Review Isuzu MU-X Indonesia : Good Value For Money

by  in Isuzu&Mobil Baru&Review
Review Isuzu MU-X Indonesia : Good Value For Money
0  komentar

Jakarta, AutonetMagz – Meskipun sudah diluncurkan sejak tahun 2014 silam, Isuzu MU-X namanya kurang populer di telinga kita. Di tahun 2016 ini akhirnya AutonetMagz berkenalan dengan Isuzu dan berhasil menculik salah satu unit Isuzu MU-X unit tahun 2015 yang dijadikan Isuzu mobil test drive media.

Sebelumnya, di tahun 2015 silam Isuzu memberikan sedikit update terhadap MU-X. Dari eksterior, kita mendapatkan LED DRL di bagian bumper depannya, dan di dalam interior, kita mendapatkan panel piano black yang dipadukan dengan panel kayu hitam yang membuatnya sedikit lebih mewah.

Eksterior

Test-Drive-Isuzu-MU-X-Indonesia

Isuzu MU-X merupakan SUV 7 seater yang memiliki sasis ladder frame seperti Pajero Sport dan Toyota Fortuner, ia memiliki kembaran dalam bentuk Chevrolet dengan nama Trailblazer dan versi double cabin dengan nama Isuzu D-Max.

Dimensi mobil ini cukup besar dengan panjang 4.825 mm, lebar 1.860 mm dan tinggi 1.840 mm. MU-X juga menjadi yang paling jangkung dengan ground clearance hingga 230 milimeter mengalahkan Pajero Sport di angka 218 milimeter dan Toyota Fortuner di angka 220 milimeter.

Wajah Isuzu MU-X ini tergolong acceptable, tidak bagus bagus amat, tapi tidak jelek juga, rasanya semua orang bisa menerima wajah depan mobil ini yang terlihat gagah. Headlamp MU-X yang ditarik tajam ini sudah menggunakan projection, tapi tidak dilengkapi dengan HID ataupun LED. Di malam hari pencahayaannya lebih dari cukup untuk saya. Yang kami tidak suka ada pada grille depannya yang memiliki chrome terlalu banyak.

Isuzu-MU-X-Indonesia-test-drive-and-review

Bentuk belakang mobil ini menurut saya adalah keunggulannya, ia terlihat proporsional dan sedap dipandang. Seandainya ia punya lampu LED rearlamp, pastinya mobil ini bisa terlihat lebih cantik lagi.

Selain itu, hal yang kami tidak suka ada pada desain velgnya yang terlihat kuno. Desainnya terlihat seperti Isuzu Panther tahun 90an. Seandainya anda punya uang lebih, rasanya pantas untuk digunakan mengganti velg baru yang lebih kece ketika membeli mobil ini. Sisanya no complain.

Get in car

Isuzu-MU-X-Indonesia-Interior

Karena ia merupakan mobil yang paling tinggi di kelasnya, tentu saja masuk ke dalam mobil ini juga terasa lebih sulit, untungnya kita mendapatkan foot step yang memudahkan masuk ke dalam. Duduk di kursi MU-X juga terasa sangat commanding karena saking tingginya.

Kursi mobil ini sudah dilengkapi dengan pengaturan electric yang sangat memudahkan, kursinya cukup nyaman meskipun tidak senyaman Fortuner atau Pajero Sport baru. Pengaturan posisi mengemudi juga cukup oke meskipun belum dilengkapi dengan telescopic dan masih terasa terlalu tinggi. Lingkar kemudinya sudah dilapisi kulit yang terasa cukup keras, tombol-tombol setirnya cukup lengkap karena di sebelah kiri kita mendapatkan pengatur audio, dan disebelah kanan terdapat cruise control yang menjadi satu-satunya di kelasnya.

Desain dashboard Isuzu MU-X ini masih familiar dengan Isuzu D-Max, tidak jelek, tapi juga tidak bagus juga. Isuzu sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memoles tampilan dashboardnya agar lebih mewah dengan penggunaan aksen piano black dan black wooden panel. Built quality dan fit and finish mobil ini terasa masih kurang maksimal, begitupula dengan pemilihan bahan plastik yang terlalu keras seperti mobil India, tapi masih terlihat rapi dan oke. Memang secara tampilan interior, Isuzu MU-X bukan juaranya, tapi kalau soal tempat penyimpanan barang, hmmm….. Isuzu MU-X tentu keluar sebagai juaranya, di MU-X banyak sekali ruang penyimpanan mulai dari yang kecil hingga yang besar. Good job!

Isuzu-MU-X-AC-Digital

Masih soal interior, mari kita bahas tuntas terlebih dahulu. Untuk mobil dengan harga 440 jutaan yang memiliki diskon cukup besar, fitur-fitur mobil ini cukup lengkap dikelasnya untuk soal kenyamanan, kita mendapatkan keyless entry system dengan push start stop engine sebagai standar, jok dan door trim mobil ini dilapisi kulit, AC digital dengan bentuk yang cukup futuristik dan head unit JVC after market yang punya fitur cukup lengkap.

Nah soal audio, ada hal yang cukup menarik untuk kita bahas. Head unit MU-X ini memiliki layar touchscreen capacitive yang responsif ketika disentuh, tampilannya bagus dan bisa terhubung internet dengan mudah melalui wi-fi. Isuzu membekali mobil ini dengan 3D surround sound system yang memiliki 8 buah speaker, 4 buah speaker utama, 2 buah tweeter dan 2 buah exciter yang terletak di atap kabin. Tujuannya adalah untuk menciptakan tata suara surround yang membuat suara seperti ada di sekeliling kita.

Memang audio ini cukup unik, kita bisa mengatur level ketinggian suara vokal dari bawah hingga keatas, rasanya seperti menaikan speaker  dari atas kebawah. Unik memang, tapi kualitas suara yang dihasilkan dari mobil ini tergolong standar, audio yang dihasilkan kurang lebih sama seperti Fortuner, karakternya lebih ke bass dan middle, tapi treblenya nyaris tak terdengar. Fitur lain dari head unit ini ada pada koneksi bluetooth, USB, AUX, fitur rear parking camera, tapi GPS navigasi belum ada di dalamnya.

dashboard-isuzu-mu-x

Lanjut, masuk ke baris kursi kedua, mobil ini memiliki headroom dan legroom yang lebih dari cukup, kursinya cukup nyaman, posisi duduknya tinggi dan memiliki reclining yang cukup oke. Kita mendapatkan AC hingga baris ketiga secara individual dengan lubang ventilasi seperti milik Chevrolet Spin.

Masuk ke baris ketiga, pelipatan kursi tengah mobil ini terasa cukup berat dikarenakan penggunaan engsel yang besar dan tebal. Di kursi baris ketiga, kita mendapatkan kursi yang sederhana dengan headroom dan legroom yang terbatas, tapi masih dalam kategori cukup. Legroom mobil ini sebenarnya bisa lebih oke lagi jika kursi tengah bisa dibuat sliding.

Sebelum kita lanjut bekendara, mobil ini punya bagasi yang dimensinya mirip dengan Mitsubishi Pajero Sport, kursi belakang hingga tengah bisa dilipat rata lantai dengan sangat mudah. Sayangnya hilangnya storage di bagian bagasi membuat bagasi mobil ini menjadi tidak rata lantai.

Ladies and Gentleman, Start Your Engine!

Mesin-Isuzu-MU-X

Tekan tombol push start stop engine, dan mesin akan bergetar sedikit, kemudian menyala seperti mobil diesel pada umumnya. Suara dan getaran mesin mobil ini masih terasa masuk ke kabin meskipun sudah tergolong cukup minim. Getaran mesinnya tidak sehalus Pajero Sport Dakar, tapi lebih baik dibandingkan dengan Toyota Fortuner yang memiliki super GD engine. Mendengar suara mesin mobil ini membuat saya nostalgia dengan suara mesin Isuzu Panther tahun 2000-an awal, dimana Isuzu Panther ditahun tersebut  merupakan mobil pertama yang saya kendarai untuk belajar mengemudi.

Injak pedal gas, dan ya, mobil ini suara raungan mesinnya persis seperti Isuzu Panther. MU-X dibekali dengan mesin 2.500 cc dengan tenaga 136 PS di Rpm 3.400 dan torsi sebesar 320 Nm pada putaran mesin 1.800 hingga 2.800. Untuk sebuah mobil dengan Turbo VGT, tenaga ini jauh dari kata spektakuler mengingat tenaga ini kurang lebih sama seperti Pajero Sport Exceed.

Pada saat kami mencobanya, kami menilai mesin mobil ini masih masuk dalam kategori cukup, memang untuk berakselerasi kita harus menginjak pedal gas cukup dalam, tapi rasanya sudah lebih dari cukup dan mesin yang punya tenaga meledak-ledak di putaran menengah ini memiliki sense of speed yang cukup oke, dalam artian ketika berakslerasi dengan mobil ini rasa kencangnya masih ada, tidak linear seperti Fortuner.

Isuzu-MU-X-Indonesia-Test-Drive

Hal yang kami tidak suka pada mobil ini ada pada turbo lagnya yang cukup terasa ketika kita melakukan akselerasi dari keadaan diam. Dari keadaan diam kemudian kita mengentak pedal gas secara tiba-tiba, ada jeda yang cukup terasa sehingga membuat waktu 0 ke 100 kilometer perjam mobil ini agak sedikit mandek di start awal, turbo lag mobil ini sangat terasa jika dibejek dari keadaan diam. Namun jika berakselerasi dari keadaan mobil sudah berjalan, rasanya mobil ini masih sanggup untuk diandalkan menyalip kendaraan-kendaraan lain di luar kota. Masih cocoklah dibawa pecicilan.

Transmisi automatic 5 speednya bekerja layaknya transmisi automatic modern, ia terasa halus dan cenderung berganti gigi di putaran rendah, jika kamu merasa tidak sreg, Isuzu memberikan mode manual tanpa paddle shifter di bagian tuas transmisi. Kami beberapa kali sering menggunakan mode manual ini, karena tenaga mesin mobil ini terasa punchy di Rpm 2.000 hingga 3.000. Oh iya, Rpm mobil ini memiliki red line di angka 4.200, mirip-mirip dengan Pajero Sport Dakar di angka 4.000 Rpm.

Menggeber mobil ini di jalan lurus, mesin masih terasa ringan berakselerasi hingga 120 kilometer perjam, lewat dari 120, rasanya mesin sudah mulai terasa sedikit berat, dengan kondisi lalu lintas yang tidak begitu sepi di tol dalam kota, kami bisa mencapai kecepatan 140 kilometer perjam. Di kecepatan tinggi, mobil ini memiliki peredaman kabin yang baik terhadap suara ban dan suara angin.

Driving-Isuzu-MU-X

Mobil ini punya berat kosong sebesar 1.980 kg, sedikit lebih berat dibandingkan dengan Pajero Sport dan lebih ringan 150 kilo dibanding dengan Toyota Fortuner terbaru, dengan tenaga yang tidak jauh berbeda dengan Fortuner, rasanya performa mobil ini masih 11-12 dengan Fortuner terbaru. Tapi kalau dibandingkan dengan Mitsubishi Pajero Sport Dakar, jelas mesinnya beda kelas.

Konsumsi BBMnya juga cukup irit, kami menggunakannya bolak-balik dari daerah Blok M ke Kelapa Gading setiap hari selama 4 hari berturut-turut, dari posisi hampir penuh, indikator BBM mobil ini masih menunjukan diatas setengah sedikit, padahal kami memakainya di kemacetan dan sempat beberapa kali mencoba akselerasinya. Mungkin ini mobil diesel paling irit yang pernah kami coba.

Ride Quality

Suspensi mobil ini tergolong empuk. Body rollnya juga sangat terasa sebagaimana SUV ladder frame pada umumnya. Isuzu menggunakan gas shock arbsorber yang lebih advanced dibanding fluid shock absorber, makanya permukaan jalan yang kasar terasa mulus di mobil ini. Untungnya Isuzu MU-X memberikan Electronic Stability Control agar mobil ini tidak mudah terguling atau tergelincir ketika melakukan manuver mendadak di kecepatan tinggi.

Dengan suspensi yang sangat empuk, mobil ini bisa diandalkan unutk menempuh medan off-road, bahkan ketika mobil ini diajak melompat, suspensinya mampu meredam guncangan dengan baik dibandingkan dengan mobil-mobil yang pernah kami coba. Berjalan di jalan permukaan yang tidak rata juga bukan masalah serius, karena mobil ini punya ground clearance 230 milimeter yang sangat tinggi.

Review-Isuzu-MU-X-Indoneisa-by-AutonetMagz

Setir mobil ini terasa cukup berat dan terasa mantap, tapi di kecepatan tinggi, feel dari setir mobil ini langsung hilang seketika meskipun ia menggunakan power steering model hidrolik. Sebagai SUV ladder frame, tentu saja kita harus maklum jika pengendaraan mobil ini jauh dari kata dinamis, apalagi ground clearancenya paling tinggi di kelasnya. Tapi menurut kami body roll dan handling mobil ini masih acceptable untuk digunakan sehari-hari maupun jarak jauh.

Mengendarai mobil ini buat kami susah-susah gampang, kami senang mobil ini punya posisi mengemudi yang cukup tinggi sehingga kap depan mobil ini akan terlihat dan dibandingkan dengan kompetitornya, Isuzu MU-X punya kaca-kaca yang besar dan mudah untuk melihat kearah mana saja, memang pilar A-nya masih terasa besar khas mobil-mobil modern masa kini, tapi kami rasa itu tidak masalah. Hal yang membuat sedikit sulit membawa mobil ini ada pada bodinya yang besar dan radius putarnya yang terasa kurang superior, ia punya radius putar sebesar 5.8 meter atau sama seperti Toyota Fortuner terbaru.

Spesifikasi-Isuzu-MU-X

Pengereman dari mobil ini memiliki pedal yang terasa empuk, sehingga jika kamu ingin mengerem dengan lembut agar penumpang lainnya merasa nyaman, mobil ini bisa diandalkan. Isuzu juga tidak pelit, mereka memberikan 4 buah rem cakram pada Isuzu MU-X terbaru ini di semua roda.

Duduk di bangku baris kedua mobil ini juga masih terasa nyaman, kursinya memang terasa sedikit kaku, tapi bisa menopang tubuh kita dengan baik. Di bangku kedua ini kita juga dengan mudah merasakan kenyamanan suspensi mobil ini yang bisa diandalkan untuk perjalanan jauh. Kesulitan yang akan anda hadapi ketika duduk di kursi bangku kedua ini ada pada ketika masuk, karena seperti yang kami bilang sebelumnya, mobil ini tinggi banget euy.

Kesimpulan

Harga Isuzu D-Max

Mengintip harga banderol MU-X yang lebih murah dibandingkan dengan kompetitornya (apalagi kalau ditambah diskon besar), rasanya bisa dibilang mobil ini adalah pilihan tepat jika anda enggan mengeluarkan uang nyaris 500 jutaan untuk sebuah SUV 7 seater ladder frame. Dengan harga 440-an juta atau mungkin bisa kita bilang mobil ini 400 juta saja setelah diskon, kita mendapatkan SUV gagah dengan fitur lengkap.

Sebut saja electric driver seat, AC climate control, leather seat, ESC, TCS, keyless entry dengan push start stop engine, AC Digital, exciter speaker, empat buah rem cakram, bahkan ada fitur yang tidak dimiliki oleh kompetitornya hadir di mobil ini, yaitu cruise control dan gas shock absorber. Dengan harga banderol yang lebih murah dibandingkan dengan kompetitor, rasanya mobil ini sangat oke jika dijadikan pilihan.

Mobil ini juga memiliki kekurangan di built quality dan fit and finish interior, desainnya juga tidak waw. Mungkin facelift berikutnya Isuzu bisa menyematkan dashboard miliki Chevrolet Trailblazer facelift dan mesin baru 1.900 cc Ddi Bluepower yang lebih ringan, kecil namun bertenaga lebih besar dengan 150 Ps dan torsi 350 Nm agar bisa lebih bersaing dengan rival-rivalnya, namun dengan banderol harga yang nyaris berbeda 100 jutaan dengan kompetitor, rasanya Isuzu MU-X ini no complain.

What we like:
– Fitur cukup lengkap
– Kenyamanan suspensi
– Active safety + 4 disc brakes
– Harga + Diskon

We don’t:
– Terlalu tinggi, susah masuk
– Fit and finish interior
– Body roll

Read Prev:
Read Next:
  • Trisno

    Tata bahasanya enak dibaca dan mudah dipahami,serasa kita sendiri yg sedang mengendarai mobil ini

  • Mas Bejo Wakwaw (penerus Bejo)

    Tumben bang buatnya di hr minggu. Biasanya kan pas hr kerja. Lgi gk liburan?

    • nggak, ini lagi dijadwalin buat bikin review panjang tiap 2 hari sekali, hari selasa giliran x trail, kamis crv soalnya

      • Jeem

        Video CR-Vnya kapan dipost bang?

      • S.A.M.

        wih, akhirnya CRV di review juga, di tunggu videonya juga bang 😀

  • Indra

    Wah udah punya VSC (ESC) nih si MU-X, ga kayak tetangga sebelah yg sesama astra yg harganya udah 490an juta rupiah belum pake VSC.

  • Levi

    MuX sm Pasport udah punya ESC, Fortie kapan ya ikutan punya ? Ndang tobat toh, apalagi rem blkg jg msh tromol?

    • Indra

      Fortie udah ada yg 4×4, tapi harganya udah 630 juta lebih, kan orang banyak beli yg 4×2…

    • Wira

      Rem tromol/cakram ada pertimbangannya. Pemakaian rem tromol memiliki kelebihan pada kemampuan menahan beban yg lebih berat & tertutup dari kotoran dari luar.
      Jadi emg ada pertimbangannya terutama kalo saya lihat untuk durabilitas penggunaan dan biaya maintenance yg lebih murah.

      • Bukan, pertimbangannya kalau tromol itu ongkos produksinya jauh lebih murah dari cakram, soalnya selain lebih murah dari konstruksinya, rem tromol juga bisa jadi rem tangan sekaligus, kalau pake cakram mesti bikin sistem terpisah, makanya mahal…..

        Kalau alasannya lebih kuat menahan beban berat sama tertutup dari kotoran buat gua nggak make sense sih, kalau dari durability iya, karena jelas rem cakram daya cengkramnya lebih kuat, energi kineticnya lebih gede, sedangkan tromol cengkramannya g sekuat disc brake, jadi kehausannya lebih lama karena energi kineticnya lebih kecil, apalagi rem tromol biasa ditaro di ban belakang dimana beban pengereman itu biasanya 70% lebih besar di ban depan. Nah kalau ban depan kan pake disc brake, hya lebih jelas bebannya beda dan kelihatannya jadi lebih cepet aus dibanding tromol.

        Oh iya, tapi sih sebenarnya nggak mahal2 amat nambah disc brake buat ban belakang, karena biasanya pake solid disc, bukan ventilated kaya di bagian depan yang ada rongganya biar gampang ngelepas panas. Cuma masalahnya orang nggak pada ngeh aja, karena orang kita lebih seneng dikasih fitur dibanding rem.

        • Wira

          Haha bener emg bang kalo org sini sukanya dikasi bbrp fitur yg aneh2 biar kelihatan wah. Padahal sebenarnya banyak fitur yg kurang dipake waktu sehari2(ex. ford sync – no offense – dll). Hal2 gitu jarang kepake terutama buat kita yg hidup di perkotaan berhubung mobil ya dipake cuma kekantor trs pulang. Dan banyak hal2 selain fitur & spek tertulis yg lebih penting drpd itu(ex. pasive safety spt handling yg baik) bakal lebih banyak membantu.

          Selain itu menurut pandangan saya mmg toyota kurang serius menggarap fortuner baru ini jauh lebih serius mitsu. Krn toyota punya tulang punggung avanza nah kalo mitsu tulang punggungnya pasport kalo sampe gak diseriusin sama mitsu dia gak bisa hidup dong.

      • C5W

        nambahin aja sih, buat bagi2 ilmu, kalo rem cakram itu performance pengereman biasanya lebih baik, terutama di suhu tinggi, atw performance tinggi, karena disipasi panas lebih baik, kalau drum itu dipilih lebih karena low maintenance, dan relatif lebih tahan terhadap kotoran, karena tertutup, tapi jangan salah juga, rem tromol itu lemahnya pada air, jika kemasukan air, performa akan menurun drastis, tidak seperti cakram. Kalau soal pembebanan, bener kata ridwan, sbenernya pengereman itu porsinya lebih banyak di depan, karena traksi lebih difokuskan di depan yang notabene pusat kontrol dari mobil, jadi kasarnya buntut ngebuang boleh, asal roda depan masih ngegrip dan bisa dikontrol, di situ alasan kenapa rem cakram di taro di depan bukan di belakang (selain pertimbangan cost juga)… just sharing yah.

  • Dewa Yudhi

    Maaf OOT, lama ga buka autonetmagz kolom iklannya berasa makin lebar ya sekarang

    • kita memang monetize dari adsense, yang penting usahakan nggak mengganggu isi artikel masbro…. 🙂

  • Fajar

    Fortuner 197 mm bro, 220 mm tuh yg lama

    • iya ya? makin pendek dong, tapi masuk ke dalem makin tinggi rasa2nya

    • Indra

      Bukannya itu versi Thai ya? Apalagi katanya versi Australia aja GC fortie lebih tinggi dibanding Thai.

  • jono sujono

    kalau dibanding captiva lebih value for money mana?

    • Jeem

      Bukannya dengan captiva beda kelas ya?? Tapi kalau menurut ane sih lebih pilih captiva lebih murah fitur lumayan Dan build quality sama material interior lebih bagus CMIIW.

      • captiva masuknya 7 seater dadakan sih, kalau mau cari yang buat keluar kota 7 penumpang beneran ya ini

    • Sporky

      Lebih tepat dibandingkan dg chevy trailblazer yg pakai chasis sama dan platform yg sama, cuma beda jenis mesinnya. Kalo Captiva yg jelas lebih nyaman buat penumpangnya tapi kaki2 nggak bakal tahan lama kalo sering lewat jalan jelek, kalo mux dan trailblazer lebih cocok buat jalanan yg jelek tapi nggak gitu nyaman buat penumpangnya.

  • Hot marulitua

    Wah jangan jangan ini mesin panther pake VGT lagi ???

    • Andy

      Gak lah om. Mesin Panther belum commonrail, masih diesel konvensional.

  • ars m.k

    Masalah build quality, emang harusnya bisa di perbaiki siih. Tapi, kenapa isuzu lebih fokus ke kendaraan comersial besar ya, dari pada passenger car?? padahal gue berharap panther bisa di facelift atau bahkan allnew kalo bisa. Hehe..

    • Indra

      Isuzu emang basicnya produsen commercial vehicle, emang dulu pernah bikin mobil tapi sekarang udah ga dilanjutin lagi. Khusus Thailand, memang dia punya truk, tapi dia punya andalan yaitu si D-Max sm MU-X, dia jd d cab no.1 di Thai (D-Max) dan jd basis produksi di dunia.

  • Adamgus

    Point lemahnya mobil ini cuma satu, satu group di Indonesia sama fortuner. Bisa2 dianaktirikan.

    • farid

      Tapi dgn desain yg gak begitu “wah” dan build quality yg biasa saja(belum tentu jelek amat sih) isuzu mux ini punya electronic stability control,rem cakram keempat roda,cruise control,dan peredaman suspensi yg baik tapi harga masih dibawah 500 jutaan.fortuner aja walaupun tipe teratas dah nyampe 600 jutaan tapi kelengkapannya masih ada yg kurang dibanding mux

      • Levi

        Type teratas Fortie cm kurang,cruise control aja kok, malah mungkin lbh superior ketimbang MUX,

        Tp ya again, harganya terpaut jauh ama MU-X

        • farid

          Fortuner rem belakangnya masih tromol,sedangkan pasport dan mux yg merupakan pesaing termurah aja dah rem cakram keempat rodanya

  • nusantara nusantara

    imho, selagi masih satu isuzu masih 1 atap sama toyota, sama2 astra, mux gak bakal diposisikan diatas ato sama fortie, memang susah klo jadi produk pelengkap,

    • Indra

      Sama Astra Isuzu diposisikan sbg commercial vehicle, kalaupun ada Panther sm MU-X itu cuma pelengkap doang, itu pun yg satu udah sangat uzur sbg MPV hrsnya udah ganti model.

  • bejo

    Tadi jalan2 iseng nengok mux,kata salesnya open di 55jt diskonnya,pingin beli bwt nyelem2 ke banjiran,tapi kata nyonyah meneer baris ketiga sempit,masih gedean captipah awd:-s

    • Dian Purnomo Adi

      Tapi dibanding pasport, baris ketiga mux lebih nyaman.

      • Lutfi Prasetyo

        Captiva bro captiva duduk pajero opo fortuner

        • Dian Purnomo Adi

          Ya bro…saya tau cevy captiva…?

  • Dian Purnomo Adi

    Puas pake mobil ini… jogja-surabaya pp 3/4 tangki pertadex

    • Harun Rosid

      ikut nyimak