Ssangyong Tivoli XLV 7-Seater Akhirnya Tampil Di Geneva

Ssangyong Tivoli XLV 7-Seater Akhirnya Tampil Di Geneva
0  komentar
ssangyong tivoli xlv

AutonetMagz.com – Ssangyong sebagai produsen mobil mewah asal korea selatan memang harus berlari lebih cepat dari awal. Sebab bisa dibilang produsen ini tertinggal cukup jauh dari produsen lain senegaranya seperti Hyundai dan KIA. Meski begitu dengan bantuan finansial dari Mahindra, mereka mencoba bangkit kembali.

Hal ini ditunjukkan dengan munculnya mereka di Geneva Motor Show 2016 dengan memamerkan produk terbarunya berjuluk Tivoli XLV. Secara kasat mata model ini memang tidak jauh berbeda dengan Crossover Tivoli yang pernah muncul. Secara spek pun memang ada kesamaan dengan model yang diluncurkan tahun kemarin ini. Namun akan terasa bedanya bila kita baru melihat bagian samping dan belakang Tivoli XLV. Dengan tubuh yang dipanjangkan sebanyak 238 mm maka terciptalah kapasitas bagasi yang fantastis sebanyak 720 liter.

ssangyong tivoli xlv side

Secara tampilan model ini jauh lebih proporsional dengan Tivoli yang kita ketahui sebelumnya, apalagi dengan desain belakang yang menonjolkan pilar C dan menyembunyikan pilar D sehingga floating roof terasa bila dilihat secara keseluruhan. Ketika kita melihat bagian belakangnya justru tidak terlalu ramai sentuhan, mereka menempatkan taillamp cukup mepet ke pilar dan plat nomer ke bumper, sedikit de javu dengan desain Blazer lawas sih. Singkatnya secara tampang model ini lebih enak dilihat dibandingkan Tivoli versi pendek sih.

ssangyong tivoli xlv interior

Tentu saja seperti yang kita singgung di atas, benefit dari perpanjangan sasis adalah adanya baris ketiga. Hasilnya baris ketiga menjadi sangat bersahabat untuk diisi orang dewasa, ini bisa dibilang positif karena pada umumnya SUV di kelasnya, pun ada baris ketiga hanya ‘nyaman’ bila diduduki anak kecil. Hal ini berkat sudut bangku baris kedua diposisikan 32.5 derajat dan kondisi belakang yang rata lantai.

Karena berdasarkan basisnya model ini serupa dengan Tivoli pendek jadi untuk bagian mesin juga saling berbagi pula. Sehingga model ini ditawarkan dengan 2 tipe mesin : bensin 1.6-liter yang menghasilkan 128 hp dan diesel 1.6-liter yang menghasilkan 115 hp. Mesin ini dikawinkan dengan pilihan transmisi manual 6-speed dan transmisi automatic AISIN 6-speed. Untuk varian termahal dari Tivoli XLV akan menggunakan sistem pintar all wheel drive dimana pada kondisi jalan biasa akan menggunakan penggerak depan dan ‘jalan yang tidak nyata’ otomatis akan mengaktifkan penggerak seluruh roda.

ssangyong tivoli xlv rear

Johng-sik Choi, selaku CEO Ssangyong menyatakan bahwa model ini akan menjadi langkah ke depan yang lebih baik bagi Ssangyong. Ia pun menambahkan bahwa sejak dipamerkan di IAA Frankurt Motor Show 2015, ia mendapat kritik sehingga model ini lebih disempurnakan. Model ini akan segera dijual secara global pada bulan Mei mendatang dan target produksi Tivoli ditambah Tivoli XLV akan mencapai 100.000 unit. Bagaimana menurut anda? Monggo berikan corat-coretnya di bawah ini.

Read Prev:
Read Next:
  • bhay

    buset belakangnya blepotan amat ya hmmm

  • Tulus Budi

    keren modelnya……

  • qoqo

    Menyasar pasar mewah dgn tampilan kayak gitu? RLY?

  • kabe kabe

    Mewah ya ? Dr nm merknya aja tidak terdengar mewah, at least di kuping w..

    • farid

      kalau merek hyundai atau kia yg pake nama bahasa korea terdengar lebih keren didengar dibanding ssangyong,kalau ssangyong namanya terdengar seperti merek cina padahal mobil ini bukan mobil cina

      • kabe kabe

        Entah knp w merasa lbh cocok jadi merk AC dr pada mobil

    • Jefri Dwiantoro

      dulu di Indonesia sempat terdengar Ssangyong Musso atau Boxer yang katanya kerjasama dengan Mercedes Benz. Gosipnya, diturunkan dari MErcy G Class. Di zamannya, termasuk mobil mewah. Sempet liat wara-wiri di jalanan, memang sepertinya menyasar kelas SUV mewah. Hampir menyamai Toyota Land Cruiser.
      Tapi IMHO, Tivoli yang ini tampangnya ‘kok gitu ya?’ Garis desainnya acak-acakan, seperti belum punya design language. Gimana mau saingan sama KIA, Hyundai, apalagi Genesis?
      IMHO.

      • Aryo Wicaksono

        gelandewagen? nggak yakin, paling turunan ML doang.

      • Rizki

        Memang dulu Ssangyong kerjasama ma Mercy buat pake mesinnya, baik buat model sedannya atau SUV, bahkan (katanya) pengembangan ML didasarkan dari pengalaman Musso selama diproduksi SSangyong (bahkan sempat jadi mobil operasional PBB), karena waktu itu Mercy belum punya SUV (cuma G-Klasse aja), jadi semacam trial and error juga waktu dipasang di SUV. CMIIW

      • kalau tivoli sekarang sepertinya lebih ke meningkatkan income dulu… soalnya mereka kolaps di tahun 2000an… setidaknya tivoli masih mending dibandingkan kyron atau rexton dulu haha

    • wah masa gak tahu… padahal ini merk prestis di indonesia tahun 90an….

  • Always35

    Wew sampingnya kelihatan panjang banget macem mobil elf dah ??

  • Aryo Wicaksono

    tampang depan udah bagus giliran ke belakang lihat buritan kok kayak pantat, ya. :v

  • farid

    tampang udah lumayan bagus tapi proporsi desain gak pas

  • ega

    Desainer belakang sama samping beda orang kali. Mereka kerja kerja kerja tp gak ngobrol… pas disatuin eh stop lampnya gak nyambung… yaudahlah bgitu aja gpp dah malem pulang yuk…

    • Andi Annas

      kayak nasib Yaris Lele yaa.. depan bagus (walau mungkin desainernya bekas magang di mitsubishi), samping okelah, ehh ke belakang mungkin salah ambil desain dari tipe mobil lain.. tapi keburu deadline, yah udah dehh tempel aja..

      • Maeda D. Candra

        Setuju. Keren di depan, anti klimaks di belakang.

    • Maeda D. Candra

      Hahaha.. Komen paling kocak ini..

  • Ujumaki

    Ini merk mobil laku ga sih di eropa?

  • nusantara nusantara

    kok design kebanting sama hyundai dan KIA y, ini mesin asih pake mercy kah?