Sistem E-Toll Jepang : Cocok Dipelajari Indonesia!

Sistem E-Toll Jepang : Cocok Dipelajari Indonesia!
0  komentar

AutonetMagz.com – Belum lama kebijakan soal transaksi tol yang mengharuskan memakai alat bayar non-tunai berupa kartu. Sambutan yang timbul amat beragam, termasuk sambutan yang kurang enak bagi para pemakai uang tunai. Padahal masih ada tujuan baiknya, yakni mengurangi penumpukan di gerbang tol dengan memangkas waktu transaksi. Tujuannya mulia, tapi tentu masih ada yang bisa diperbaiki dari sistem baru ini.

Apa saja yang bisa membuat sistem pembayaran non-tunai di jalan tol kita makin memudahkan? Kita bisa mempelajari sistem yang diterapkan oleh Jepang, yakni ETC (Electronic Toll Collection). Menurut Bobby dan Onoda-san yang menemani kami selama perjalanan Honda Media Trip TMS 2017 di Jepang, semua mobil baru di Jepang sudah dipasang alat buat dipasangi kartu ETC. Nah, foto di bawah ini adalah contoh slot ETC di Honda NSX NC1 2017 spek Jepang alias JDM.

Menurut Onoda-san, biaya yang dibutuhkan untuk mendaftar dan memasang ETC di mobil kita adalah 10.000 Yen, alias sekitar 1,2 juta Rupiah. Selanjutnya, tagihan ETC akan langsung ditagih ke kartu kredit kita. Keunggulan sistem ETC ini adalah jika sistem E-Toll kita mewajibkan kita berhenti untuk tap kartu, sistem ETC Jepang tidak perlu berhenti. Lah, terus bagaimana caranya kita bayar tarif tol?

Begini, jadi di setiap gerbang tol ada sensor yang mendeteksi ETC di setiap mobil. Sensor ini sudah canggih, sebab saat kita mendekati gerbang tol, pengemudi cukup memelankan mobil hingga kecepatan 20 km/jam supaya sensor ETC di gerbang tol bisa membaca ETC. Ya, tidak perlu stop total, dengan melaju 20 km/jam saja kita tetap bisa membayar tol. Otomatis, tidak akan ada kemacetan yang disebabkan kendaraan yang berhenti mengantri di gerbang tol.

Saat melaju 20 km/jam dan sistem sudah membaca dan menyeselaikan transaksi penggunaan tol dari ETC, pintu gerbang tol akan langsung terbuka dan kita bisa lanjut. Selain itu, ada momen-momen tertentu di mana pengguna ETC berhak atas diskon hingga 50% tarif tol, alias bayar setengah harga. Nah, dengan sistem semodern ini, apakah sudah tak ada ruang bagi pengguna tol Jepang yang memakai uang tunai?

Rupanya ada, sebab di setiap tol, selalu ada 1 gerbang yang melayani transaksi secara manual. Menurut Onoda-san,”Ada 90% mobil di Jepang yang pakai ETC, jadi ada 10% yang tidak pakai.” Kebetulan, Onoda-san masuk dalam bagian yang 10% tidak pakai ETC itu. Alasan dirinya tidak memakai ETC adalah karena jarang memakai jalan tol, jadi ia tidak merasa memiliki ETC adalah sebuah urgensi.

Nah, menurutmu aspek apa saja yang bisa dipetik dari sistem ETC milik Negara Matahari Terbit itu untuk bisa memperbaiki sistem di Indonesia tercinta ini? Sampaikan di kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: