Sekali Isi Full Tank, Toyota Mirai Bisa Berjalan Hingga 503 Kilometer Tanpa Emisi

Sekali Isi Full Tank, Toyota Mirai Bisa Berjalan Hingga 503 Kilometer Tanpa Emisi
0  komentar
Toyota-Mirai-hydrogen

AutonetMagz.com – Toyota telah mengantongi hasil uji efisiensi dari Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) buatan mereka, yakni Toyota Mirai. Tes yang dilakukan oleh EPA ini akhirnya dipublikasikan ke khalayak umum. Rupanya, jika kita mengisi tangki hidrogen Toyota Mirai hingga penuh dan melakukan perjalanan hingga tangkinya harus diisi lagi, jarak tempuhnya mencapai 502 km. Tak kalah irit bukan dengan city car modern?

Bedanya, meski seirit city car modern, Toyota Mirai tidak menghasilkan gas buang sama sekali, karena hasil pembakaran hidrogen hanya menghasilkan uap air. Ini juga jauh lebih baik daripada klaim Toyota sebelumnya yang memperkirakan jarak tempuh Mirai ‘hanya’ 483 kilometer saja. Lumayan lah.

mesin-toyota-mirai

Performa mesin hidrogen yang menghasilkan listrik untuk menggerakkan motor listriknya juga tidak memalukan. Dengan total 153 hp, akselerasi 0-100 km/jam cukup 9 detik saja, lalu dari 30-60 km/jam cukup 3 detik. Tidak buruk, setidaknya masih punya tenaga yang cukup untuk melaju sesuai dengan batas kecepatan maksimum di jalan tol.

Di Amerika Serikat, Toyota Mirai memang harganya mencapai sekitar 500 jutaan Rupiah jika dikurskan, tapi itu sudah termasuk garansi 8 tahun/160.000 kilometer untuk komponen FCEV tersebut. Komponen-komponen yang di-cover garansi termasuk Fuel Cell Stack, power control unit, tangki hidrogen, baterai dan ECU-nya, kompresor udara, boost converter dan ECU-nya, hybrid control module dan hydrogen fueling ECU.

interior-toyota-mirai

Selain itu, Toyota juga menyediakan servis gratis terjadwal selama 3 tahun atau 56.000 kilometer. Bagus bukan? Tapi kalau di Indonesia sudah jelas kita tak bisa menikmatinya dalam waktu dekat. Kalau kemarin mobil listrik saja diperkarakan karena tak lolos “uji emisi”, kira-kira pak Tarjono Surin (diplesetkan) bakal bilang Toyota Mirai merugikan negara dan tak lolos “uji emisi” juga nggak ya? Atau minimal lulus uji komis… Ah sudahlah. Sampaikan opinimu i kolom komentar!

Read Prev:
Read Next: