Strategi Baru Aliansi Renault Nissan Mitsubishi, Kencangkan Ikat Pinggang!

Strategi Baru Aliansi Renault Nissan Mitsubishi, Kencangkan Ikat Pinggang!
0  komentar

AutonetMagz.com – Nama Nissan, Renault dan Mitsubishi sedang menjadi hot topic dalam beberapa minggu terakhir. Apalagi, beberapa rumor pun mencuat mengenai aliansi ini, mulai bubarnya aliansi, kebangkrutan, hingga hal buruk lainnya. Namun, kali ini perwakilan aliansi telah mengumumkan secara resmi bahwa aliansi masih tetap ada, dan malah akan diperkuat. Hanya saja, disaat yang bersamaan, aliansi juga harus mengencangkan ikat pinggang mereka.

Dalam rilis resmi aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, mereka menyatakan bahwa kedepannya akan berfokus pada ikatan kerjasama yang lebih dekat dan erat untuk meminimalisir biaya yang dibutuhkan untuk produksi. Selain itu, kedekatan ini diperlukan untuk memulihkan hubungan mereka pasca skandal Ghosn. Strategi baru dari aliansi akan berkonsep ‘Leader-Follower‘ yang juga sempat kami bahas beberapa waktu lalu. Nah, strategi ini dipercaya mampu mereduksi biaya pengembangan model baru hingga 40%. Jadi, jangan kaget jikalau nantinya makin banyak produk yang berstatus seperti Xpander-Livina.

Jean-Dominique Sennard, Petinggi dari aliansi menyatakan, “Model bisnis baru ini akan memungkinkan aliansi untuk memaksimalkan aset dari setiap perusahaan, dan menunjukkan kapabilitas maksimal, sembari tetap membangun kultur dan warisan masing – masing”. Nah, dengan strategi ini, tiap pabrikan kini tidak hanya berbagi platform dan teknologi saja, tetapi juga berbagi ruang produksi. Sehingga, setiap produk yang berkaitan akan diproduksi bersamaan untuk menjaga efisiensi di angka maksimum. Kasarnya, seperti Livina yang diproduksi di pabrik Mitsubishi. Seperti yang kami pernah sebutkan, setiap anggota aliansi akan menjadi ‘leader’ di beberapa zona.

Renault akan memimpin pasar di Eropa, Russia, Amerika Selatan dan Afrika Utara. Selain itu, Renault juga bertugas untuk memimpin pengembangan next generation untuk Small SUV. Sedangkan Nissan akan bertugas memimpin di kawasan Jepang, Amerika utara, dan China, sembari memimpin pengembangan next generation sub-compact SUV. Untuk Mitsubishi akan memainkan peranan penting di kawasan Asia Tenggara dan Oceania. Yap, termasuk di Indonesia. Untuk urusan R&D, Nissan akan bertanggung jawab untuk pengembangan mobil otonom dan platform CMF-EV ePT. Sedangkan Renault akan mengembangkan connected-car tech berbasis android dan arsitektur mobil listrik.

Dan Mitsubishi kebagian tugas mengembangkan segmen plug in hybrid untuk mobil berukuran kompak dan juga menengah. Jadi, itu sejauh ini pembagian tugas dari strategi baru aliansi Renault Nissan Mitsubishi. Kita akan ikuti perkembangannya terkait detail lainnya yang menarik. Bagaimana menurut kalian?

Read Prev:
Read Next: