(Studi) Tahun 2030, Populasi Mobil Otonom Mencapai 15 Persen

by  in BMW&Chevrolet&Hi-Tech
(Studi) Tahun 2030, Populasi Mobil Otonom Mencapai 15 Persen
0  komentar
go-low-emission-uk

AutonetMagz.com – Pada awal 2015 ini para pabrikan mulai berlomba-lomba untuk mewujudkan mobil otonom atau mobil yang dapat menyetir sendiri. Hal ini menjadi mampu diwujudkan seiring majunya perkembangan terhadap mobil listrik. Pengendalian otonom sendiri akan semakin mudah dilakukan di mobil listrik dikarenakan semua penggerak, pengendalian, sumber daya dan sensor sudah dapat dikendalikan dengan satu komputer.

Wujud mobil otonom sendiri pada tahun ini terlihat dari Tesla Model S yang sudah mempunyai software terbaru yang dilengkapi dengan sistem otonom. Namun tentu saja sistem otonom ini belum matang karena hanya bisa dilakukan di jalan tol. Setidaknya hal ini membuktikan, sistem otonom yang bisa dilakukan di segala tempat sepertinya akan terwujud tidak lama lagi.

aplikasi-car-sharing-uber

Seperti yang dilansir oleh The Detroit News, laporan yang didapat oleh perusahaan konsultan yang menganalisa tren otomotif memprediksi 15% mobil yang dijual di seluruh dunia adalah mobil dengan sistem full otonom pada tahun 2030. Studi yang dilakukan McKinsey & Company menunjukkan bahwa tidak akan begitu penting bagi manusia untuk mempunyai mobil. Munculnya layanan mobilitas seperti Uber dan Lyft pun membuat orang muda tidak terlalu antusias membutuhkan mobil, bahkan mereka juga tidak terlalu membutuhkan SIM.

Pada tahun 2013, beberapa orang yang berusia 16-24 tahun yang mempunyai SIM hanya 71%, padahal dibandingkan dengan tahun 2000 di usia sama, orang yang mempunyai SIM sebanyak 76%. Ditambah lagi pada 5 tahun terakhir terjadi peningkatan 30% pengguna kartu member untuk jasa car sharing. Laporan ini juga mencakup perubahan trend di Amerika Utara dan Jerman yang memprediksi tahun 2050, dari 3 mobil yang dijual salah satunya digunakan untuk jasa car sharing.

Pengisian-baterai-chevrolet-volt

Memang sih ini seperi reaksi berantai, dimana orang-orang tertarik dengan inovasi di industri mobilitas maka perusahaan mobil akan menginvestasikan disana demi mengembangkan teknologi terbaru, ujungnya yang dikejar adalah kue penjualan. General Motors contohnya, mereka mereka menginvestasikan setengah miliar dollar pada Lyft, masuk kemitraan dengan tujuan mengembangkan mobil otonom mereka. Tapi disini menariknya, harga saham GM saat itu merosot 2,4%, ini menunjukkan tidak semua orang merasa percaya dengan mobil otonom.

Sedikit melupakan tentang mobil otonom, lalu bagaimana perkembangan mobil listrik? Pada tahun 2030, antara 10% sampai 50% mobil baru yang terjual adalah mobil listrik. Hal ini bukan hanya terjadi karena pertumbuhan segmen saja tapi juga adanya tekanan regulasi dari pemerintah untuk menurunkan emisi. Jadi sepertinya tidak mustahil bila 20 tahun mendatang ada e-Kijang Innova atau e-Avanza haha… Bagaimana menurutmu? monggo deh sampaikan pendapatmu di bawah ini.

Read Prev:
Read Next:
  • zul ari

    full otonom ngak enak….ane masih milih mobil yang di kendarai pake tangan dan kaki ane sendiri

    • farid

      ya…gak fun to drive rasanya kalau mobil sendiri yg menyetir dgn fitur autonomous drive,rasanya kita gak menyatu dgn mobil sendiri

  • Ronny Rasdyantoro

    mungkn kalau lagi capek, pulang kerja atau setelah perjalanan jauh, badan lagi gak ena-sakit, nah itu dibutuhkan mungkin mobil yang otonom