ya, audio, airbag, MID dll nya

      • njk888 nik

        Tapi dengar di luar negeri udah mau mulai data kekuatan atap selain tes tabrak depan samping. Orang luar negeri mah mana mau di kasih produk ” suka suka pabriknya “. Mereka mah terus menerus upgrade hal hal yang penting untuk KONSUMEN. Biar konsumen tetap jadi raja, bukan pabriknya yang di anggap raja.

    • D83

      Gile lu pake ngetes atep, tapi idenya boleh juga, hahahaa…

    • sony

      wkwkwk maksud lu rollover test kali ? masa atap dipenyokin gitu tesnya
      jangan harap mobil yang masuk pasar indo bisa segitu tesnya, dapet VSC aj dah bersyukur

    • Rockmeo

      Bagus pemikiran ny cuman dari sisi regulasi dalam negeri masih kurang diperhatikan sama para pejabat pembuat kebijakan, jadi atpm sini kasi fitur safety y segitu2 aja ato g gimmick ny kalo mau fitur yg lengkap beli yg flagship itu berlaku untuk merek “biasa” beda y sama merek “premium” yg dari trim rendah sama atas fitur safety ny kurang lebih sama

      Lagipula konsumen indonesia mayoritas g pentingin fitur safety mereka lebih suka fitur kenyamanan tok jadi atpm juga lebih fokus kesana kecuali ada regulasi yg bisa “memaksa” mereka untuk kasi perhatian lebih ke safety ny

    • AE86

      beda dong bos, hyundai beratnya brpa..? Fortie brapa?

      • njk888 nik

        Emang mobil yang makin berat, wajar jika atapnya makin lemah saat terbalik ? Kalau gitu bajai jika terbalik seharusnya 100% utuh atapnya ? Dan jika Mercedes S-Class terbalik, wajar jika atapnya hancur total dan membunuh bossnya di dalam, karena Mercy S-Class lebih berat lagi banding fortuner ? Mikir.

        • AE86

          Gk perlu didebatin Boss,,, Coba aj bos buktiin dng pengujian dng diberikn jatuhan keatap kendaraan tsbut seberapa kuat atap2 nya bos, by data aj bos,, biar gk perlu mikir2 lg, bos lebih pintar sepertinya, lebih jenius soal otomotif,,

        • Satwika

          Kritis banget commentnya bang….. lanjutkan…..biar pada melek semua….bukan cuma otomotif tapi lainnya juga

  • zul ari

    Rame nih….gelar tiker dulu ah ?

  • zack

    Itu dibagian sejarah nya ada yg kurang tepat. Fortuner itu dari tahun 2005 sudah ada varian mesin diesel nya akan tetapi hanya dilengkapi dengan varian 2500 cc transmisi manual dan yang transmisi otomatis untuk yg bensin

  • Levy Pillar

    Wah kalo gue sih bilang ni boil dah bagus cuma kurang safetynya,kalo pajero mah kurang interiornya jelek banget 🙁

    • Andy

      Kalo menurut ane sih, interior jelek banget ya gak juga x gan. Cuma, kalau dibandingin sama Fortie ya bagusan Fortie.
      Tapi soal buritan dan lampu belakang memang jauh. ANPS musti dipakein spoiler/tailgate di atasnya baru mendingan.

      • Levy Pillar

        Hahaha iya gan jadi sayang aja tenaga udah ada kok interiornya lupa dibagusin juga.

      • japa

        setuju gan kalo gapake spoiler kesannya kaya orang botak yg jidatnya jenong. satu lagi cutting muffler gan biar ga keliatan kosong gt knalpotnya

    • Blackjack

      Pajero interiornya kalo d lihat lama” juga bagus kok

      • doni

        siapa bilang jelek interior pajero, cuman dibanding fortie, lebih sedap dipandang fortie… soalnya jaitan”nya gk palsu, sama panelwood fortie warnanya gk jadul

      • AE86

        membohongi diri sendiri tu bos.

      • Dewa Yudhi

        Interior pajero gak jelek2 amat sih, cuma gak se-outstanding interior fortuner. Tapi rasa2nya luaasss bgt dibanding interior fortuner

  • Adamgus

    mobil yang…. kemahalan.

    Pantatnya cakep tapi.

    Kalo ada yg lebih baik, beli yg lain aja. Safety first.

  • D83

    Review OK, tinggal yg tambah greget kalo langsung komparasi sama Pajero sport

  • nusantara nusantara

    ayo om admin uji di trek lumpur, headto head sama pajeroh

  • Always35

    Aduuuuhh rame emen siiihh wkkwwk

    Naaah yg begini nih biasa jadi inceran yg doyan utamanya urusan oprek mesin, dikasih “racun” dikit aja udah buas tuh mesin ? dan Udah dari jaman fortie lawas, “racun”2 nya udah buanyak banget buat ngalahin pasport dakar…

    Tapi entah deh “racun” yg buat 2GD ini apa udah ada yak di pasaran? Penasaran deh ?

    • Levi

      Sama kok, mesin 2GD ini jg bs di tune up biar hpnya lbh buas lagi, bawa aja ke kenalan teknisi toyot*, pasti dibantu ?

      • Always35

        Wew ke teknisinya langsung ? kuat sampe berapa HP tuh kira2?

        • Levi

          Pernah temen paman ane di tune up smp 200hp, gaktau lg itu bener atau kagak

          Tp emang mesin Fortie terkenal gampang kok tuningnya, plus dia badak

          • Always35

            Ngeriiiii 200hp ? mungkin fortuner itu ibarat “lukisan setengah jadi”, masih banyak potensi2 rahasia yg dipunya ?

          • Levi

            Betuuul … Ibarat Fortie itu kanvasnya, tinggal pemiliknya aja mau bikin kanvas itu jd lukisan yg kyk gmn

    • njk888 nik

      Racun non resmi selalu mengandung RISIKO. Emang bengkel oprek mesin lebih pintar dari team engineer toyota ? Misalnya toyota udah sadar kemampuan materi mesinnya cuman sanggup menahan torsi 360 Nm misalnya untuk jangka panjang.

      Jika bisa 450 atau lebih, kenapa tidak di lakukan toyota ? Kan angka tenaga makin tinggi makin sexy di mata konsumen.Karena toyota paling tau batas aman max material mesinnya sampai berapa. Dan mereka tidak mau paksa. Karena mereka harus terapkan GARANSI berapa tahun.

      Jika mau oprek sendiri maksa sampai 600 Nm, ya mungkin sesaat bisa. Tapi bisa berapa lama ? Kapan akan kasus mesinnya jebol karena di maksa melebihi kapasitasnya terus ? Nggak bakal ada yang tau…Toh jika mesinnya ada apa apa, bengkel opreknya mau garansi nggak ? Coba..

      Dan fortuner usia < 3 tahun, jika oprek mesinnya, ya SAYONARA ama garansi toyota.

      • Always35

        Kalo ngomongin garansi, jelas itu udah resiko yang harus diterima kalau kita melakukan modifikasi utamanya di mesin. Tapi disisi lain kita juga tau mesin tsb sampai mana batas kemampuan mesinnya kalau kita upgrade. Contohlah project ayla turbonya om mobi. Mungkin kalau orang biasa pikir “ngapain mobil kecil begitu dipasang turbo”, tapi disisi lain orang2 juga penasaran seberapa kuat mesin menahan tenaga yg besar itu. Yang namanya melakukan modifikasipun juga pasti ada konsekuensi yang harus diterima, tinggal kembali ke yang punya mobil aja sanggup atau enggak terima konsekuensi itu.

        Kalo kasus fortuner yg ini, ane cuman mengutip kata2 afzal khan di supercar megabuild sewaktu ngebangun porsche panamera di channel natgeo : “mobil itu ibarat lukisan yang belum selesai dikerjakan pelukis, masih banyak potensi yg bisa ditingkatkan sehingga bisa lebih baik dari pabrikan”. Dan itu semua kembali ke masing2 aja sihh ??

        -bukan sales merek manapun, murni pandangan sendiri-

  • HSD

    Mungkin kalau untuk test suara mesin/kesenyapan kabin, bisa pakai alat ukur Mas RH. Jangan pakai perasaan/kuping saja.

    • njk888 nik

      Tapi jika bedanya jauh, kuping aja cukup kok. Coba aja bandingkan suara dan getaran diesel Santa Fe di kecepatan 100 vs diesel fortuner. Jauh…Tarikannya juga beda jauh, nggak perlu pakai stopwatch untuk timing akselerasi. Kecuali beda tipis.

  • Farrel

    Overall mobil ini lebih keren luar dalem dari sebelumnya tapi sayang fitur safetynya kurang.

  • Dewa Yudhi

    di bali agak jarang liat ni mobil…seringan liat new pajero

  • Rasidin eko

    ga lah, si boyota cuma mau ambil untung sebesar-besarnya doang, trus diganti dengan fitur2 gimmick, mgkin pintu blkg otomatis aja yg keliatan. si otoy mereka aslinya pinter. cuma kita rakyat indonesia yang saya cintai (kata om mobi) aja yang mau beli model sama brand. yang beli seolah-olah bersepakat bahwa puas banget dgn mobil turunan sportipu ini. mereka berusaha membohongi diri sendiri dengan merasa untung beli mobil ginian.
    pokonya bela mati-matian sampe2 kesannya kakak iparnya yang punya pabrik, heheheh…peace.
    liat tuh MU-X dengan fitur safety nya, harga 400jt-an aja. mau brapa harga branded nya?
    rem cakram satu set blkang=15 juta?, fitur vsc, astc, hill assist, dll buat safety=30-40juta?, diganti dgn pintu blkang otomatis=10 juta, roof tv monitor=5juta, udah untung 30-40 juta. so, bikinan lokal, spare parts lokal? no pajak, no biaya kirim, no handling? hemat berapa tuh? regulasi penambahan ukuran panjang 9 cm? dakar nambahin panjang ukuran kabin, butuh material plat baja yang lebih banyak, fortuner malah nambahin monyong bumper dengan material plastik yang murah, hemat lagi, wkwkwk….
    tapi itu oke lah, namanya dagang cerdas ya memang harus begitu, cari untung yg sebesar2nya dengan modal yg sekecil2nya.
    cuma gw yg bikin gw sariawan, knp fitur safety juga di makan habis2an, bangsa rem cakram, vsc, dkk aja masih dimakan juga, padahal penting buat keselamatan. apa salahnya kasih cakram aja yg belakang.
    dalihnya bagusan tromol??? knp TRD digemabr gemborin pake cakram??? quality down dong yak… hehhehe
    ini pendapat pribadi ane yg jengkel dengan prilaku pabrik beginian…
    tapi ya sudahlah, kembali ke diri masing2 deh….hehehehe

    • njk888 nik

      Karena kita bukan bule. toyota takutnya ama bule. Tuh fortuner Aussie pakai rem cakram semua depan belakang tuh. Masalahnya adalah di negara seperti Aussie, Eropa, China, Amrik, KONSUMEN adalah RAJA. Nah, di Indonesia, cilakanya, justru konsumen mikir toyota adalah RAJA ! Jadi jelas suka suka dia. Mau ngapain aja toh tetap laku.

      Jadi ya adat konsumen jelas pengaruh sifat pabriknya. Itulah kenapa fortuner Aussie beda banget ama Indo. Padahal harga fortuner Indo, dengan segala keringanan pajak, parts mayoritas udah lokal, harganya tetap Setengah Milliar. Fitur ya gitu gitu aja. Belum hal yang nggak kasat mata, misalnya plat bodynya tipis dll.

      Kalau saya mah, nggak bakal mau angkat merek apapun sebagai Raja gue. Soalnya di dalam hati gue, siapa raja ? Ya GUE dong ! Seperti kata Han Solo di Star Wars : Aku cuman setia ama 1 orang, GUE. Jika orang Indonesia sikapnya seperti orang Eropa, Amrik, China, toyota nggak bakal bisa se-enaknya gini.

      • Igor kankarouf

        Wajar toyota takut sama bule. Sebab dia pernah kalah sama amerika di perang dunia ke 2. Nah kita dolo di jajah sama jepang. Mana ada takut nya tuh toyota. Dan seperti para bangsa jepun dahulu kala. Mereka berbuat baik dolo dan kemudian kita di jajah. Sama kaya skrg mereka buat pabrik dolo. Ningkatin kandungan local supaya kena pajak berkurang. Dan kemudian kita di jajah oleh kepintaran mereka yg sportipu abis. Knp mobil jepang gk terlalu laku di eropa. Karena menurut orang eropa mobil jepang itu seperti kaleng yg di kasih mesin doang