Subaru Rayakan 50 Tahun Penggunaan Mesin Boxer

by  in International&Subaru
Subaru Rayakan 50 Tahun Penggunaan Mesin Boxer
0  komentar

AutonetMagz.com – Tahun 2016 ini rupanya menjadi perayaan 50 tahun dedikasi Subaru dalam memakaikan mesin boxer. Tidak banyak pabrikan yang mau memakai konfigurasi mesin boxer untuk mobil yang mereka buat selain Subaru dan Porsche, dan kali pertama Subaru memakai mesin boxer adalah saat diperkenalkannya Subaru 1000 pada tahun 1966, dan hingga kini, sudah 16 juta Subaru bermesin boxer terjual di dunia (abaikan Subaru R1, R2 dan Stella yang tidak pakai).

Memangnya apa yang membuat Subaru berminat dengan mesin yang namanya mirip nama celana ini? Well, dengan posisi piston yang tidur dan bergerak menyamping kanan kiri dan bukan tegak serta bergerak naik-turun seperti mesin inline, getaran dari mesin boxer jauh lebih halus. Desain rangkaian piston mesin boxer yang terbagi kanan-kiri juga memungkinkan keseimbangan kanan-kiri yang lebih terjaga, sama halnya seperti pada mesin V.

mesin boxer subaru

Plus, karena posisi komponen-komponen yang berat seperti piston, cylinder head, exhaust header, crankshaft dll. diletakkan di bagian bawah ruang mesin, konstruksi alamiah mesin ini sangat menunjang stabilitas dan pengendalian mobil menjadi makin baik. Khusus untuk Subaru, keseimbangan ini bagus saat dikawinkan dengan penggerak Symmetrical AWD yang mereka bangga-banggakan.

Hal lainnya, mesin boxer Subaru punya suara yang khas, terutama kalau didengar dari knalpotnya Subaru WRX. Jika didengar dari knalpot Porsche 911, suaranya jelas lain lagi, tapi baik boxernya Subaru maupun Porsche, keduanya bagus. Yang menjadi minus mesin boxer adalah komponennya banyak, biaya pembuatannya agak tinggi, wujudnya agak lebar dan perawatannya tidak semudah mesin lain.

subaru wrx sti drivetrain

Memang bagaimana perawatannya? Well, kalau mengganti busi di mobil bermesin inline itu gampang, seperti mengerjakan PR matematika anak SD, karena businya terletak di atas. Nah, kalau mesin boxer, pistonnya kan di bawah, berarti businya di bawah juga, alhasil kegiatan mengganti busi sama repotnya seperti mengerjakan kuis aljabar linear. Begitulah, tapi tetap mesin ini tak boleh diremehkan. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: