Audi Ingin Ubah Energi Terbarukan Menjadi Diesel Sintetik

by  in Audi&International
Audi Ingin Ubah Energi Terbarukan Menjadi Diesel Sintetik
0  komentar

AutonetMagz.com – Pada tahun 2011 silam, Audi mengumumkan rencana besar mereka untuk mulai memanen energi via Pembangkit Energi Tenaga Angin dengan seabrek kincir angin yang ditempatkan di Laut Utara. Dengan energi dari sumber daya yang terbarukan ini, Audi ingin semua energi yang dipakai oleh mobil-mobil listrik buatannya bakal 100% bersih. Iya sih, angin tidak punya polusi apa-apa, dan angin akan terus ada selama adanya perbedaan tekanan udara antara 2 tempat.

Cukup sampai di situ saja? Belum, soalnya Audi juga ingin mengubah energi terbarukan tadi menjadi bahan bakar cair yang bisa dipakai mobil biasa. Percobaan pertama adalah gas sintetik yang kandungannya mirip dengan gas alam, diproduksi Audi di tahun 2013 dan diberi nama e-Gas. Berikutnya di tahun 2015, Audi membuat bensin sintetik lagi bernama e-Benzin. Dari namanya saja sudah jelas, ini bensin untuk mobil bermesin bensin.

Sekarang Audi sedang bersiap-siap untuk memulai produksi bahan bakar diesel sintetik. Bisa tebak apa namanya? Ya, betul, namanya e-Diesel. Untuk e-diesel, Audi bermitra dengan Ineratec dan Energiedienst untuk membangun pabrik di Laufenburg, Swiss. Pabrik tersebut akan mengambil energi berlebih yang dihasilkan oleh PLTA serta CO2 dari udara dan mengubahnya menjadi bahan bakar yang dapat digunakan mobil diesel, dan ia hampir bersih dari unsur CO2.

Proses ini diawali dengan memisahkan air menjadi hidrogen dan oksigen melalui elektrolisis, yang tenaganya didapat dari energi terbarukan yang Audi punya. Hidrogen kemudian bereaksi dengan CO2 menggunakan teknologi khusus. Biasanya, CO2 diperoleh dari gas buang udara atau sampah/sisa makhluk hidup. Senyawa hidrokarbon rantai panjang terbentuk dan kemudian dipisahkan menjadi e-diesel. Lilin pun turut dihasilkan dan bisa digunakan di area industri lainnya.

Pembangunan pabrik e-diesel Laufenburg akan dimulai pada awal 2018 dan harus selesai sebelum akhir tahun yang ada. Ini hanya pabrik percontohan untuk menguji viabilitas teknologi. Audi memperkirakan bahwa sekitar 105.000 galon e-diesel dapat diproduksi setiap tahun setelah pabrik tersebut beroperasi dan berjalan. Inovasi yang menarik juga jika kita melihat kompetisi teknologi bahan bakar alternatif. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: