Carlos Ghosn Prediksi Nissan Bangkrut di 2022

Carlos Ghosn Prediksi Nissan Bangkrut di 2022
0  komentar

AutonetMagz.com – Saga yang melibatkan Carlos Ghosn dengan Nissan nampaknya akan makin meruncing. Sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan diungkap oleh Ghosn yang disampaikan oleh pengacaranya, dan pernyataan tersebut cukup menyakitkan untuk pihak Nissan. Yap, seperti judul yang kalian baca diatas, Carlos Ghosn menurut pengacaranya menyebutkan bahwa Nissan akan mengalami kebangkrutan di tahun 2022 mendatang. Tapi santuy, pernyataan Ghosn ini kan masih sebatas prediksi saja.

Mengutip dari Bloomberg, pernyataan tersebut disampaikan oleh Ghosn kepada pengacaranya dalam sesi interview selama 10 jam sebelum dirinya berhasil kabur dari Jepang dengan teknik bak di film – film aksi. Ghosn, menurut pengacaranya, menyebutkan bahwa Nissan akan mengalami kebangkrutan dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan. Pernyataan ini juga disampaikan kepada Nobuo Gohara, mantan Jaksa penutut asal Jepang. Sayangnya, Ghosn tidak menjelaskan secara detail apa alasannya menyebutkan prediksi tersebut. Lantas bagaimana pernyataan Nissan menanggapi statement yang kurang menyenangkan dari salah satu mantan petingginya?

Azusa Momose, Juru Bicara dari Nissan menolak untuk berkomentar terkait pernyataan Ghosn. Namun, jikalau kita perhatikan, memang terjadi tren penurunan pada penjualan Nissan pasca kasus Ghosn terungkap ke publik. Nissan mengalami penurunan penjualan di China dan juga di Eropa, dua pasar yang sebenarnya cukup penting untuk industri otomotif. Alhasil, kondisi ini membuat Nissan harus mengambil kebijakan strategis untuk mengurangi beban perusahaan dengan menghentikan operasional beberapa pabrik perakitan mereka dan juga mengurangi jumlah pekerjanya mencapai 12.500 orang secara global.

CEO baru Nissan, Makoto Uchida

Pihak Nissan sendiri sejatinya sudah menyadari akan tantangan ini, dan mempersiapkan diri dengan sejumlah strategi baru termasuk strategi di mobil listrik. Strategi ini dijelaskan oleh CEO baru Nissan, Makoto Uchida. Uchida-san menyebutkan bahwa dirinya ingin mobil – mobil listrik lansiran Nissan memiliki fitur yang bisa diandalkan, punya jarak tempuh yang jauh, dan juga nilai jual yang tinggi. Hal ini dilakukan supaya Nissan bisa mendapatkan profit yang lebih tinggi di masa depan. trategi baru dari Uchida-san juga menegaskan bahwa segmen mobil listrik Nissan nantinya tidak lagi berfokus pada volume penjualan, tapi keuntungan. Untuk apa? Untuk memberi ‘bensin’ tambahan pada neraca keuangan Nissan tentunya.

Jadi, kita lihat saja, apakah Nissan mampu membuktikan diri bahwa pernyataan mantan bosnya itu salah, atau malah benar. Kalau menurut kalian bagaimana?

Read Prev:
Read Next: