Suzuki Ertiga Dreza Juga Dirilis di Thailand, Harga Mencapai 267 Jutaan!

Suzuki Ertiga Dreza Juga Dirilis di Thailand, Harga Mencapai 267 Jutaan!
0  komentar
suzuki ertiga dreza thailand

AutonetMagz.com – Tadinya kami kira Suzuki Ertiga Dreza yang mukanya unik – kalau tidak mau dibilang aneh – itu khusus untuk pasar Indonesia saja, mengingat paham konsumennya yang “makin banyak krom, makin rela bayar mahal”, tapi ternyata Suzuki Thailand juga minat dengan Ertiga Dreza. Terbukti, di sana Suzuki merilis 2 tipe untuk Ertiga facelift, yakni yang GL dan Dreza. Ertiga GL sebagai tipe terendah dan Dreza sebagai yang termahal.

Secara fisik luar, tidak ada bedanya antara Ertiga GL dan Dreza spek Thailand dengan Ertiga GL dan Dreza spek Indonesia, baik itu dari gril, pelek, lampu, bumper, dan lain sebagainya. Ertiga GL dengan wajah yang menegaskan chrome di grilnya, sementara Dreza tetap dengan muka yang dicomot dari Peugeot RCZ coupe. Tentu saja dengan chrome supaya tampil “mewah” seperti mobil mewah masa gitu… Maaf, maksudnya mobil mewah masa kini versi Suzuki.

suzuki ertiga dreza interior thailand

Akan tetapi, sunatan pada versi Thailand rupanya cukup terasa, karena head unit pada tipe Dreza sudah berganti. Di sini, Ertiga Dreza punya head unit AVN dengan layar 9 inci, tapi di Thailand malah dikembalikan menjadi head unit biasa yang sama dengan Ertiga GL dan Swift. Mantri sunat Suzuki Thailand rajin juga ternyata. Sama seperti Ertiga di sini, hanya tipe Dreza yang punya tweeter, sementara tipe GL belum.

abs suzuki ertiga dreza thailand

Hal aneh lainnya yang sama dengan Ertiga Indonesia adalah fitur ABS+EBD yang khusus untuk dipasangkan pada Ertiga Dreza saja, jadi jangan harap bisa membeli Ertiga GL dengan ABS+EBD, bahkan di Thailand sekalipun. Urusan mesin juga masih sama, K14B 1.400 cc 4 silinder dengan 92 PS dan 130 Nm, transmisi 4 percepatan otomatis dan FWD. Overall, sekilas masih sama antara spek Thailand dengan Indonesia, kecuali di head unit.

Dengan hanya menjual 2 varian saja, Suzuki Thailand sudah mengumumkan banderol untuk masing-masing varian. Suzuki Ertiga GL dijual seharga 655.000 Baht (245 juta Rupiah), sementara Ertiga Dreza lebih mahal hingga 715.000 Baht (267 juta Rupiah). Sebentar, jadi jika nambah 22 juta dari Ertiga GL ke Dreza, hanya dapat muka ajaib, pelek baru, high mount stop lamp, handle pintu chrome, panel kayu di interior, 2 tweeter serta ABS+EBD? Well… Terserah deh.

interior suzuki ertiga gl thailand

Oh, mungkin bayar mahal di chrome-nya untuk upgrade dari GL ke Dreza, mengingat Ertiga Dreza lebih berat 10 kg daripada Ertiga GL. Jika membandingkan dengan versi Indonesia yang selisih dengan varian di bawahnya sekitar 15-20 juta, masih lebih baik karena kita ditambahkan head unit baru. Bagaimana menurutmu, mendingan Ertiga spek Thailand atau Indonesia? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next:
  • Nakazato Neptunia

    Apakah orang thailand punya prinsip “makin banyak krom, makin rela bayar mahal” pula?
    Tipe GL lebih value for money menurut ane

  • Hendra

    Biarpun Mas HIlsat gak suka dengan banyak chrome sana sini, gak harus di tiap artikel disebutin gitu lah. Sebagai penulis, harus netral.

    • Paijo

      Gw setuju om…kayaknya penulis kurang netral…apa pernah sakit hati ma ertiga nech jangan2…**!
      Liat pajero sport yg baru,yg chrome lebih overchrome kata keren…huft….

      • Mas Bejo Wakwaw (penerus Bejo)

        Emang bener sih gan… Lah ini muka jiplak peugeot rcz.. Designernya kt bang hillsat kurang piknik..

        • Aryo Wicaksono

          balik lagi ke Bang Hilsat, apa pengen lebih netral atau lebih gaya top gear yang terus terang dan lucu seperti sekarang.

      • Hillarius Satrio

        lebih tepatnya saya kecewa.

        suzuki ertiga facelift biasa kromnya memang banyak di muka, tapi proporsinya tidak kelewat parah, masih bagus

        tapi saat dreza muncul, saya heran, ini apa maksudnya krom yang sangat berkilau di pinggiran aksen desain alur penghubung lampu kanan kirinya? belum coakan pada kap mesin bagian depan yang mengindikasikan itu masih ada coakan bekas gril lama, yang dikasih satu lis krom. sudah begitu di-highlight pula.

        jika maksudnya meniru mobil mewah dan tetap mau pakai krom, ada baiknya pakai krom yang pantulannya soft, dan tempatkan sedemikian rupa biar tidak norak. mobil mewah yang beneran mewah aja kromnya nggak sesilau itu.

        Atau, karena ertiga punya muka seperti itu, saya rasa Ertiga bisa meniru permak pada Swift. Saya suka Swift, itu mobil yang cantik dan asyik dikendarai, bahkan model yang lawasnya pun masih cakep

        Pajero Sport memang overchrome, desainnya pun sangat rumit, tapi padu padan dengan muka barunya itu bisa tetap memberikan kesan properly designed (mukanya doang)

        open discussion, mau setuju ataupun tidak akan saya terima dengan jiwa besar. thank you

        • Don Giovani

          sip, bro……yang bikin saya selalu mantengin review dari autonet ini ya kejujuran nya….. bagus bilang bagus, jelek bilang jelek, norak bilang norak. kalo pembacanya kurang setuju, silahkan tulis di bagian komentar. pembacanya masih ngeyel? boleh geser ke situs sebelah yang pembahasannya luar biasa datar itu……

        • menurut saya, masalah chrome itu murni dikembalikan ke selera masing2 saja karena memang tidak ada batas jelas mengenai selera ya kan ?. saya maklum saja jika bung hilsat kurang sreg dengan tampilannya dreza karena penulis juga manusia, pasti punya selera sendiri juga. lain jika kita bicara fasilitas / kelengkapan dan performa, nah itu bisa dibandingkan atau adu data. di mobil ini ada fasilitas ‘ini’, di mobil sebelah ngga ada ‘itu’.

      • putra

        Ini kan bukan web yang terafiliasi dengan merk2 bro, jadi memang pure pendapat masing2 penulisnya.
        Ane pernah bilang, yang ane suka dari autonetmagz itu karena dia netral, dan ngomongnya sesuai dgn fakta dan kondisi. Kalo jelek dibilang jelek, kalo norak dibilang norak, kalo mahal dibilang mahal, sempit dibilang sempit. Coba liat web sebelah yang lagi diblokir, komentarnya baguuuuss semua. Dan reviewnya berasa iklan baris, kagak ada detail2nya.

        • Suka suka

          lah situs ape bro yang lagi di blokir?

    • Hillarius Satrio

      hooo… iya2 mas, nanti saya kurangi menulis seperti itu. terima kasih atas pengawasannya

      • asta

        Dengan bahasa tulisan yg seperti ini sudah sangat baik mas hillsat, dipertahankan saja.

      • R18A

        udah gapapa sat, kan emang autonetmagz dari awal tidak terafiliasi dengan merek apapun, dan selalu buka bukaan dan jujur sesuai fakta tentang mendeskripsikan mobil, kalo jelek bilang jelek, bagus builang bagus, norak bilang norak,mahal ya dibilang mahal overprice, dll nya.

        menurut gue sih kalian yang terlibat di web, chanel ucup, medsos autonetmagz ini sudah cukup NETRAL, jujur, dan mejabarkan apa adanya kok

        • Hendra

          Maksud saya, kenapa harus di tiap artikel ngomong “makin banyak chrome makin keren/mewah”. Pertama-tama lucu, lama lama eneg.

  • Bagus

    Pernah baca berita di google, katanya penjualan sujuki menurun.
    Ya, menurut saya wajar lha… Udah bagus bener dulu ertiga sebelum FL (design bagus, fitur bagus) sekarang dibuat 2 tipe yang 1 fiturnya kurang, yang dreza ya tampilan depan bukan selera kebanyakan orang… Menurut saya wajar penjualannya turun

    Saran aja, mending balik lagi strateginya ke dulu sebelum FL, gk ush buat 2 tipe… Walaupun saya tau avanza ada 2 tipe yaitu avanza dan veloz, tapi namanua avanza kata om fitra eri “mereka udah seperti membuat lingkaran setan”. Mau diapain itu avanza bakal tetap laku keras.

  • Aryo Wicaksono

    Men, sinetron mobil mewah masa gitu benar-benar bakal diangkat ke layar kaca. :v

    • farid

      dan untuk sinetron/drama india nya adalah berjudul “hot hatch masa gitu” diangkat dari kisah mobil suzuki baleno RS alias hot hatch india…XD

    • Soni Hermawan

      Judul film nya cintaku kejedot overchrome hahaha

  • Walter White

    Thailand biasanya suka dengan kendaraan Pick up & Double Cabin. Jual Low MPV laku juga kah ? Penjualan Hilux & D-Max saja tinggi sekali di sana.

  • lewat

    Ga tertarik.. Itu keberatan crome kalih..

    • Aryo Wicaksono

      chrome saking terlalu berat sampai grill turun berok, ya. XD

  • gaps

    Inget bgt pas bahkan sblum peluncuran resmi pertama Ertiga di 2012, saya suka bgt sm modelnya. Simpel,ga neko2,dan punya kelas sendiri. Ngliat Avanza pd waktu itu jd berasa kacang bgt. Pas 2013 Ertiga ngeluarin minor change dengan nambahin krom di gril sm belakang buat tipe GX sebenernya ud mulai agak gimana sih. Tp berhubung penempatan kromnya ga berlebihan dan cocok sm desain Ertiga pd waktu itu,jd ngliatnya masih oke bgt.
    Kayaknya Ertiga makin kacau sejak Mobilio mulai masuk,ditambah lg Avanza ngeluarin major changenya. Semua ke arah yg lebih baik meskipun kl dibandingin sm Ertiga keduanya ga lebih baik dalam segala hal..
    Ertiga punya modal bagus sebenernya buat sukses. Modelnya (yg versi awal) oke bgt,build quality bagus (kecuali sm Spin),mesinnya pas antara performa sm irit2an,sm handlingnya mantap. Sayang cm karna racikan fitur,desain sm harganya yg kacau..wajar aja kl Ertiga turun penjualannya dr yg lain..

    Terus komen berikutnya soal Ertiga Dreza. Kl diliat pertama apalagi kl yg ud biasa liat Ertiga lama kesannya agak aneh..cm kl diliat2 lebih lama bagus2 aja sebenernya. Lebih oke dr versi faceliftnya. CUMA..kromnya sih yg emg bikin ganggu terutama yg versi tingginya
    Saran buat Suzuki sih..krom itu dijdiin opsional aja bagi konsumen yg emg pengen mobilnya dikromin bgtu. Jangan dijdiin standar,karna ga semua selera konsumen bs disamain walau katanya hal itu dilakuin karna banyak yg minta digtuin (pernah nanya sm sales Suzuki beberapa waktu lalu)

    Terus untuk penulisan artikelnya bro Hillsat,sory to say..soal penulisan “mobil mewah masa gitu”,atau yg terutama “mobil makin banyak kromnya makin suka” kayaknya mesti dikurangin atau dihilangkan intensitas pmakaiannya. Mungkin pertamanya terkesan lucu sih,cm lama2 jd ada unsur subjektifnya dan malah nambahin kesan “gue anti sm mobil ini”. Gatau sih yg lain gimana. Cm itu sih yg td saya tangkep..saya bukan fansnya Ertiga tp agak risi juga ngliatnya…hehe

  • Tulus Budi

    penjualan ertiga bulan januari 2016 malah ga terlalu malu-maluin, malah diatas mobilio dan xenia, berarti facelift ertiga menjadi new ertiga cukup berhasil ya…..

    • Aryo Wicaksono

      catatan: untuk orang indonesia, ya, belum tentu untuk thailand berhasil.

    • Hillarius Satrio

      iya mas tulus, saya juga baca hasil penjualan itu.

      kalo penjualan mobilio yang memble, penyebabnya jelas karena ada BRV dan imej taksi mobilio

      kalo xenia, saya sendiri kurang yakin,tapi mungkin karena tidak ada abs

      ertiga sendiri saya bilang bisa bertahan karena faktor keunggulan ertiga lawas : nyaman, kualitas juara, kabin sangat kedap, ABS, dll

      jika dibilang cukup berhasil, bisa dibilang begitu, tapi saya tetap heran dengan penghilangan ABS-nya. itu fitur andalan ertiga lawas yang bisa bikin dia bersinar dibanding rivalnya .

      ibarat udah punya suara kayak Isyana, tapi pas ada penyanyi lain yang suaranya bagus dan mengancam karirnya, suara Isyana malah diganti suara Isyanto.

      • kalo saya sih ga heran2 amat. namanya orang jualan pastinya punya strategi beda beda. kalo saya liat sejak awal strategi suzuki dikelas low mpv udah cukup bagus. ngeluarin ertiga untuk ngelawan si-raja low mpv yaitu avanza, tentu harus memberi sesuatu yang beda supaya mulai dilirik dan “dianggap” oleh konsumen. dan emang terbukti dengan fitur yang sangat lengkap waktu baru diluncurkan ertiga mulai banyak diminati. bisa dibilang suzuki ga terlalu banyak ambil untung diawal peluncuran ertiga krn harganya yang bisa dibilang ‘murah’ dengan kualitas terbaik.

        setelah brand ertiga sebagai mobil berkualitas mulai tertanam dipikiran konsumen, suzuki mulai cari untung nih dengan menghilangkan beberapa fiturnya dan merubah desainnya. mungkin dari hasil riset suzuki, pembeli low mpv sebagian besar adalah penggemar chrome. menurut saya ertiga yang sekarang merupakan titik temu antara produk yg berkualitas dan tetap menguntungkan bagi keuangan suzuki. Kalo mau mengandalkan kualitas aja tanpa mikirin untung bisa2 bernasib seperti chevy spin dan merk non-jepang lainnya yang akhirnya menyerah bersaing di indo. buntut2nya konsumen juga ikutan dirugikan klo produknya hengkang dari indo.

        strategi2 brand jepang menurut saya udah cukup baik supaya bisa bertahan di indo. honda dengan produknya yang berbagi platform, toyota yang gemar facelift doang, suzuki yang mempermainkan fitur, dll.

        cuma pendapat saya sebagai orang awam 😀

  • Levi

    Dulu ini Ertiga mobil paling worth nilai value-to-money’nya

    Tp skrg Ertiga sdh melenceng dari jalan yg diberkahi Tuhan dan mulai masang harga mahal utk opsi” yg aneh

    245jt utk Dreza yg blm ada projector dan rear parking camera ?

  • R18A

    “mengingat Ertiga Dreza lebih berat 10 kg daripada Ertiga GL”. Bedanya 10 kg yang drezza sama GL, kebanyakan chrome kayanya yang drezza jadi nambah berat 10 kg. Hhhaa, mobil mewah tapi gitu

  • Alfian

    Kocak Kocak Ini mah yang bikin mobil akuntan bukan engineer

  • Shark Owner

    Dreza di Indo yg dapet HU Android cuma tipe Dreza GS Bang HilSat yg Dreza biasa HUnya kayak Ertiga lainnya

  • Buzzera

    Ertiga emg lebih bagus design yg sederhana, gampang diterima, malah aneh aneh dirombak

  • sueb

    267jt mending beling hws autech grand livina euy

  • nusantara nusantara

    tampangnya nggak banget dah please, bisa gak itu gril depan tuker monitor + kamera mundur

  • Rizki

    Jadi ini Ertiga bikinan lokal yang diekspor sana sini (karena tidak/belum ada di India)? Barti udah bisa bikin disini ya meski desain tetap Maruti Suzuki India, baguslah, karena sebel juga baca blog dari India yang kalo ada artikel soal Ertiga selalu diakhir paragraf “mengingatkan” bahwa Ertiga kita adalah barang CKD Maruti Suzuki India hehe